Selasa, September 30, 2008

SELAMAT TINGGAL RAMADHAN 1429 H......

Tetes air mata mengalir ketika lantunan takbir, tahmid, tahlil dikumandangkan...malam satu syawal...ya Allah teringat dosa yang telah kami perbuat...ya Allah apa Engkau terima amal ramadhan kami...ya Allah apa Engkau ampuni kami...ya Allah apa Engkau sampaikan pada ramadhan tahun depan...tak terasa air mata telah membasahi baju ini...ya Allah ku memohon pada-MU ya Allah...Ampuni segala dosa2 kami...panjangkanlah umur kami, ku ingin raih kenikmatan ibadah ramadhan kembali...aamiin ya Rabbal'alamin.

YA ALLAH AMPUNI KAMI.....SUCIKAN KAMI......



"Ya Allah Ramadhan kan hati saudaraku di sepanjang usia'nya. Rengkuh dia menjadi orang-orang yang lahir kembali setelah Ramadhan ini. Dan sampaikan rindunya untuk menghirup nafas di ramadhan tahun depan. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H !!!"
PENGURUS MASJID AL-FURQAAN & LAZIS ALFURQAAN
PT. UNITED TRACTORS TBK & AFFCO

::Kad Ucapan Raya Percuma

Minggu, September 14, 2008

prodinsho care di pesisir jakarta


indahnya berbagi

Senin, September 08, 2008

AKSI SOSIAL UNTUK KORBAN KEBAKARAN CIPINANG JAKARTA

YA ALLAH AMPUNI KAMI.....SUCIKAN KAMI......


SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1429 H

TAQOBBALALLAHU MINNA WAMINKUM

"YA ALLAH SAMPAIKANLAH UMUR KAMI PADA RAMADHAN MENDATANG..." ...AMIN...



AKSI SOSIAL LAZIS AL-FURQAAN

AKSI SOSIAL KERJASAMA DENGAN PKPU....SEMOGA SEDIKIT MENGURANGI BEBAN MEREKA...AMIN.

ETOS KERJA...DARI TUKANG BECAK !

FINANCIAL FREEDOM ala Tukang Becak vs Howard Schultz (Starbucks)

Perbedaannya akan bagaikan langit dan bumi. Berapa besar space yang ada "di dalam box" tsb ? Relatif Berapa besar space yang ada "di luar box" tsb ? WOW! No Limit

Coba kita lupakan segenap teori canggih dunia entrepreneurship (ttg modal usaha, skill, keberanian untuk memulai usaha, dst,dst). Sementara banyak orang yang masih harus bergelut dalam kesibukan bisnis setiap hari setelah 10 tahun berbisnis, mari kita simak kisah ilustrasi seorang TUKANG BECAK tamatan SD yang sudah mencapai "financial freedom" setelah bekerja hanya lebih kurang 5 tahun saja, dgn "passive income" Rp. 9 juta/bulan !!!

Becak ke-1 :
==> Seorang tukang becak memiliki becak motor dengan penghasilan bersih Rp. 60,000/hari (bekerja dari pagi hingga larut malam). Biaya hidupnya sekitar Rp.
30,000/hari. Lalu ia berjuang utk konsisten menabung Rp. 30,000/hari. Dalam tempo 400 hari, ia mampu membeli becak kedua yang harganya Rp. 12 juta/unit.

Becak Ke-2 :
==> Ia sewakan becak keduanya dengan tarif Rp. 30,000/hari. Sementara ia tetap menarik becak pertamanya. Sekarang ia bisa menabung Rp. 60,000/hari.
Dalam tempo 200 hari, ia mampu membeli becak ketiga.

Becak Ke-3 :
==> Ia sewakan becak ketiganya, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 90,000/hari. Dalam tempo 134 hari, ia membeli becak ke-4.

Becak Ke-4 :
==> Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 120,000/hari. Dalam tempo 100 hari, ia membeli becak baru lagi.

Becak Ke-5 :
==> Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 150,000/hari. Dalam tempo 80 hari, ia membeli becak baru lagi.

Becak Ke-6 :
==> Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 180,000/hari. Dalam tempo 67 hari, ia membeli becak baru lagi.

Becak Ke-7 :
==> Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 210,000/hari. Dalam tempo 57 hari, ia membeli becak baru lagi.

Becak Ke-8 :
==> Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 240,000/hari. Dalam tempo 50 hari, ia membeli becak baru lagi.

