SURAT TERBUKA UNTUK PARA TERAPIS FASHDU SE INDONESIA
Bismillah.
Artikel ini adalah sebagai sarana edukasi dan juga nasehat bagi khususnya para penterapis fashdu yang belakangan ini mulai berkembang dan marak di negara Indonesia.
Mereka menyebut fashdu memakai istilah "salah satu dari thibbun nabawi" yakni pengobatan Rasul dari islam, benarkah demikian? Sungguh hal ini adalah sebuah kekeliruan yang memang harus diluruskan dengan dalil dan sains serta perundang-undangan masalah kesehatan di negara ini.
APA ITU FASHDU?
Fashdu atau الفصد adalah metode pengambilan darah dari proses pemotongan / menyobek pembuluh darah vena pada hypodermis kulit manusia.
Di dalam kedokteran komplementer metode ini dikenal dengan istilah Phlebotomy / Flebotomi dengan penjelasan definisi yang sama.
PERBEDAAN FASHDU DENGAN FLEBOTOMI.
Perbedaan yang sangat mencolok di dalam masalah ini adalah dari tenaga medisnya, jika flebotomi dilakukan hanya oleh mereka yang telah mendapatkan ijin sebagai tenaga kesehatan dengan diterbitkannya STR (Surat Tanda Registrasi) bahwa mereka telah lulus dari magang setelah menempuh pendidikan komplementer selama 3, 4, atau 6 tahun, tidak termasuk magang yang biasanya ditempuh selama 2 tahun juga, sehingga boleh bagi mereka menginvasif (melukai) vena pada tubuh manusia.
Sedangkan fashdu di negara ini, pelakunya adalah masyarakat awam akan dunia kesehatan, rata-rata tidak pernah menempuh pendidikan kedokteran atau sederajat dengan itu. Mereka hanya melakukan kursus otodidak sehari atau 2 hari dan kemudian action melakukan invasif pada vena manusia.
Perbedaannya lagi adalah, jika flebotomi hanya melukai vena yang ada di pergelangan/lengan tangan sama seperti infus, sedang fashdu mana yang sakit itu yang dicoblos. Bila pasien sakit kepala maka vena di kepala itu yang dicoblos, bila kaki linu maka kaki yang dicoblos, dll.
Darah hasil flebotomi digunakan bisa untuk donor darah dengan sebelumnya dilakukan perlakuan khusus secara prosedural medis terlebih dahulu, atau dimasukkan ke laboratorium untuk dicek kandungan darahnya dalam menentukan penyakit apa yang menjangkit pada pasien.
Sedangkan fashdu, darah pasien ditampung dalam timba dan didiagnosa dengan mata telanjang dari penampakan darah itu. Bila darah membusa maka katanya kolesterol, bila menggumpal katanya lemak jahat, bila bergerak katanya kena jin, dll.
Pertanyaannya cukup 1.
"Dasar ilmiyahnya apa dan dari mana?"
Coba anda sembelih ayam, tampung darahnya di baskom kena udara bebas, namanya darah pasti menggumpal kena udara luar, pasti berbuih, pasti ada yang cerah dan ada yang gelap, ada juga yang bergerak, apakah kita mengatakan ayam ini kena asam urat? Apakah ayamnya kesurupan jin?
Mereka hanya bermain dengan cocoklogi saja, dulu ada orang kena kolesterol saat difashdu pas darahnya berbuih, kemudian ada orang dengan keluhan sama dan darahnya juga sama, akhirnya langsung diklaim bahwa darah yang berbuih adalah kolesterol, dst. Nah itu lah empiris yang bersumber dari kepercayaan baik secara coba-coba, wangsit, turunan, dll, tanpa ada penelitian ilmiyahnya.
Darah itu komplek, ada aktif ada statis, ada CPS, ada plasma, ada hemoglobin, ada air, ada CO2, ada urium, ada banyak ini dan itu yang semua ada dengan sifatnya masing-masing dan pada tempatnya masing-masing, tidak semua diklaim sama dan untuk mengetahaui kekomplekan darah HARUS pakai lab, ada pemecahan kepingan, pelarutan, pemotongan rantai, uji genetik dll, yang prosedural, klinis dan ilmiyah, bukan dilihat dengan mata telanjang.
Kalau pun ada di negara ini penterapis fashdu yang bergelar seperti ND (Naturopati Dokter) atau ID (International Doctor), dll yang semisal dari itu, maka hal itu bukan menjadi kemakluman dalam berpraktek di negara ini, sebab gelar tersebut tidak diakui oleh Indonesia terkecuali mereka melakukan keseteraan medis dengan kurikulum yang ketat, itu pun fashdu tetap tidak diperbolehkan di negara ini.
MENGAPA FASHDU TIDAK DIPERBOLEHKAN?
Di Indonesia, dunia kedokteran yang diakui ada 3, yakni.
I. Kedokteran KOMPLEMENTER.
Yaitu kedokteran modern yang menempuh pendidikan formal sebagai seorang pengobat seperti dokter, perawat, bidan, dll, yang khasiat dan mafaatnya diakui secara biomedis dan biokultural dalam penjelasannya serta manfaat dan keamanannya terbukti juga secara klinis dan ilmiyah.
Masing-masing dari profesi komplementer ini memiliki badan hukum yang diakui oleh KEMENKES seperti IDI (Ikatan Dokter Indonesia), IBI (Ikatan Bidan Indonesia), PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia), dll.
II. Kedokteran EMPIRIS.
Yakni kedokteran traditional yang manfaat dan khasiatnya diakui secara empiris (turun menurun). Di negara ini kedokteran empiris dinamakan dengan HATRA (Penyehat Traditional) dengan mendapatkan surat praktek bernama STPT (Surat Terdaftar Penyehat Traditional).
Tidak semua kedokteran empiris di negara ini diakui oleh KEMENKES, dari semua kedokteran empiris hanya 10 macam kedokteran empiris saja yang diakui oleh KEMENKES di negara Indonesia, yakni.
1. Akupuntur dengan Diploma 3.
Dengan menempuh sekolah minimal D3 akupuntur dan tergolong dalam istilah NAKESTRAD (Tenaga Kesehatan Traditional), dan atau mendapatkan gelar S.PAk (Specialis Akupuntur) seperti halnya dokter specialis lainnya.
2. Bekam dengan PBI (Perkumpulan Bekam Indonesia) dulu namanya ABI (Asosiasi Bekam Indonesia).
Satu-satunya asosiasi di negara ini yang memiliki wewenang penuh atas bekam dan berhak memberikan rekom kepada pembekam yang dirasa sudah mampu dan lulus melalui USBN (Ujian Standarisasi Bekam Nasional). Insyaa Allah dalam tempo yang akan datang bekam juga akan melalui pendidikan medis setara D3 dan berganti menjadi NAKESTRAD sama seperti Akupuntur.
(Hingga tulisan ini dibuat, PBI masih menggodok agenda akreditasi sekolah bekam).
3. Naturopati dengan PKNI, dari IKNI (IKatan Naturopati Indonesia).
4. Herbalis Ramuan dengan P-Aspetri (Perkumpulan Anggota Seluruh Penyehat Tradisional Ramuan Indonesia).
5. Refleksi dengan PerP4RI (Perkumpulan Persaudaraan Pelaku dan Pemerhati Pijat Refleksi Indonesia).
6. Akupresur dengan P3AI (Persaudaraan Pelaku dan Pemerhati Akupresur Indonesia).
7. Pijat Traditional dengan P-AP3I (Perkumpulan Para Pemijat Penyehatan Indonesia).
8. Reiki dengan ARSI (Asosiasi Reiki Indonesia)
sebelumnya PRI (Persatuan Reiki Indonesia).
9. Pengobatan Alternatif dengan APALI (Andalan Penyembuh Alternatif Indonesia).
10. Spa dengan ASTI (Asosiasi Spa Terapis Indonesia).
Semua asosiasi di atas ini lah yang diakui keberadaannya oleh KEMENKES dan boleh melakukan praktek sesuai dengan kompetensinya masing-masing.
Adapun pengobatan / penyehatan traditional selain dari yang disebutkan di atas, TIDAK MENDAPATKAN hak ijin praktek di Indonesia termasuk fashdu.
(Hingga artikel ini dibuat asosiasi yang diakui oleh KEMENKES masih ada 9 asosiasi di atas tidak termasuk Akupuntur yang sudah lebih dulu terakreditasi dan dimasukkan ke dalam NAKESTRAD).
III. Kedokteran INTEGRASI
Yakni gabungan dari keduanya, secara bahasa mudahnya adalah dokter komplementer juga melakukan praktek empiris seperti bekam, refleksi, akupuntur, spa, dll.
PERATURAN PEMERINTAH TENTANG FASHDU.
Di negara ini terdapat sebuah Peraturan Pemerintah atau disingkat dengan istilah PP Nomor 103 Tahun 2014 yang secara global terangkum seperti berikut.
"Penyehat Traditiona DILARANG memberikan Obat Bebas, Obat Bebas Terbatas, Obat Keras, Narkotika, dan Psikotropika, serta Bahan Berbahaya, Radiasi, Invasif (Perlukaan), dan Mineral, yang dilarang sesuai dengan keberadaan peraturan perundang-undangan.
Dan bagi penyehat traditional yang tidak mempunyai ijin dan tidak mematuhi PP 103 Tahun 2014, maka dapat ditindak berdasarkan UU No. 36/2009 tentang kesehatan dengan penjara paling lama 1 tahun dan denda 100 juta rupiah".
Maka solusi bagi para pemfashdu adalah.
1. Buat SOP kalian.
2. Buatlah sekolah minimal LKP yang diakui oleh Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan.
3. Buatlah Asosiasi Fashdu yang DIAKUI oleh KEMENKES negara Indonesia.
4. Buatlah ujian nasional fashdu seperti 9 asosiasi HATRA yang lain.
5. Uruslah STPT.
Itulah syarat bagi kalian untuk aman berpraktek di negara ini dan tidak menjadi ancaman kesehatan bagi masyarakat Indonesia.
Bila ada yang bertanya, mengapa bekam boleh, kan sama-sama menginvasif kulit seperti fashdu?
Jawaban singkatnya sudah terjawab, yakni bekam memiliki PBI sebagai payung hukumnya.
FASHDU BUKAN BAGIAN DARI PENGOBATAN ISLAM.
Sampai artikel ini dibuat, belum ada 1 pun hadits yang menyatakan fashdu adalah bagian dari pengobatan islam, sesuatu bisa dikatakan bagian dari islam apabila terdapat padanya dalil yang shahih dari Al-Qur'an dan Hadits Rasul.
Dan semua dalil yang beredar di internet seputar fashdu adalah maudhu' alias PALSU, tidak ada yang shahih yang semua itu adalah karangan atas kelancangan orang-orang jahil yang berlebihan dalam mencoba mempertahankan idiologi mereka.
Saya menghimbau kepada semua pemfashdu, datangkan dalil yang shahih tentang fashdu atau ancaman Rasulullah berlaku untuk kalian.
Dari Al Mughirah, ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ كَذِبًا عَلَىَّ لَيْسَ كَكَذِبٍ عَلَى أَحَدٍ ، مَنْ كَذَبَ عَلَىَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ
“Sesungguhnya berdusta atas namaku tidaklah sama dengan berdusta pada selainku. Barangsiapa yang berdusta atas namaku secara sengaja, maka hendaklah dia MENEMPATI TEMPAT DUDUKNYA DI NERAKA.” (HR. Bukhari no. 1291 dan Muslim no. 4).
Pertanyaan saya cuma 1 kepada yang telah berani memalsukan hadits Rasul.
"Apa kalian mau masuk neraka?"
Dan jika kalian mengatakan fashdu adalah pengembangan dari bekam, maka tentu WAJIB ATAS KALIAN DALIL, karena untuk menyamakan sesuatu hal dengan sebuah syari'at WAJIB memakai DALIL bukan hanya akal.
Apakah kalian rela jika gerakan senam erobik disamakan sebagai pengembangan dari gerakan shalat?
PENUTUP
Dan sebagai penutup saya katakan bahwa kami PBI tidak pernah mengakui fashdu adalah sebagai pengembangan dari bekam dan kami berlepas diri dari klaim mereka.
Saya pribadi tidak melarang atau membenci fashdu, yang saya kritisi hanya cara dari beberapa oknum penterapis fashdu yang dengan lancang menyamakan fashdu dengan bekam atau mengatakan fashdu bagian dari thibbun nabawi tanpa dalil, serta seolah sangat sakti dalam mendiagnosa penyakit melalui darah dengan mata telanjang, sehingga membuat paradigma yang menyesatkan dalam dunia kesehatan kepada masyarakat umum.
Bila ada hal yang memang mungkin ingin kalian kritisi dari tulisan ini maka silahkan kritisi dengan 1 syarat yakni, bawakan dalil jika itu berhubungan dengan agama atau bawakan keilmiyahannya secara klinis, karena saya pribadi adalah orang yang hanya menerima keyakinan berdasarkan dalil dan sains.
Berikut saya cantumkan juga pernyataan dari para petinggi PBI seputar klaim bahwa fashdu adalah pengembangan dari bekam.
Diantaranya:
1. H. Kathur Suhardi, BA.
Ketua Dewan Suro PBI Pusat.
2. dr. Zaidul Akbar
Ketua Umum PBI Pusat.
3. Ir. B. Machendra
Ketua Harian PBI Pusat
Bagi masyarakat luas jika boleh saya mengilustrasikan, jika kita hendak naik ojek atau taxi maka kita akan memilih sopirnya yang pasti memiliki SIM, jadi dalam dunia kedokteran traditional (empiris), SIM mereka adalah STPT, dan relakah kita mempercayakan kesehatan kita kepada yang tidak memiliki STPT sebagai ijin praktek?
Barakallahu fikum.
Malang, 19 Desember 2018
Ditulis oleh:
RIZAL ABU USAMAH
Pembimbing, Pengawas dan Pengendalian Bekam DINKES Kota Malang serta Trainer Nasional Bekam dan Sekretaris PBI DPC Malang.
================
Selasa, Desember 25, 2018
Selasa, Desember 18, 2018
Bahaya Ghibah dan fitnah!!!
BAHAYA MENGGUNJING
Oleh
Syaikh Shalih bin ‘Abdullah bin Humaid
Syaikh Shalih bin ‘Abdullah bin Humaid
Kami berwasiat kepada diri saya sendiri, dan juga kepada kaum Muslimin, bertakwalah kepada Allah Azza wa Jalla . Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, maka Allah akan mencukupinya. Dan barangsiapa yang takut kepada manusia, maka sesungguhnya, manusia tidak bisa memberikan manfaat sedikitpun di hadapan Allah Azza wa Jalla . Kita juga harus menyadari, bahwa tidak ada yang bisa mendapatkan rahmat kecuali orang-orang yang bertakwa. Tidaklah mendapatkan pahala, kecuali orang-orang yang berada di atas ketakwaan.
Nasihat untuk bertakwa ini sangatlah banyak. Akan tetapi, betapa disesalkan, karena yang melaksanakannya ternyata sangat sedikit. Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang bertakwa.
Sebagai agama yang sempurna, Islam mengajak bicara akal, hati, perasaan dan jiwa, akhlak dan pendidikan. Agama yang mulia ini menggariskan adanya peraturan-peraturan agar seorang muslim dapat memiliki hati yang selamat, perasaan yang bersih, menjaga kehormatan lisan, dan menjaga rahasia pribadinya, serta dapat berakhlak mulia terhadap Rabb-nya, dirinya dan seluruh manusia. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain. [al Hujurat/49 : 12].
Pesan al Qur`an ini, merupakan jawaban atas fenomena yang kita lihat saat ini. Yakni, agar kita terhindar dari perbuatan ghibah (menggunjing), mencari-cari kesalahan orang lain. Karena menggunjing ini dapat menyebabkan terlanggarnya kehormatan, keselamatan hati dan ketenangan di masyarakat. Perbuatan menggunjing, merupakan salah satu dosa besar yang membinasakan, merusak agama para pelakunya, baik sebagai pelaku ataupun orang yang rela ketika mendengarkannya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman di dalam al Qur`an :
وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ
Dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yaang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. [al Hujurat/49 : 12].
Menggunjing orang lain, tidak lepas dari salah satu dari tiga istilah, yang semuanya disebutkan al Qur`an. Yaitu : ghibah, ifku dan buhtan.
Apabila yang Anda sebutkan tentang saudara Anda itu ada padanya, maka inilah ghibah. Apabila Anda menyampaikan semua yang Anda dengar, maka ini adalah ifku. Dan apabila yang Anda sebutkan tidak ada pada diri saudaramu, maka ini adalah buhtan.
Ghibah (menggunjing) adalah, setiap yang dapat dipahami dengan maksud penghinaan, baik berupa perkataan, isyarat atau tulisan. Ghibah ini, juga bisa berupa penghinaan terhadap seseorang tentang agama, kondisi fisik, akhlak, harta dan keturunannya. Barangsiapa yang mencela ciptaan Allah, berarti ia telah mencela penciptanya.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menyeru pelaku perbuatan ini dengan sabdanya:
يَا مَعْشَرَ مَنْ آمَنَ بِلِسَانِهِ وَلَمْ يَدْخُلِ الْإِيمَانُ قَلْبَهُ لَا تَغْتَابُوا الْمُسْلِمِينَ وَلَا تَتَّبِعُوا عَوْرَاتِهِمْ فَإِنَّهُ مَنِ اتَّبَعَ عَوْرَاتِهِمْ يَتَّبِعُ اللَّهُ عَوْرَتَهُ وَمَنْ يَتَّبِعِ اللَّهُ عَوْرَتَهُ يَفْضَحْهُ فِي بَيْتِهِ
Wahai orang-orang yang beriman dengan lisannya, namun keimanan itu belum masuk ke dalam hatinya! Janganlah kalian mengghibah (menggunjing) kaum Muslimin. Jangan pula mencari-cari aib mereka. Barangsiapa yang mencari-cari aib mereka, (maka) Allah akan mencari-cari aibnya. Dan barangsiapa yang Allah mencari-cari aibnya, niscaya Allah akan membeberkan aibnya, meskipun dia di dalam rumahnya.
Tentang bahaya menggunjing ini, al Hasan berkata : “Ghibah, demi Allah, lebih cepat merusakkan agama seseorang daripada ulat yang memakan tubuh mayit”.
Maka sungguh aneh, jika ada orang yang mengaku sebagai ahlul haq dan ahlul iman, ternyata ia melakukan perbuatan ghibah (menggunjing), sedangkan dia mengetahui akibat buruk perbuatan tersebut. Firman Allah Ta’ala mengingatkan :
أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ
Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? [al Hujarat/49 : 12].
Seburuk-buruk ghibah, yaitu menggunjing para pemimpin, para ulama, orang-orang berkedudukan, orang-orang shalih, dan orang yang mengajak berbuat adil. Pelaku ghibah ini telah mencabik-cabik kehormatan orang-orang terpandang yang memiliki kedudukan. Pelaku ghibah ini juga merendahkan kedudukan mereka, menghilangkan kewibawaan mereka, menghilangkan kepercayaan terhadap mereka, mencela perbuatan dan usaha mereka, dan meragukan kemampuan mereka.
Bayangkan, tidak disebut seorang yang mulia di hadapannya, kecuali direndahkannya. Tidaklah muncul seorang yang mulia, kecuali dicelanya. Tidak pula orang shalih, kecuali dia akan menuduhnya. Pelaku ghibah ini, senang menuduh orang-orang terpercaya, menggunjing orang-orang shalih. Pelaku ghibah menanamkan permusuhan dan membingungkan orang-orang kebanyakan, memutuskan silaturahmi dan memecah persatuan.
Allahu Akbar! Apakah seorang muslim layak bersikap demikian kepada saudaranya?
Wahai pelaku ghibah! Setiap orang pasti dicintai dan dibenci, diridhai dan dimarahi, disukai dan dimusuhi.