Becak Ke-9 :
==> Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 270,000/hari. Dalam tempo 45 hari, ia membeli becak baru lagi.

Becak Ke-10 :
==> Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 300,000/hari. Dalam tempo 40 hari, ia membeli becak baru lagi.

Setelah becak ke-10, ia berhenti menarik becak. Ia sewakan becak pertamanya ke orang lain. Ia lalu menggaji seorang "mandor" untuk mengurusi ke-10
becaknya. Ia PENSIUN. Kini ia menikmati penghasilan Rp. 300,000/hari, atau Rp. 9 juta/bulan (sebelum potong gaji sang mandor). Jika ditotal semua usahanya
tsb hanya dicapai dalam tempo 3,2 TAHUN SAJA.

============ =======
Tentu saja ini cuma sebuah ilustrasi, dengan menarik garis lurus dari sebuah bisnis. Katakanlah dalam tempo 10 tahun (bukan 3,2 tahun seperti dalam ilustrasi),
sang TUKANG BECAK mampu mencapainya. Ini LOGIS, dan bisa terjadi. Berapa banyak TUKANG BECAK di dunia yang seperti itu ?
Mungkin 1 banding 10 juta. Tetapi ADA.
Berapa banyak TUKANG BECAK di dunia yang menjadi tukang becak seumur hidupnya dan terus hidup susah ? Buanyyaaak sekali.
============ =========
Sekarang bandingkan dengan banyak profesional tamatan S1 ataupun S2, atau bandingkan dengan para pengusaha yang masih harus bergelut dengan kesibukan mencari nafkah setiap hari. Kontras sekali bukan....

THINK OUT OF THE BOX. Perbedaannya akan bagaikan langit dan bumi. Kunci kesuksesannya terletak pada "duplikasi". Ini rahasianya : "Jalankan bisnis yang mudah diduplikasikan, dan tidak perlu keterlibatan kita secara penuh dalam bisnis tsb". Cth : ikuti bisnis franchise yang berpotensi, beli asset lalu sewakan
asset tsb, dst.

KUNCI UTAMA LAINNYA adalah : Hidup hemat pada awalnya untuk menabung, uang tabungan di-investasikan untuk menghasilkan uang, lakukan terus
berulang2, setelah penghasilannya sudah cukup besar, barulah hidup bersenang2.

============ ========= ========
Mari berhitung matematika ...
Jika Anda diberikan 2 option kontrak kerja / kontrak bisnis berikut ini, mana yang Anda pilih ?
1). Kontrak 2 tahun, tidak dpt dibatalkan, penghasilan/ bulan Rp. 100 juta.

2). Kontrak 2 tahun, tidak dpt dibatalkan, penghasilan di bulan pertama cuma Rp. 1000, tapi berlipat dua setiap bulan.

Pilih mana ????
Jawabannya :
Option I : Penghasilan Rp. 100 juta/bln x 24 bln = Rp. 2,4 Milyar
Option II :
Bulan ke-1 : Rp. 1000
2. 2000
3. 4000
4. 8000
5. 16,000
6. 32,000
7. 64,000
8. 128,000
9. 256,000
10. 512,000
11. 1024,000
12. 2 juta
13. 4 juta
14. 8 juta
15. 16 juta
16. 32 juta
17. 64 juta
18. 128 juta
19. 256 juta
20. 512 juta
21. 1 milyar
22. 2 milyar
23. 4 milyar
24. 8 milyar
Jika Anda pilih option I, Anda kecolongan hampir 6 MILYAR !!!
Kita hanya diajari oleh guru di sekolah tentang teori2 Albert Eintein spt rumus kekuatan bom atom spt "E=MC2", dst. Tetapi tidak diajarkan bahwa "kekuatan
duplikasi" juga dikagumi oleh Albert Eintein, ilmuwan paling cemerlang abad 20, ia mengatakan "Kekuatan duplikasi adalah keajaiban dunia ke delapan".
============ ========= ==
FINANCIAL FREEDOM ALA HOWARD SCHULTZ (pemilik Starbucks) ?
Bayangkan seorang pengusaha jenius sekaliber Schultz ( ia baru dijuluki pengusaha jenius setelah sukses, tetapi saat pertama kali menawarkan ide bisnis menjual
segelas kopi seharga puluhan ribu rupiah, ia diteriakin GILA dan ditolak ratusan orang). Ia mampu mengubah produk komoditas murah (kopi) menjadi produk
eksklusif (customer-experienc e) berharga luar biasa mahal. Ia pandai pula mendapatkan dana segar nan murah melalui GO PUBLIC. Ia pandai pula memanfaatkan
media sebagai "public relation" untuk mempromosikan Starbucks. Ia pandai pula membangun partnership dgn perusahaan global spt Pepsi, dst.
Hasilnya LUAR BIASA. Dengan kekuatan "KONSEP DUPLIKASI", kedai kopi pertama yang dibangun Schultz tahun 1985, menjelma menjadi lebih dari 10,000 toko di tahun 2006, tersebar di seluruh dunia. Dan terus berlipat GANDA setiap tahun sampai sekarang.... . Schultz lalu memutuskan untuk PENSIUN. Di tahun 2000, ia menggaji seorang "mandor" utk mengurus jaringan Starbucks nya di seluruh dunia. Tentu saja sang mandor disebut dengan istilah keren "CEO" bernama Orin C. Smith.
Baik sang TUKANG BECAK maupun SCHULTZ sama2 mencapai "financial freedom". Yang satu pencapaiannya hanya kelas regional, yang satu lagi kelas dunia......
Sedangkan milyaran penduduk dunia tidak pernah mencapai "financial freedom", walaupun hanya di kelas regional saja....
============ ======
Bila sang TUKANG BECAK tamatan SD mampu melakukannya, seorang tamatan S1 secara logika pasti bisa melakukannya dengan hasil 3 kali lipat lebih banyak
(SD ke S1 kan ada 3 tahap, yakni SMP, SMU, baru Universitas) .