Orang yang berakal, dalam mencintai kekasihnya, ia tidak akan berbuat secara berlebihan; sebab, mungkin suatu hari orang yang dikasihinya tersebut akan dibencinya. Sebaliknya, manakala seorang muslim harus membenci, maka dia pun bersikap sewajarnya; sebab, mungkin suatu hari orang yang dibencinya akan menjadi kekasihnya. Oleh karena itu, jadilah orang yang selalu menegakkan kebenaran dan bersikap adil. Jangan sampai ketidak-sukaan membuatmu bersikap zhalim. Allah berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ
Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. [al Maidah/5 : 8].
Jika dikatakan kepada Anda : “Fulan telah meggunjingmu, sampai kami merasa kasihan kepadamu”. Maka jawablah dengan perkataan : “Seharusnya, dialah yang seharusnya engkau kasihani”.
Bertakwalah kita kepada Allah. Sungguh beruntung orang yang bisa menahan diri, tidak berlebihan dalam berbicara. Sungguh beruntung orang yang bisa menguasai lisannya. Sungguh beruntung orang yang terhindar dari menggunjing orang lain, karena ia mengetahui yang ada pada dirinya. Sungguh beruntung orang yang berpegang dengan petunjuk al Qur`an, kemudian menghadap Allah dengan hati yang khusyu’, lisan yang jujur, dan ikhlas mencintai saudaranya.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyanyang. [al Hasyr/59 : 10].
Kami mengingatkan kembali, hendaklah kita jauhi perbuatan ghibah atau menggunjing orang lain. Ketahuilah, orang yang mendengarkan ghibah, ia mendapatkan dosa yang sama seperti pelakunya. Sehingga orang yang mendengarkan ghibah tidak selamat dari dosa, kecuali jika ia mengingkari dengan lisannya, atau dengan hatinya. Apabila bisa, hendaklah ia tinggalkan majelis atau tempat tersebut, atau memutusnya dengan mengalihkan kepada pembicaraan yang lain. Karena, orang yang diam ketika mendengar ghibah, maka ia termasuk bergabung dengan pelakunya. Sehingga Ibnu Mubarak mengingatkan: “Pergilah dari orang yang menggunjing, sebagaimana engkau lari dari kejaran singa”.
Setiap orang memiliki cacat dan aib, kesalahan dan kekeliruan. Oleh karena itu, kita jangan merasa mengetahui apa yang tidak diketahui orang lain. Daripada mengurusi aib orang lain, mengapa kita tidak menyibukkan diri dengan aib sendiri? Jagalah hak dan kehormatan saudaramu! Dalam sebuah hadits dinyatakan :
مَنْ ذَبَّ عَنْ لَحْمِ أَخِيهِ بِالْغِيبَةِ كَانَ حَقًّا عَلَى اللَّهِ أَنْ يُعْتِقَهُ مِنَ النَّارِ
Barangsiapa yang membela daging (kehormatan) saudaranya dari ghibah, maka menjadi hak Allah untuk membebaskannya dari api Neraka. [1]
وَمَنْ قَالَ فِي مُؤْمِنٍ مَا لَيْسَ فِيهِ أَسْكَنَهُ اللَّهُ رَدْغَةَ الْخَبَالِ حَتَّى يَخْرُجَ مِمَّا قَالَ
Barangsiapa yang berkata tentang seorang mu`min yang tidak ada padanya, (maka) Allah akan menempatkannya pada lumpur ahli Neraka, sampai dia keluar dari apa yang dia ucapkan.[2]
مَنْ كَانَتْ عِنْدَهُ مَظْلِمَةٌ لِأَخِيهِ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهَا فَإِنَّهُ لَيْسَ ثَمَّ دِينَارٌ وَلَا دِرْهَمٌ مِنْ قَبْلِ أَنْ يُؤْخَذَ لِأَخِيهِ مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ أَخِيهِ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ
Barangsiapa berbuat kezhaliman terhadap saudaranya (orang lain), hendaklah dia meminta maaf atas kezhalimannya. Karena (pada hari Kiamat), di sana tidak ada dinar (dan) tidak pula dirham sebagai penebusnya, sebelum diambil kebaikan dari dirinya untuk saudaranya tersebut. Apabila dia tidak memiliki kebaikan, maka diambillah kejelekan saudaranya tersebut dan dilimpahkan kepadanya.
(Diangkat dari Khuthbah Jum’at Syaikh Shalih bin ‘Abdullah bin Humaid, di Masjid al Haram, Makkah al Mukarramah)
Read more https://almanhaj.or.id/3697-bahaya-menggunjing.html
Selasa, November 06, 2018
Majelis Ruqyah Indonesia
Syekh Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah beliau menamakan surah Al-fatihah yaitu miftahul ghina wal falah(kunci kekayaan dan kesuksesan), Hafizhatul Quwwah(penjaga kekuatan),Dafi'atul hamm wal ghamm wal hazan(penolak rasa gundah,cemas dan sedih) lalu Imam An-Nasafi beliau mengatakan surah Fatihah adalah surah Al-Asas(fondasi),lalu mengutip perkataan Ibnu Abbas"jika kamu merasa sakit atau mengerang kesakitan maka bacalah al-Asas(Fatihah)"
Tafsir An-Nasafi juz1,dikutip Sheikh Usamah bin Yasin Al-ma'ani @tafadhol konsultasi medis dan non medis, Ruqyah Syar'iyah😊 hub ust Wawan: 083813594681
Tafsir An-Nasafi juz1,dikutip Sheikh Usamah bin Yasin Al-ma'ani @tafadhol konsultasi medis dan non medis, Ruqyah Syar'iyah😊 hub ust Wawan: 083813594681
Senin, Oktober 15, 2018
Kisah cinta sahabiyah Laila dan Kholid RA
Catatan Ruqyah 15ok'18: melihat kondisi pasien ruqyah kali ini hati seperti bergemuruh;,karena sebut teh Put usia 25thn,asli Bekasi,telah dikasih anak usia 3bln, masa muda dilepas ortunya utk pacaran,sampai jauh dibawa kemedan tempat lelakinya,singkat kata dia menikah akhirnya dgn seorg laki ini,dgn nikah telah beragama Islam suaminya(mualaf),selang satu tahun nikah,suami bilang tidak cocok dgn Islam,akhirnya kembali keagama nya semula,dia bilang ke put" terserah kamu,jika mau ikut saya, silahkan km masuk agama saya,jika kamu tidak mau,kita pisah"kata suaminya. Dalam hati yg galau akhirnya satu bulan yg lalu,put dibawa kegereja utk dibaptis, sampai berita ini tercium oleh keluarga put,yg sebenarnya klg engkong haji,yg byk memiliki tanah dijatiasih, diambillah put dari rmh kontrakan lakinya kermh ortunya put,utk ditenangkan kejiwaannya Krn masih labil,kata pamannya sekaligus RW setempat,ini adalah modus kristenisasi,karena pada awalnya mau masuk Islam,tapi pada akhirnya ngajak kembali murtad sang istri, Masya Allah, akhir nya kita buat majelis Ruqyah utk mendamaikan jiwa dan mengusir gangguan psikologis nya, Alhamdulillah semua berjalan lancar,kita doakan put Istiqomah dlm Islam,dan klga bersabar.pelajaran buat kita,yg sejak lahir Islam tapi byk yg tidak sholat,tidak bisa ngaji,TDK berhijab,minum minuman keras dll pada akhirnya jati diri Islamnya sama sekali hilang,saat bab aqidah digoyang, rapuhlah hatinya, saat memahami kisah sahabat Kholid bin walid, saat itu masih kafir,dia punya kekasih bernama Laila, pulangnya Khalid dari perang Uhud(dimana kaum muslimin mengalami kekalahan) langsung menemui Laila,
Khalid:"kita menang Laila,kaum muslimin kalah saat pasukan memanah turun dari gunung Uhud,dan saya bersama pasukan saya mengunci mereka dari belakang,hingga kaum muslimin kita kalah kan!(dgn gembira Khalid bercerita)
Laila:"sungguh perbuatan licik engkau lakukan pada kaum muslimin wahai Kholid
Khalid:"engkau membela kaum muslimin?
Laila:"bagaimana saya tidak membela,karena saya bagian dari mereka!
Wahai Khalid masuklah Islam!
Khalid:kamu tidak cinta dgn agama nenek moyang kita Laila, ingat lah kita esok akan menikah,ingat cinta dan perasaan kita,ya kekasihku Laila!
Laila:" ya Kholid, sesungguhnya cinta dan perasaan saya sudah tertuju pada Allah, walau engkau gabungkan kekuatan utk melumpuhkan kekuatan kaum muslimin,jika Allah tidak izinkan maka kalahlah ia!wahai kholid masuklah agama Islam,agama tauhid,agama membebaskan dari akal manusia yg bodoh,menuju kebahagiaan dunia akhirat!
Dalam renungan dalamnya kata2 Laila, menembus hati keras kholid, yg pada akhirnya sahabat Nabi ini masuk Islam,dipuji Nabi,sebagai Saifullah(pedang Allah), selalu berjuang utk Allah,sampai akhir hayatnya, dunia bukan lagi tujuannya,hanya syahid yg ia inginkan, walau pada akhirnya mati dalam pembaringan karena sakit yg diderita,disisi akhirnya ada Laila! Subhanallah kisah cinta sejati dari sahabat Nabi Kholid bin Walid R.A!
Khalid:"kita menang Laila,kaum muslimin kalah saat pasukan memanah turun dari gunung Uhud,dan saya bersama pasukan saya mengunci mereka dari belakang,hingga kaum muslimin kita kalah kan!(dgn gembira Khalid bercerita)
Laila:"sungguh perbuatan licik engkau lakukan pada kaum muslimin wahai Kholid
Khalid:"engkau membela kaum muslimin?
Laila:"bagaimana saya tidak membela,karena saya bagian dari mereka!
Wahai Khalid masuklah Islam!
Khalid:kamu tidak cinta dgn agama nenek moyang kita Laila, ingat lah kita esok akan menikah,ingat cinta dan perasaan kita,ya kekasihku Laila!