Mari kita ambil hikmahnya. Seandainya salah satu dari kita bisa memanfaatkan hikmah tsb dgn TAKE ACTION, semoga financial freedom bisa tercapai dalam 5 tahun mendatang... .

Bila Anda bermurah hati, artikel ini bisa dikutip utk disharing ke berbagai pihak, teman2 Anda, rekan2 kerja, famili2, ataupun disharing pada milis2 lainnya.
SEmoga bermanfaat bagi kita semua. Semoga kisah Starbucks2 lain bermunculan di bumi Indonesia dalam 5 tahun mendatang... .
"Maka bertasbihlah pada Allah pada petang hari dan pagi hari"                             ( Qs.Ar-Ruum:17")

KHATAM AL-QUR'AN MUDAH KOK....

Nuzulul Qur'an Sebagai Peringatan atau Pelajaran



Pada bulan Ramadhan banyak umat Islam yang menggelar

acara peringatan Nuzulul Qur'an. Untuk itu perlu

kiranya kali ini menyoroti masalah Nuzulul Qur'an,

hukum memperingatinya dan fungsi utama diturunkannya

Al-Qur'an.



Syekh Shafiyur Rahman Al-Mubarakfuriy (penulis Sirah

Nabawiyah) menyatakan bahwa para ahli sejarah banyak

berbeda pendapat tentang kapan waktu pertama kali

diturunkannya Al-Qur'an, pada bulan apa dan tanggal

berapa, paling tidak ada tiga pendapat :



Pertama: Pendapat yang mengatakan bahwa Nuzulul Qur'an

itu ada pada bulan Rabiul Awwal,



Kedua: Pendapat yang mengatakan bahwa Nuzulul Qur'an

itu pada bulan Rajab,



Ketiga: Pendapat yang mengatakan bahwa Nuzulul Qur'an

itu pada bulan Ramadhan.



Yang berpendapat pada bulan Rabiul Awwal pecah menjadi

tiga, ada yang mengatakan awal Rabiul Awwal, ada yang

mengatakan tanggal 8 Rabiul Awwal dan ada pula yang

mengatakan tanggal 18 Rabiul Awwal (yang terakhir ini

diriwayatkan dari Ibnu Umar radhiallaahu anhu).



Kemudian yang berpendapat pada bulan Rajab terpecah

menjadi dua. Ada yang mengatakan tanggal 17 dan ada

yang mengatakan tanggal 27 Rajab (hal ini diriwayatkan

dari Abu Hurairah radhiallaahu anhu -lihat Mukhtashar

Siratir Rasul, Syaikh Abdullah bin Muhammad bin Abdul

Wahhab An-Najdy, hal.75 -).



Al Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani di dalam Fathul Bari

berkata bahwa: Imam Al-Baihaqi telah mengisahkan bahwa

masa wahyu mimpi adalah 6(enam) bulan.



Maka berdasarkan kisah ini permulaan kenabian dimulai

dengan mimpi shalihah (yang benar) yang terjadi pada

bulan kelahirannya yaitu bulan Rabiul Awwal ketika

usia beliau genap 40 tahun. Kemudian permulaan wahyu

yaqzhah (dalam keadaan terjaga) dimulai pada bulan

Ramadhan.



Sesungguhnya kita menguatkan pendapat yang mengatakan

bahwa Nuzulul Qur'an ada pada bulan Ramadhan karena

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, artinya, "Bulan

Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan

(permulaan) Al-Qur'an" (Al-Baqarah:185 ).

Dan Allah berfirman, artinya, "Sesungguhnya Kami telah

menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan"

(Al-Qadr :1).



Seperti yang telah kita maklumi bahwa Lailatul Qadr

itu ada pada bulan Ramadhan yaitu malam yang

dimaksudkan dalam firman Allah yang artinya:

"Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang

diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi

peringatan" (Ad-Dukhaan:3 ).



Dan karena menyepinya Rasulullah Shallallahu alaihi

wasallam di gua Hira' adalah pada bulan Ramadhan, dan

kejadian turunnya Jibril as adalah di dalam gua Hira'.

Jadi Nuzulul Qur'an ada pada bulan Ramadhan, pada hari

Senin, sebab semua ahli sejarah atau sebagian besar

mereka sepakat bahwa diutusnya beliau menjadi Nabi

adalah pada hari Senin. Hal ini sangat kuat karena

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam ketika ditanya

tentang puasa Senin beliau menjawab: "Di dalamya aku

dilahirkan dan di dalamnya diturunkan (wahyu) atasku"

(HR. Muslim).



Dalam sebuah lafadz dikatakan "Itu adalah hari dimana

aku dilahirkan dan hari dimana aku diutus atau

diturunkan (wahyu) atasku"(HR. Muslim, Ahmad, Baihaqi

dan Al-Hakim).



Akan tetapi pendapat ketiga inipun pecah menjadi lima,

ada yang mengatakan tanggal 7 (hari Senin), ada yang

mengatakan tanggal 14 (hari Senin), ada yang

mengatakan tanggal 17 (hari Kamis), ada yang

mengatakan tanggal 21 (hari Senin) dan ada yang

mengatakan tanggal24 (hari Kamis).



Pendapat " 17Ramadhan" diriwayatkan dari sahabat

Al-Bara' bin Azib dan dipilih oleh Ibnu Ishaq,

kemudian oleh Ustadz Muhammad Huzhari Bik.



Pendapat " 21Ramadhan" dipilih oleh Syekh

Al-Mubarakfuriy, karena Lailatul Qadr ada pada malam

ganjil, sedangkan hari Senin pada tahun itu adalah

tanggal7 ,14 , 21 dan28 .



Sedangkan pendapat " 24Ramadhan" diriwayatkan dari

Aisyah, Jabir dan Watsilah bin Asqo' , dan dipilih

oleh Ibnu Hajar Al-Haitamiy, ia mengatakan: "Ini

sangat kuat dari segi riwayat".



Karena itu memperingati peristiwa turunnya Al-Qur'an

pertama kali tidaklah penting, sebab di samping hal

itu tidak dicontohkan oleh Rasulullah, para sahabatnya

dan para tabi'in, Al-Qur'an diturunkan tidaklah untuk

diperingati tetapi untuk memperingatkan kita.



Peristiwa Nuzulul Qur'an bukanlah diharapkan agar

dijadikan sebagai hari raya oleh umat ini, yang

dirayakan setiap tahun, karena Islam bukanlah agama

perayaan sebagaimana halnya agama-agama lain."



Islam tidak memerlukan polesan, tidak perlu dibungkus

dengan perayaan-perayaan yang membuat orang-orang

tertarik kepadanya. Karena itu pesta hari raya tahunan

di dalam Islam hanya ada dua yaitu Idul Fitri dan Idul

Adha.



Jadi turunnya Al-Qur'an bukan untuk diperingati setiap

tahunnya, melainkan untuk memperingatkan kita setiap

saat.