Laila:" ya Kholid, sesungguhnya cinta dan perasaan saya sudah tertuju pada Allah, walau engkau gabungkan kekuatan utk melumpuhkan kekuatan kaum muslimin,jika Allah tidak izinkan maka kalahlah ia!wahai kholid masuklah agama Islam,agama tauhid,agama membebaskan dari akal manusia yg bodoh,menuju kebahagiaan dunia akhirat!
Dalam renungan dalamnya kata2 Laila, menembus hati keras kholid, yg pada akhirnya sahabat Nabi ini masuk Islam,dipuji Nabi,sebagai Saifullah(pedang Allah), selalu berjuang utk Allah,sampai akhir hayatnya, dunia bukan lagi tujuannya,hanya syahid yg ia inginkan, walau pada akhirnya mati dalam pembaringan karena sakit yg diderita,disisi akhirnya ada Laila! Subhanallah kisah cinta sejati dari sahabat Nabi Kholid bin Walid R.A!
Jumat, September 14, 2018
Hikmah puasa Muharram: 9-10 Muharram
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ
“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah (puasa) di bulan Allah (bulan) Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib (lima waktu) adalah shalat malam.“[1].
Hadits yang mulia ini menunjukkan dianjurkannya berpuasa pada bulan Muharram, bahkan puasa di bulan ini lebih utama dibandingkan bulan-bulan lainnya, setelah bulan Ramadhan[2].
Mutiara hikmah yang dapat kita petik dari hadits ini:
- Puasa yang paling utama dilakukan pada bulan Muharram adalah puasa ‘Aasyuura’ (puasa pada tanggal 10 Muharram), karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallammelakukannya dan memerintahkan para sahabat radhiyallahu ‘anhum untuk melakukannya[3], dan ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang keutamaannya beliau bersabda,يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ“Puasa ini menggugurkan (dosa-dosa) di tahun yang lalu“[4].
- Lebih utama lagi jika puasa tanggal 10 Muharram digandengankan dengan puasa tanggal 9 Muharram, dalam rangka menyelisihi orang-orang Yahudi dan Nashrani, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika disampaikan kepada beliau bahwa tanggal 10 Muharram adalah hari yang diagungkan orang-orang Yahudi dan Nashrani, maka beliau bersabda,فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ – إِنْ شَاءَ اللَّهُ – صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ“Kalau aku masih hidup tahun depan, maka sungguh aku akan berpuasa pada tanggal 9 Muharram (bersama 10 Muharram).” [5]
- Adapun hadits,صُومُوا يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَخَالِفُوا فِيهِ الْيَهُودَ صُومُوا قَبْلَهُ يَوْماً أَوْ بَعْدَهُ يَوْماً“Berpuasalah pada hari ‘Aasyuura’ dan selisihilah orang-orang Yahudi, berpuasalah sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya.“[6], maka hadits ini lemah sanadnya dan tidak bisa dijadikan sebagai sandaran dianjurkannya berpuasa pada tanggal 11 Muharram[7].
- Sebagian ulama ada yang berpendapat di-makruh-kannya (tidak disukainya) berpuasa pada tanggal 10 Muharram saja, karena menyerupai orang-orang Yahudi, tapi ulama lain membolehkannya meskipun pahalanya tidak sesempurna jika digandengkan dengan puasa sehari sebelumnya[8].
- Sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan puasa tanggal 10 Muharram adalah karena pada hari itulah Allah Ta’ala menyelamatkan Nabi Musa álaihis salam dan umatnya, serta menenggelamkan Fir’aun dan bala tentaranya, maka Nabi Musa ‘alaihis salam pun berpuasa pada hari itu sebagai rasa syukur kepada-Nya, dan ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendengar orang-orang Yahudi berpuasa pada hari itu karena alasan ini, maka beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,فَنَحْنُ أَحَقُّ وَأَوْلَى بِمُوسَى مِنْكُمْ“Kita lebih berhak (untuk mengikuti) Nabi Musa ‘alaihis salam daripada mereka“[9]. Kemudian untuk menyelisihi perbuatan orang-orang Yahudi, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan untuk berpuasa tanggal 9 dan 10 Muharram[10].
- Hadits ini juga menunjukkan bahwa shalat malam adalah shalat yang paling besar keutamaannya setelah shalat wajib yang lima waktu[11].
***
Penulis: Ustadz Abdullah Taslim Al Buthoni, M.A
Majelis RuQyah mengajak antum banyak dzikir agar selalu dilindungi Allah dari gangguan jin jahat
Hanya dengan Berdzikir Hati Bisa Menjadi Tenang
Firman Allah dalam Surat Ar Ra'du: 28)
الَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللَّـهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّـهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Artinya: orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.
Pernahkan kita berpikir mencari sesuatu yang dapat menenangkan hati selain berdzikir?
Dunia modern telah banyak meneliti bahwa berbuat baik akan menenangkan hati, seperti memberi sumbangan yang banyak, membangun tempat-tempat ibadah, berpuasa bahkan ber- Yoga.
Semua cara tersebut memang ada baiknya, namun belumlah bisa dikatakan hati mereka itu benar-benar bersih dan tenang, karena berdzikir hanya berdikirlah hati menjadi tenang.
Salah satu Dzikir yang lazim diazarkan adalah menyebut Nama Allah, dengan menyebut nama2 Allah akan membuat hati kita terisi dengan Cahaya Allah, sehingga tercapailah ketentraman dan ketenangan.
Jika amalan-amalan dzikir tersebut senantiasa dilakukan terus-menerus pagi dan petang sampai pagi lagi maka Akan berlimpahanlah hati yang berdzikir tersebut dengan Cahaya Allah yang merupakan puncak kemenangan yang hakiki.
Allåh berfirman:
إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا . لِتُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُعَزِّرُوهُ وَتُوَقِّرُوهُ وَتُسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
Sesungguhnya Kami mengutus kamu sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkan (agama)Nya, membesarkan-Nya. Dan bertasbih kepada-Nya di waktu pagi dan petang. (al-Fath: 8-9)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا . وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang (al-Ahzab: 41-42)
وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ الْغُرُوبِ
dan bertasbihlah sambil memuji Rabbmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam(nya). (Qaaf: 39)
وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا وَمِنْ آنَاءِ اللَّيْلِ فَسَبِّحْ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ لَعَلَّكَ تَرْضَىٰ
Dan bertasbihlah dengan memuji Rabbmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang (Thaa-Haa: 130)
وَاذْكُرْ رَبَّكَ كَثِيرًا وَسَبِّحْ بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ
“…Dan sebutlah (nama) Rabbmu sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah di waktu petang dan pagi hari”. (Aal-i-Imraan: 41)
وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
Dan sebutlah nama Rabbmu pada (waktu) pagi dan petang. (al-Insan: 25)
أَنْ سَبِّحُوا بُكْرَةً وَعَشِيًّا
…hendaklah kamu bertasbih di waktu pagi dan petang. (Maryam: 11)
وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ
Dan sebutlah (nama) Rabbmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. (Al-A’raaf: 205)
فَسُبْحَانَ اللَّهِ حِينَ تُمْسُونَ وَحِينَ تُصْبِحُونَ
Maka bertasbihlah kepada Allah di waktu kamu berada di petang hari dan waktu kamu berada di waktu shubuh (ar-Ruum: 17)
Begitu banyaknya ayat-ayat dalam Alqur'an yang memerintahkan untuk berdzikir. yang mengisyaratkan betapa Mutlaknya kita berdzikir kepada Allah. Karena dengan berzikirlah hati menjadi tenang kemudian setelah tenang barulah Allah mau Singgah di hati orang tersebut.
dalam hadist qudsi Allah berfirman:
"Tidak dapat memuat dzat-Ku bumi dan langit-Ku, kecuali "Hati" hamba-Ku yang mukmin, lunak dan tenang (HR Abu Dawud )
Jika Hati Hamba telah diliputi oleh Zat Allah maka tidak ada lagi musuh yang mampu membus meskipun musuh terberat manusia yaitu Iblis. Karena Iblis hanya takut kepada Allah.
Bayangkan jika hati kosong pastilah Iblis yang bercokol didalamnya yang membuat hati tidak bisa menjadi tenang, penuh dengan gelisah, prasangka, iri, dengki, marah dan sebagainya yang semuanya itu merupakan bisikan oleh si Iblis yang sangat licik.
Senin, Agustus 20, 2018
Hikmah shaum dan hari Arafah
#cahaya Ruqyah al-hijamah., Ruqyah : 083813594681
Hari ini adalah hari Arafah, Arafah 9 Dzul Hijjah 1439 H
Apa yang hendak kita lakukan pada hari ini?
Untuk diingat …
*_Malam_* yang dikenal dengan *_Lailatul Qadar_* pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, tidaklah kita ketahui kapan persisnya terjadi..
Berbeda dengan *_hari Arafah_*
Kita telah mengetahui jauh hari sebelumnya: kapan persisnya
Jika pada *_Lailatul Qadar_* yang turun adalah para malaikat
Maka ketahuilah bahwa pada *_hari Arafah_* Allah SWT lah yang akan turun.
Saking mulianya *_hari Arafah_* ini, para salaf _menabung_ seluruh keperluan (hajat) khas mereka, juga keperluan (hajat) umat secara umum, ditabung untuk dibuka pada *_hari Arafah_* ini.
Yang demikian ini mereka lakukan, mengingat betapa besar nan agung kemurahan Allah SWT pada *_hari Arafah_* ini
Juga, betapa Allah SWT akan meng-ijabah segala macam do’a yang dipanjatkan oleh para hamba-Nya pada *_hari Arafah_* ini.
Betapa banyaknya keinginan dan cita-cita aka terwujud pada *_hari Arafah_* ini!
Betapa banyaknya harapan akan terwujud pada *_hari Arafah_* ini!
Betapa banyaknya do’a akan terkabul pada *_hari Arafah_* yang penuh berkah ini.
Oleh karena itu …
Jika memungkinkan bagimu untuk berkhalwat, menyendiri, minimal pada sore *_hari Arafah_*
Dengan berdzikir, berdo’a, beristighfar dan membaca Al-Qur’an …
Maka lakukanlah.
Minimal pada sore *_hari Arafah_*, mulai dari selesai shalat Ashar, sampai maghrib.
Dorong dan ajak orang-orang di sekelilingmu untuk melakukannya …
Jangan lupa pula untuk berpuasa di *_hari Arafah_* ini, sebab Rasulullah SAW bersabda:
«… صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ …» (رواه مسلم [1162]).
Berpuasa pada *_hari Arafah_*, saya mempunyai dugaan (keyakinan) kepada Allah SWT bahwa ia menghapus dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang. (HR Muslim [1162]).
Rasulullah SAW juga bersabda:
خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّوْنَ مِنْ قَبْلِيْ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ (رواه الترمذي [3585]، وحسنه الألباني)
Sebaik-baik do’a adalah do’a pada *_hari Arafah_*, dan sebaik-baik ucapkan yang aku dan para nabi sebelumku lakukan adalah ucapan: _La ilaha illaLlah, wahdahu la syarika lah, lahul mulku, walahul hamdu, wahuwa ‘ala kulli syai-in qadir_ (Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah, Dia Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya lah seluruh kerajaan, dan milik-Nya lah seluruh pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu). (HR At-Tirmidzi [3585] dan dinilai hasan oleh Al-Albani).
Terkait dengan terkabulnya do’a pada *_hari Arafah_*, seorang shalih berkata: “demi Allah, aku tidak berdo’a dengan suatu do’a pada *_hari Arafah_*, dan belum sampai genap satu tahun, kecuali apa yang aku pinta telah aku saksikan sebagai kenyataan seterang terbitnya fajar.
Oleh karena itu, perbaiki lah do’a untuk diri kalian, orang tua kalian, istri (suami) kalian, anak-anak kalian dan kerabat kalian.
Jangan lupa juga do’a untuk saudara-saudara kalian yang sedang berjihad untuk mendapatkan hak-hak mereka, di Palestina, di Syuria dan di belahan bumi lainnya.
Beri hak do’a kalian untuk kaum yang tertindas dan lemah, dari seluruh dunia Islam.
Jangan pula lupakan kaum muslimin yang tertekan, terintimidasi, terkerangkeng dalam jeruji tahanan orang-orang zhalim.
Siapa tahu, do’a dari seorang waliyullah (dan antum lah yang dimaksud), baik lelaki ataupun perempuan, do’a itulah yang akan mengubah sejarah umat Islam dengan kemenangan, kegembiraan, rasa aman dan tamkin … dengan seijin Allah SWT.
Berdo’alah dengan penuh kekhusyu’an dan keyakinan (kemantapan) yang sempurna kepada Allah SWT bahwa akan diijabah.
Dan akan semakin kuat lagi peluang terkabulnya jika do’a itu didahului oleh sedekah dan infak fi sabilillah serta berbagai amal shalih lainnya.
Dan orang yang benar-benar merugi, adalah mereka yang pada *_hari Arafah_* ini tidak mendapatkan apa-apa dikarenakan kelalaiannya.
Imam Al-Ghazali berkata: “Sesungguhnya, jika Allah SWT mencintai seseorang, maka Allah SWT akan mempergunakannya di waktu-waktu fadhilah (utama) dengan amal-amal yang fadhilah (utama) pula, dan pertanda bahwa seseorang tidak disukai Allah SWT adalah bahwa orang itu mengisi waktu-waktu utama dengan amal-amal yang buruk!!”. (Ihya’ Ulumiddin [1/188]).
Semoga Allah SWT senantiasa berikan kepada kita kekuatan, taufik dan hidayah untuk mengisi waktu-waktu utama dengan amal terbaik, serta menjauhkan kita dari perbuatan buruk, amin.
NB: Jangan lupa berdo’a dan berikan bantuan untuk Korban Bencana Gempa di Lombok.
[•]
Hari ini adalah hari Arafah, Arafah 9 Dzul Hijjah 1439 H
Apa yang hendak kita lakukan pada hari ini?
Untuk diingat …
*_Malam_* yang dikenal dengan *_Lailatul Qadar_* pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, tidaklah kita ketahui kapan persisnya terjadi..
Berbeda dengan *_hari Arafah_*
Kita telah mengetahui jauh hari sebelumnya: kapan persisnya
Jika pada *_Lailatul Qadar_* yang turun adalah para malaikat
Maka ketahuilah bahwa pada *_hari Arafah_* Allah SWT lah yang akan turun.
Saking mulianya *_hari Arafah_* ini, para salaf _menabung_ seluruh keperluan (hajat) khas mereka, juga keperluan (hajat) umat secara umum, ditabung untuk dibuka pada *_hari Arafah_* ini.
Yang demikian ini mereka lakukan, mengingat betapa besar nan agung kemurahan Allah SWT pada *_hari Arafah_* ini
Juga, betapa Allah SWT akan meng-ijabah segala macam do’a yang dipanjatkan oleh para hamba-Nya pada *_hari Arafah_* ini.
Betapa banyaknya keinginan dan cita-cita aka terwujud pada *_hari Arafah_* ini!
Betapa banyaknya harapan akan terwujud pada *_hari Arafah_* ini!
Betapa banyaknya do’a akan terkabul pada *_hari Arafah_* yang penuh berkah ini.
Oleh karena itu …
Jika memungkinkan bagimu untuk berkhalwat, menyendiri, minimal pada sore *_hari Arafah_*
Dengan berdzikir, berdo’a, beristighfar dan membaca Al-Qur’an …
Maka lakukanlah.
Minimal pada sore *_hari Arafah_*, mulai dari selesai shalat Ashar, sampai maghrib.
Dorong dan ajak orang-orang di sekelilingmu untuk melakukannya …
Jangan lupa pula untuk berpuasa di *_hari Arafah_* ini, sebab Rasulullah SAW bersabda:
«… صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ …» (رواه مسلم [1162]).
Berpuasa pada *_hari Arafah_*, saya mempunyai dugaan (keyakinan) kepada Allah SWT bahwa ia menghapus dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang. (HR Muslim [1162]).
Rasulullah SAW juga bersabda:
خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّوْنَ مِنْ قَبْلِيْ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ (رواه الترمذي [3585]، وحسنه الألباني)
Sebaik-baik do’a adalah do’a pada *_hari Arafah_*, dan sebaik-baik ucapkan yang aku dan para nabi sebelumku lakukan adalah ucapan: _La ilaha illaLlah, wahdahu la syarika lah, lahul mulku, walahul hamdu, wahuwa ‘ala kulli syai-in qadir_ (Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah, Dia Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya lah seluruh kerajaan, dan milik-Nya lah seluruh pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu). (HR At-Tirmidzi [3585] dan dinilai hasan oleh Al-Albani).
Terkait dengan terkabulnya do’a pada *_hari Arafah_*, seorang shalih berkata: “demi Allah, aku tidak berdo’a dengan suatu do’a pada *_hari Arafah_*, dan belum sampai genap satu tahun, kecuali apa yang aku pinta telah aku saksikan sebagai kenyataan seterang terbitnya fajar.
Oleh karena itu, perbaiki lah do’a untuk diri kalian, orang tua kalian, istri (suami) kalian, anak-anak kalian dan kerabat kalian.
Jangan lupa juga do’a untuk saudara-saudara kalian yang sedang berjihad untuk mendapatkan hak-hak mereka, di Palestina, di Syuria dan di belahan bumi lainnya.
Beri hak do’a kalian untuk kaum yang tertindas dan lemah, dari seluruh dunia Islam.
Jangan pula lupakan kaum muslimin yang tertekan, terintimidasi, terkerangkeng dalam jeruji tahanan orang-orang zhalim.
Siapa tahu, do’a dari seorang waliyullah (dan antum lah yang dimaksud), baik lelaki ataupun perempuan, do’a itulah yang akan mengubah sejarah umat Islam dengan kemenangan, kegembiraan, rasa aman dan tamkin … dengan seijin Allah SWT.
Berdo’alah dengan penuh kekhusyu’an dan keyakinan (kemantapan) yang sempurna kepada Allah SWT bahwa akan diijabah.
Dan akan semakin kuat lagi peluang terkabulnya jika do’a itu didahului oleh sedekah dan infak fi sabilillah serta berbagai amal shalih lainnya.
Dan orang yang benar-benar merugi, adalah mereka yang pada *_hari Arafah_* ini tidak mendapatkan apa-apa dikarenakan kelalaiannya.
Imam Al-Ghazali berkata: “Sesungguhnya, jika Allah SWT mencintai seseorang, maka Allah SWT akan mempergunakannya di waktu-waktu fadhilah (utama) dengan amal-amal yang fadhilah (utama) pula, dan pertanda bahwa seseorang tidak disukai Allah SWT adalah bahwa orang itu mengisi waktu-waktu utama dengan amal-amal yang buruk!!”. (Ihya’ Ulumiddin [1/188]).
Semoga Allah SWT senantiasa berikan kepada kita kekuatan, taufik dan hidayah untuk mengisi waktu-waktu utama dengan amal terbaik, serta menjauhkan kita dari perbuatan buruk, amin.
NB: Jangan lupa berdo’a dan berikan bantuan untuk Korban Bencana Gempa di Lombok.
[•]
Jumat, Agustus 03, 2018
Imunisasi alami ala Rasul!!!lakukan!
IMUNISASI Yang Dicontohkan Rasulullah SAW.
Kepada saudara ku sesama muslim, Sampai saat ini masih banyak saudara kita sesama kaum muslim yang belum mengetahui dan menerapkan metode ‘imunisasi’ sesuai tuntunan Islam. Padahal sejak dini Rasulullah SAW telah mengajarkan “tahnik” sebagai metode imunisasi yang sesungguhnya dengan mengandalkan kurma sebagai media utama. Dengan demikian Islam tidak pernah mengajarkan bahkan melarang penggunaan bahan-bahan berbahaya, haram, najis dan subhat untuk dikonsumsi, pengobatan maupun dimasukkan (disuntikkan) lewat pembuluh darah Dan sekarang imunisasi / vaksin banyak mengadung bahan HARAM, Dan Zat berbahya.