Allah Subhanahu wa Ta'ala menegaskan, artinya: "Alif

Lam Mim Shaad. Ini adalah sebuah kitab yang diturunkan

kepadamu, maka janganlah ada kesempitan di dalam

dadamu karenanya, supaya kamu memberi peringatan

dengan kitab itu (kepada orang kafir) dan menjadi

pelajaran bagi orang-orang yang beriman" (Al-A'raaf:1

-2).



Bukan Cara Salafus Shalih

Memperingati peristiwa turunnya Al-Qur'an bukanlah

cara orang-orang shaleh yang muttaqin. Akan tetapi

jejak ulama-ulama salaf adalah membaca Al-Qur'an,

membaca dan membaca lagi. Allah Subhaanahu Wa Ta'ala

berfirman, artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang

selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat, dan

menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami anugerahkan

kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan,

mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan

merugi" (Faathir:29 ).



Apalagi di bulan Ramadhan, bulan Al-Qur'an ini, Umar

radhiallaahu anhu berkata: "Seandainya kita bersih,

tentu akan merasa kenyang dari kalam Allah.

Sesungguhnya aku amat tidak suka manakala datang

sebuah hari sementara aku tidak membaca Al-Qur'an."



Karena itu beliau tidak meninggal dunia sehingga

mushafnya sobek karena seringnya dibaca. Dan ketika

menjadi imam pada shalat shubuh beliau sering membaca

surat Yusuf yang terdiri dari 111 ayat tertulis dalam

13 halaman, yang berarti satu sepertiga juz.



Hal ini tidak mengherankan karena khalifah kedua Umar

bin Khatthab radhiallaahu anhu ketika memimpin shalat

shubuh juga selalu membaca surat-surat yang bilangan

ayatnya lebih dari 100 ayat seperti surat Al Kahfi (

11halaman), surat Maryam ( 7halaman) dan surat Thaha

(10 halaman).



Begitulah generasi Qur'ani sangat mencintai Al-Qur'an.

Mereka tidak pernah merayakan peristiwa Nuzulul Qur'an

tetapi shalatnya membaca ratusan ayat, sementara kita

sebaliknya.



Shalat tarawih di jaman salaf rata-rata membutuh-kan

waktu 5 jam, dan kadang-kadang semalam suntuk, yang

berarti setiap satu rakaat tarawih (dari sebelas

rakaat) membutuhkan waktu 40 menit. Bahkan para

sahabat banyak yang shalat sambil bersandar dengan

tongkat karena terlalu lamanya berdiri.



Mengkhususkan Membaca Al-Qur'an

Para tabi'in dan tabi'ittabi'in, karena begitu

memahami arti dari Ramadhan, bulan Al-Qur'an, dan

begitu kuatnya dalam mencintai Al-Qur'an, maka bila

bulan Ramadhan tiba mereka mengkhususkan diri untuk

membaca Al-Qur'an seperti yang dilakukan oleh Imam

Az-Zuhri dan Sufyan Ats-Tsauri. Sehingga dalam satu

bulan khatam Al-Qur'an berpuluh puluh kali. Imam

Qatadah umpamanya, di luar Ramadhan khatam setiap

tujuh hari, di dalam Ramadhan khatam setiap tiga hari,

dan di sepuluh hari terakhir khatam setiap hari.

Sementara Imam Syafi'i di luar Ramadhan setiap hari

khatam sekali, dan di dalam Ramadhan setiap hari

khatam dua kali. Itu semua di luar shalat.



Begitulah ulama Ahlus Sunah tidak pernah merayakan

Nuzulul Qur'an, namun setiap hari khatam Al-Qur'an,

ada yang sekali dan ada yang dua kali. Sementara kita

sebulan Ramadhan jika khatam sekali saja maka sudah

puas dan gembira. Itupun bisa dihitung dengan jari.



Bahkan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah selama di dalam

penjara, dari tanggal 7 Sya'ban 726 H sampai wafatnya

22 Dzulqa'dah 728 H, selama2 tahun 4 bulan beliau

telah mengkhatamkan Al-Qur'an bersama saudaranya

Syeikh Zainuddin Ibnu Taimiyah sebanyak 80 kali

khatam, yang berarti rata-rata setiap 10 hari khatam

satu kali. Semoga Allah merahmati kita bersama mereka

dan semoga kita bisa meneladani Rasulullah n, dan para

sahabatnya, dan para ulama salaf dalam mencintai

Al-Qur'an dan di dalam tata cara ibadah lainnya. Amin.

Penulis: (Abu Hamzah As-Sanuwi,LC, M.Ag)