Imam Bukhori meriwayatkan, Abu Musa ra berkata:
ولد لى غلام فأتيت به النبى – صلى الله عليه وسلم – فسماه إبراهيم وحنكه بتمرة.
“(Suatu saat) aku memiliki anak yang baru lahir, kemudian aku mendatangi Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau memberi nama padanya dan ia mentahnik dengan sebutir kurma.”
Dari ‘Aisyah, beliau berkata:
أن رسول الله – صلى الله عليه وسلم – كان يؤتى بالصبيان فيبرك عليهم ويحنكهم.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam didatangkan anak kecil, lalu beliau mendoakan mereka dan mentahnik mereka.”
An Nawawi menyebutkan dua hadits di atas dalam Shahih Muslim:
استحباب تحنيك المولود عند ولا دته وحمله إلى صالح يحنكه وجواز تسميته يوم ولا دته واستحباب التسمية بعبدالله وإبراهيم وسائر أسماء الأنبياء عليهم السلام
“Dianjurkan mentahnik bayi yang baru lahir, bayi tersebut dibawa ke orang sholih untuk ditahnik. Juga dibolehkan memberi nama pada hari kelahiran. Dianjurkan memberi nama bayi dengan Abdullah, Ibrahim dan nama-nama nabi lainnya. “
Rasulullah SAW bersabda: “Kurma itu menghilangkan penyakit dan tidak membawa penyakit, ia berasal dari surga dan di dalamnya terdapat obat.”
Sa’ad mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa memakan tujuh buah kurma ajwa di pagi hari, maka racun dan sihir tidak membahayakannya pada hari itu.” (HR Bukhari & Muslim)
Salamah binti Qais meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Berikanlah kurma kepada wanita yang akan melahirkan, agar anaknya menjadi murah hati, itu adalah makanan Maryam saat akan melahirkan Isa. Jika Allah mengetahui ada yang lebih baik dari itu, tentu Dia telah memberikannya. ”
Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW menganjurkan untuk para istri-istri kamu yang sedang hamil untuk makan buah kurma, niscaya anak yang akan lahir kelak akan menjadi anak yang penyabar, bersopan santun serta cerdas. (HR Bukhari).
Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Abu Musa berkata: “Seorang anakku lahir, akupun membawanya kepada Nabi SAW, beliau menamainya Ibrahim, beliau melolohkan dengan sebutir kurma, memohon berkah baginya lalu menyerahkannya kepadaku.”
Imam Bukhari dalam Shahih-nya men-takhrij hadits dari Asma’ binti Abu Bakar rah.
Dari Asma’ binti Abu Bakar rah. bahwa dirinya ketika sedang mengandung Abdullah ibn Zubair di Mekkah mengatakan, “Saya keluar dan aku sempurna hamilku 9 bulan, lalu aku datang ke madinah, aku turun di Quba’ dan aku melahirkan di sana, lalu aku pun mendatangi Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, maka beliau Shalallaahu alaihi wasalam menaruh Abdullah ibn Zubair di dalam kamarnya, lalu beliau Shalallaahu alaihi wasalam meminta kurma lalu mengunyahnya, kemudian beliau Shalallaahu alaihi wasalam memasukkan kurma yang sudah lumat itu ke dalam mulut Abdullah ibn Zubair. Dan itu adalah makanan yang pertama kali masuk ke mulutnya melalui Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, kemudian beliau men-tahnik-nya, lalu beliau Shalallaahu alaihi wasalam pun mendo’akannya dan mendoakan keberkahan kepadanya.
SUBHANALLAH …! Hikmah dari Hadits di atas sangatlah bagus dan patut kita yakini serta terapkan, selain dari sisi konten kurma yang sangat besar kandungan gizinya dan manfaatnya untuk menjaga kesehatan serta obat. Ternyata buah kurma memiliki hikmah lain yang sangat special bilamana sejak awal dicekoki pada bayi yang baru lahir (tahnik).
Disinilah perlunya kita ketahui makna dan manfaat Tahnik yang diajarkan Islam melalui Nabi Muhammad SAW. Tahnik adalah melolohkan kurma yang sudah dikunyah oleh orang tuanya dengan menggerak-gerakkan dari kiri ke kanan sampai merata di langit-langit mulut bayi dengan lembut seraya berdoa dan berzdikir.
Melolohkan (memasukkan) buah kurma ke dalam mulut bayi adalah sebuah hal menakjubkan karena di dalamnya terdapat manfaat kesehatan yang besar. Terbukti buah kurma mengandung unsur-unsur penting yang dapat melindungi bayi dari penyakit dan memperkuat daya tahan tubuh. Kurma juga berkhasiat melindungi dan membentengi anak sepanjang hidupnya, terlebih dari itu hikmah melolohkan (memasukkan) kurma ke dalam mulut bayi berguna untuk menguatkan syaraf-syaraf mulut bayi berguna untuk menguatkan syaraf-syaraf mulut dan gerakan lisan beserta tenggorokan dan dua tulang rahang bawah dengan jilatan sehingga anak siap untuk menghisap air susu ibunya dengan kuat dan alami.
Kurma yang diberikan bayi dengan proses pengunyahan dari mulut kedua orang tuanya juga mengandung makna yang special dalam menjalin ikatan batin kepada anaknya. melalui air liur kedua orang tuanya akan mengikat hati bayi dengan cinta mereka kepada mereka dan mengalirkan kepadanya fitrah islam mereka yang suci. Anak akan tumbuh dengan baik dan bersih dan juga dapat merasakan manisnya iman, sebagaimana manisnya buah kurma yang bercampur air liur, yang bersamaan lidah selalu dibasahi dengan dzikir kepada Allah Ta’ala.
Melolohkan (memasukkan) kurma ke dalam mulut bayi adalah sebuah Ritus yang dapat menanamkan dalam jiwa kedua orang tua kasih sayang yang tulus kepada anak-anak mereka, sehingga keluarga muslim ini keluarga muslim ini akan hidup dalam keharmonisan, kedamaian dan cinta kasih.
Ibu saya pernah mengatakan bahwa bayi dilahirkan dalam keadaan kekurangan glukosa. Bahkan apabila tubuhnya menguning, maka bayi tersebut dipastikan membutuhkan glukosa dalam keadaan yang cukup untuknya. Bobot bayi saat lahir juga mempengaruhi kandungan glukosa dalam tubuhnya.
Pada kasus bayi prematur yang beratnya kurang dari 2,5 kg, maka kandungan zat gulanya sangat kecil sekali, dimana pada sebagian kasus malah kurang dari 20 mg/100 ml darah. Adapun anak yang lahir dengan berat badan di atas 2,5 kg maka kadar gula dalam darahnya biasanya di atas 30 mg/100 ml. Kadar semacam ini berarti (20 atau 30 mg/100 ml darah) merupakan keadaan bahaya dalam ukuran kadar gula dalam darah. Hal ini bisa menyebabkan terjadinya berbagai penyakit, seperti bayi menolak untuk menyusui, otot-otot bayi melemas, aktivitas pernafasan terganggu dan kulit bayi menjadi kebiruan, kontraksi atau kejang-kejang. Terkadang bisa juga menyebabkan sejumlah penyakit yang berbahaya dan lama, seperti insomnia, lemah otak, gangguan syaraf, gangguan pendengaran, penglihatan, atau keduanya.
Apabila hal-hal di atas tidak segera ditanggulangi atau diobati maka bisa menyebabkan kematian. Padahal obat untuk itu adalah sangat mudah, yaitu memberikan zat gula yang berbentuk glukosa melalui infus, baik lewat mulut, maupun pembuluh darah.
Mayoritas atau bahkan semua bayi membutuhkan zat gula dalam bentuk glukosa seketika setelah lahir, maka memberikan kurma yang sudah dilumat bisa menjauhkan sang bayi dari kekurangan kadar gula yang berlipat-lipat. Disunnahkannya tahnik kepada bayi adalah obat sekaligus tindakan preventif yang memiliki fungsi penting, dan ini adalah mukjizat kenabian Muhammad SAW secara medis dimana sejarah kemanusiaan tidak pernah mengetahui hal itu sebelumnya, bahkan kini manusia tahu bahayanya kekurangan kadar glukosa dalam darah bayi.
Kandungan Nutrisi, Mineral dan Vitamin Kurma
Manfaat Buah Kurma Untuk Kesehatan
1. Menguatkan imunity 2. Mencerdaskan otak 3. Meningkatkan daya tahan (antibody) 4. meningkatkan Hemoglobin (Baik untuk penderita animea) 5. Meningkatkan jumlah trombosit 6. Sebagai multivitamin 7.Anti bakteri dan virus 8. Baik untuk masa pertumbuhan 9. Mengatur kepadatan tulang 10.Meningkatkan nafsu makan 11. Memelihara ketajaman mata dan pendengaran 12. Menenangkan dan menguatkan syaraf 13. Menstabilkan kejiwaan anak 14. Meluncurkan 15. Mengobati cacingan 16.Mengobati panas (demam), flu, batuk 17. menghaluskan kulit
Solusi Bagi Mereka yang terlanjur memberikan vaksin & imunisasi pada anak-anaknya
1. Perbanyak istighfar
karena kewajiban selaku orang tua dituntut dan diminta pertanggungjawannya oleh Allah Ta’ala dalam hal memberi nama pada anak, bersikap adil dalam memberikan kasih sayang, memeberikan nafkah dari rizki dan barang yang halal dan pendidikan moralnya.
Dalam Surat Al Baqarah: 168 Allah berfirman: “Hai sekalian manusia makanlah yang halal dan baik apa yang ada di bumi, dan jangan mengikuti langkah-langkah syetan karena sesungguhnya syetan adalah musuh yang nyata bagimu.”
Dalam Surat Al Baqarah: 173 Allah berfirman: “Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi dan binatang (yang ketika disembelih) disebut nama selain Allah. Tetapi barang siapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak pula melampaui batas maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Mahapengampun lagi Mahapenyayang. ”
2. Berdoa kepada Allah dengan tujuan diampuni dosa-dosa
mohon petunjuk, ketetapan iman dan dilindungi dari gangguan dan kebodohan orang-orang kafir.Doanya ada dalam Surat Al Baqarah: 201: “Ya Tuhan kami berikanlah kami kebaikan di dunia dan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.”
Juga ada dalam Surat Ali Imran: 147: “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan dalam urusan kami. Dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum kafir. ”
3. Untuk membantu mengeluarkan unsur racun dari imunisasi / vaksinasi sekaligus meningkatkan Antibodinya
yaitu dengan memberikan Al Habbatus sauda (jintan hitam), madu, kurma, zaitun dan air kelapa.
4. Selalu mendoakan anak-anaknya dengan doa yang disyariatkan Rasulullah SAW
seperti: “Rabbana hablana min azwajina wa min zdurriyatina qurrota a’yunin waj’alna lil muttaqiina imama.”
Wallahu‘Alam Bishawab. (aulia-rahman/NMJ)
__________________________________
TAHNIK =Imunisasi Alami CONTOH RASUL
sumber : Ummu Salamah Al-Hajjam
• Tahnik adalah Imunisasi Alami yang di ajarkan Rasulullah , Tahnik adalah tata cara imunisasi yang telah Rasul contohkan dan patut kita ikuti. Hadits berikut (dalam Kitab Shahih Muslim no. 3997) adalah dalil sunnahnya taknik:
عَنْ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ أَبِي مُوسَى قَالَ وُلِدَ لِي غُلَامٌ فَأَتَيْتُ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَمَّاهُ إِبْرَاهِيمَ وَحَنَّكَهُ بِتَمْرَةٍ
Artinya:"Dari Abu Burdah dari Abu Musa, dia berkata: Terlahir seorang bayi bagiku kemudian aku membawanya kepada Nabi SAW., Nabi memberinya nama Abdullah dan men-tahniknya dengan kurma"
• Tahnik itu di zaman Rasul caranya adalah mengunyah kurma hingga lembut, lalu di ambil lagi dari mulut ( kurma sudah tercampur air liur ) dan di berikan ke langit-langit mulut bayi.
Biasanya tahnik di lakukan oleh orang yang dipilihkan orangtuanya , seorang yang solih, dan pembaca Al Quran yang dianggap baik.
Sekarang bisa di lakukan melalui ibunya/ bapaknya,bisa dengan sari kurma , madu, atau tahnik Zuha. Caranya. Teteskan tahnik zuha di lidah sang ibu, lalu setelah tercampur dengan air liur ibu , di ambil lagi dengan gunakan jari telunjuk kanan. Sambil berdoa apa saja.. sang ibu memasukkan Tahnik zuha yang sudah tercampur dengan air liur itu ke langit-langit mulut bayi.
Kenapa harus masuk dulu ke mulut ibunya? untuk mengambil bakteri/patogen sang ibu pada air liurnya, sehingga tentara alami dalam tubuh bayi (sel T dan sel B pada bayi) mampu mem fotocopy kuman tersebut, untuk pembuatan anti body.
Nah.. inilah Imunisasi alami yang Rasul Contohkan. Bukan dengan vaksinasi, di suntik dan memasukan zat haram, babi, anjing, kera dll dan di tambah zat beracun mercury dll.
Kepada saudara ku sesama muslim, Sampai saat ini masih banyak saudara kita sesama kaum muslim yang belum mengetahui dan menerapkan metode ‘imunisasi’ sesuai tuntunan Islam. Padahal sejak dini Rasulullah SAW telah mengajarkan “tahnik” sebagai metode imunisasi yang sesungguhnya dengan mengandalkan kurma sebagai media utama. Dengan demikian Islam tidak pernah mengajarkan bahkan melarang penggunaan bahan-bahan berbahaya, haram, najis dan subhat untuk dikonsumsi, pengobatan maupun dimasukkan (disuntikkan) lewat pembuluh darah Dan sekarang imunisasi / vaksin banyak mengadung bahan HARAM, Dan Zat berbahya.
Imam Bukhori meriwayatkan, Abu Musa ra berkata:
ولد لى غلام فأتيت به النبى – صلى الله عليه وسلم – فسماه إبراهيم وحنكه بتمرة.
“(Suatu saat) aku memiliki anak yang baru lahir, kemudian aku mendatangi Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau memberi nama padanya dan ia mentahnik dengan sebutir kurma.”
Dari ‘Aisyah, beliau berkata:
أن رسول الله – صلى الله عليه وسلم – كان يؤتى بالصبيان فيبرك عليهم ويحنكهم.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam didatangkan anak kecil, lalu beliau mendoakan mereka dan mentahnik mereka.”
An Nawawi menyebutkan dua hadits di atas dalam Shahih Muslim:
استحباب تحنيك المولود عند ولا دته وحمله إلى صالح يحنكه وجواز تسميته يوم ولا دته واستحباب التسمية بعبدالله وإبراهيم وسائر أسماء الأنبياء عليهم السلام
“Dianjurkan mentahnik bayi yang baru lahir, bayi tersebut dibawa ke orang sholih untuk ditahnik. Juga dibolehkan memberi nama pada hari kelahiran. Dianjurkan memberi nama bayi dengan Abdullah, Ibrahim dan nama-nama nabi lainnya. “
Rasulullah SAW bersabda: “Kurma itu menghilangkan penyakit dan tidak membawa penyakit, ia berasal dari surga dan di dalamnya terdapat obat.”
Sa’ad mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa memakan tujuh buah kurma ajwa di pagi hari, maka racun dan sihir tidak membahayakannya pada hari itu.” (HR Bukhari & Muslim)
Salamah binti Qais meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Berikanlah kurma kepada wanita yang akan melahirkan, agar anaknya menjadi murah hati, itu adalah makanan Maryam saat akan melahirkan Isa. Jika Allah mengetahui ada yang lebih baik dari itu, tentu Dia telah memberikannya. ”
Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW menganjurkan untuk para istri-istri kamu yang sedang hamil untuk makan buah kurma, niscaya anak yang akan lahir kelak akan menjadi anak yang penyabar, bersopan santun serta cerdas. (HR Bukhari).
Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Abu Musa berkata: “Seorang anakku lahir, akupun membawanya kepada Nabi SAW, beliau menamainya Ibrahim, beliau melolohkan dengan sebutir kurma, memohon berkah baginya lalu menyerahkannya kepadaku.”
Imam Bukhari dalam Shahih-nya men-takhrij hadits dari Asma’ binti Abu Bakar rah.
Dari Asma’ binti Abu Bakar rah. bahwa dirinya ketika sedang mengandung Abdullah ibn Zubair di Mekkah mengatakan, “Saya keluar dan aku sempurna hamilku 9 bulan, lalu aku datang ke madinah, aku turun di Quba’ dan aku melahirkan di sana, lalu aku pun mendatangi Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, maka beliau Shalallaahu alaihi wasalam menaruh Abdullah ibn Zubair di dalam kamarnya, lalu beliau Shalallaahu alaihi wasalam meminta kurma lalu mengunyahnya, kemudian beliau Shalallaahu alaihi wasalam memasukkan kurma yang sudah lumat itu ke dalam mulut Abdullah ibn Zubair. Dan itu adalah makanan yang pertama kali masuk ke mulutnya melalui Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, kemudian beliau men-tahnik-nya, lalu beliau Shalallaahu alaihi wasalam pun mendo’akannya dan mendoakan keberkahan kepadanya.
SUBHANALLAH …! Hikmah dari Hadits di atas sangatlah bagus dan patut kita yakini serta terapkan, selain dari sisi konten kurma yang sangat besar kandungan gizinya dan manfaatnya untuk menjaga kesehatan serta obat. Ternyata buah kurma memiliki hikmah lain yang sangat special bilamana sejak awal dicekoki pada bayi yang baru lahir (tahnik).
Disinilah perlunya kita ketahui makna dan manfaat Tahnik yang diajarkan Islam melalui Nabi Muhammad SAW. Tahnik adalah melolohkan kurma yang sudah dikunyah oleh orang tuanya dengan menggerak-gerakkan dari kiri ke kanan sampai merata di langit-langit mulut bayi dengan lembut seraya berdoa dan berzdikir.
Melolohkan (memasukkan) buah kurma ke dalam mulut bayi adalah sebuah hal menakjubkan karena di dalamnya terdapat manfaat kesehatan yang besar. Terbukti buah kurma mengandung unsur-unsur penting yang dapat melindungi bayi dari penyakit dan memperkuat daya tahan tubuh. Kurma juga berkhasiat melindungi dan membentengi anak sepanjang hidupnya, terlebih dari itu hikmah melolohkan (memasukkan) kurma ke dalam mulut bayi berguna untuk menguatkan syaraf-syaraf mulut bayi berguna untuk menguatkan syaraf-syaraf mulut dan gerakan lisan beserta tenggorokan dan dua tulang rahang bawah dengan jilatan sehingga anak siap untuk menghisap air susu ibunya dengan kuat dan alami.
Kurma yang diberikan bayi dengan proses pengunyahan dari mulut kedua orang tuanya juga mengandung makna yang special dalam menjalin ikatan batin kepada anaknya. melalui air liur kedua orang tuanya akan mengikat hati bayi dengan cinta mereka kepada mereka dan mengalirkan kepadanya fitrah islam mereka yang suci. Anak akan tumbuh dengan baik dan bersih dan juga dapat merasakan manisnya iman, sebagaimana manisnya buah kurma yang bercampur air liur, yang bersamaan lidah selalu dibasahi dengan dzikir kepada Allah Ta’ala.
Melolohkan (memasukkan) kurma ke dalam mulut bayi adalah sebuah Ritus yang dapat menanamkan dalam jiwa kedua orang tua kasih sayang yang tulus kepada anak-anak mereka, sehingga keluarga muslim ini keluarga muslim ini akan hidup dalam keharmonisan, kedamaian dan cinta kasih.
Ibu saya pernah mengatakan bahwa bayi dilahirkan dalam keadaan kekurangan glukosa. Bahkan apabila tubuhnya menguning, maka bayi tersebut dipastikan membutuhkan glukosa dalam keadaan yang cukup untuknya. Bobot bayi saat lahir juga mempengaruhi kandungan glukosa dalam tubuhnya.
Pada kasus bayi prematur yang beratnya kurang dari 2,5 kg, maka kandungan zat gulanya sangat kecil sekali, dimana pada sebagian kasus malah kurang dari 20 mg/100 ml darah. Adapun anak yang lahir dengan berat badan di atas 2,5 kg maka kadar gula dalam darahnya biasanya di atas 30 mg/100 ml. Kadar semacam ini berarti (20 atau 30 mg/100 ml darah) merupakan keadaan bahaya dalam ukuran kadar gula dalam darah. Hal ini bisa menyebabkan terjadinya berbagai penyakit, seperti bayi menolak untuk menyusui, otot-otot bayi melemas, aktivitas pernafasan terganggu dan kulit bayi menjadi kebiruan, kontraksi atau kejang-kejang. Terkadang bisa juga menyebabkan sejumlah penyakit yang berbahaya dan lama, seperti insomnia, lemah otak, gangguan syaraf, gangguan pendengaran, penglihatan, atau keduanya.
Apabila hal-hal di atas tidak segera ditanggulangi atau diobati maka bisa menyebabkan kematian. Padahal obat untuk itu adalah sangat mudah, yaitu memberikan zat gula yang berbentuk glukosa melalui infus, baik lewat mulut, maupun pembuluh darah.
Mayoritas atau bahkan semua bayi membutuhkan zat gula dalam bentuk glukosa seketika setelah lahir, maka memberikan kurma yang sudah dilumat bisa menjauhkan sang bayi dari kekurangan kadar gula yang berlipat-lipat. Disunnahkannya tahnik kepada bayi adalah obat sekaligus tindakan preventif yang memiliki fungsi penting, dan ini adalah mukjizat kenabian Muhammad SAW secara medis dimana sejarah kemanusiaan tidak pernah mengetahui hal itu sebelumnya, bahkan kini manusia tahu bahayanya kekurangan kadar glukosa dalam darah bayi.
Kandungan Nutrisi, Mineral dan Vitamin Kurma
Manfaat Buah Kurma Untuk Kesehatan
1. Menguatkan imunity 2. Mencerdaskan otak 3. Meningkatkan daya tahan (antibody) 4. meningkatkan Hemoglobin (Baik untuk penderita animea) 5. Meningkatkan jumlah trombosit 6. Sebagai multivitamin 7.Anti bakteri dan virus 8. Baik untuk masa pertumbuhan 9. Mengatur kepadatan tulang 10.Meningkatkan nafsu makan 11. Memelihara ketajaman mata dan pendengaran 12. Menenangkan dan menguatkan syaraf 13. Menstabilkan kejiwaan anak 14. Meluncurkan 15. Mengobati cacingan 16.Mengobati panas (demam), flu, batuk 17. menghaluskan kulit
Solusi Bagi Mereka yang terlanjur memberikan vaksin & imunisasi pada anak-anaknya
1. Perbanyak istighfar
karena kewajiban selaku orang tua dituntut dan diminta pertanggungjawannya oleh Allah Ta’ala dalam hal memberi nama pada anak, bersikap adil dalam memberikan kasih sayang, memeberikan nafkah dari rizki dan barang yang halal dan pendidikan moralnya.
Dalam Surat Al Baqarah: 168 Allah berfirman: “Hai sekalian manusia makanlah yang halal dan baik apa yang ada di bumi, dan jangan mengikuti langkah-langkah syetan karena sesungguhnya syetan adalah musuh yang nyata bagimu.”
Dalam Surat Al Baqarah: 173 Allah berfirman: “Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi dan binatang (yang ketika disembelih) disebut nama selain Allah. Tetapi barang siapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak pula melampaui batas maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Mahapengampun lagi Mahapenyayang. ”
2. Berdoa kepada Allah dengan tujuan diampuni dosa-dosa
mohon petunjuk, ketetapan iman dan dilindungi dari gangguan dan kebodohan orang-orang kafir.Doanya ada dalam Surat Al Baqarah: 201: “Ya Tuhan kami berikanlah kami kebaikan di dunia dan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.”
Juga ada dalam Surat Ali Imran: 147: “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan dalam urusan kami. Dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum kafir. ”
3. Untuk membantu mengeluarkan unsur racun dari imunisasi / vaksinasi sekaligus meningkatkan Antibodinya
yaitu dengan memberikan Al Habbatus sauda (jintan hitam), madu, kurma, zaitun dan air kelapa.
4. Selalu mendoakan anak-anaknya dengan doa yang disyariatkan Rasulullah SAW
seperti: “Rabbana hablana min azwajina wa min zdurriyatina qurrota a’yunin waj’alna lil muttaqiina imama.”
Wallahu‘Alam Bishawab. (aulia-rahman/NMJ)
__________________________________
TAHNIK =Imunisasi Alami CONTOH RASUL
sumber : Ummu Salamah Al-Hajjam
• Tahnik adalah Imunisasi Alami yang di ajarkan Rasulullah , Tahnik adalah tata cara imunisasi yang telah Rasul contohkan dan patut kita ikuti. Hadits berikut (dalam Kitab Shahih Muslim no. 3997) adalah dalil sunnahnya taknik:
عَنْ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ أَبِي مُوسَى قَالَ وُلِدَ لِي غُلَامٌ فَأَتَيْتُ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَمَّاهُ إِبْرَاهِيمَ وَحَنَّكَهُ بِتَمْرَةٍ
Artinya:"Dari Abu Burdah dari Abu Musa, dia berkata: Terlahir seorang bayi bagiku kemudian aku membawanya kepada Nabi SAW., Nabi memberinya nama Abdullah dan men-tahniknya dengan kurma"
• Tahnik itu di zaman Rasul caranya adalah mengunyah kurma hingga lembut, lalu di ambil lagi dari mulut ( kurma sudah tercampur air liur ) dan di berikan ke langit-langit mulut bayi.
Biasanya tahnik di lakukan oleh orang yang dipilihkan orangtuanya , seorang yang solih, dan pembaca Al Quran yang dianggap baik.
Sekarang bisa di lakukan melalui ibunya/ bapaknya,bisa dengan sari kurma , madu, atau tahnik Zuha. Caranya. Teteskan tahnik zuha di lidah sang ibu, lalu setelah tercampur dengan air liur ibu , di ambil lagi dengan gunakan jari telunjuk kanan. Sambil berdoa apa saja.. sang ibu memasukkan Tahnik zuha yang sudah tercampur dengan air liur itu ke langit-langit mulut bayi.
Kenapa harus masuk dulu ke mulut ibunya? untuk mengambil bakteri/patogen sang ibu pada air liurnya, sehingga tentara alami dalam tubuh bayi (sel T dan sel B pada bayi) mampu mem fotocopy kuman tersebut, untuk pembuatan anti body.
Nah.. inilah Imunisasi alami yang Rasul Contohkan. Bukan dengan vaksinasi, di suntik dan memasukan zat haram, babi, anjing, kera dll dan di tambah zat beracun mercury dll.
Kamis, Agustus 02, 2018
Puisi sang pujangga Khalil Gibran
Puisi Rindu Khalil Gibran
Keagungan Cinta
Ketika air mata menitik di pipimu
Saat kau masih peduli terhadapnya
Dan dia tak lagi mempedulikanmu
Meski engkau masih setia menantinya
Manakala dia bisa mencintai selain dirimu
Namun kau tetap tersenyum bahagia
Dan terucap jujur dari mulut, lalu berkata
Aku turut bahagia dalam kebahagiaanmu
Jika cinta bertepuk sebelah tangan, lepaskan tanganmu
Terbang dan kepakkan sayapmu selebar angkasa biru
Arungi luas alam bebas, hingga kau dapati tempat berteduh
Tuk tentukan arah, temukan cinta yang pernah hilang.
Saat kau masih peduli terhadapnya
Dan dia tak lagi mempedulikanmu
Meski engkau masih setia menantinya
Manakala dia bisa mencintai selain dirimu
Namun kau tetap tersenyum bahagia
Dan terucap jujur dari mulut, lalu berkata
Aku turut bahagia dalam kebahagiaanmu
Jika cinta bertepuk sebelah tangan, lepaskan tanganmu
Terbang dan kepakkan sayapmu selebar angkasa biru
Arungi luas alam bebas, hingga kau dapati tempat berteduh
Tuk tentukan arah, temukan cinta yang pernah hilang.
Kerinduan
Merenda sebuah tali kasih
Kusimpul menjadi satu hati
gambaran jiwa yang terluka
bagai langit meratap sendu
kala bias cinta menghilang
sakit itupun dtng tanpa permisi
rembulan tak menyisakn senyum.
Bersama malam, kudekap lirih arti kerinduan
Kesendiriaan
Kesendiriaan
Terdiam
Ku terdiam dalam ruang sepi tak berteman
Terlintas bayangmu bermain dalam pikiran
Ku larut dalam hayalku tentang tak bertepiaan
Mengapa aku bisa menyayangimu
Walau ku tahu kau tak mempedulikanku
Apakah ini hanya perasaanku sesaat
Atau karena pikiran ini telah penat
Rasa sayang ini telah ada
Pada saat yang tidak pernah kuminta
Tapi hati ini terus membara
Menanti cinta yang tak pernah ada
Wahai dewi cinta
Tepatkah kau menembakan panah asmara
Membuat hati terluka
Atau karena pikiran ini telah penat
Rasa sayang ini telah ada
Pada saat yang tidak pernah kuminta
Tapi hati ini terus membara
Menanti cinta yang tak pernah ada
Wahai dewi cinta
Tepatkah kau menembakan panah asmara
Membuat hati terluka
Menunggu cinta tak kunjung tiba
Wahai kau yang disana
Sadarkah kau disini kumencinta
Dirimu terlalu kupuja
Bagaikan sebuah mahakarya
Demikian Puisi Rindu Khalil Gibran
Wahai kau yang disana
Sadarkah kau disini kumencinta
Dirimu terlalu kupuja
Bagaikan sebuah mahakarya
Demikian Puisi Rindu Khalil Gibran
Rabu, Agustus 01, 2018
Cara RuQyah Mandiri
Tips Ruqyah Mandiri dengan Air:
1.siapkan air segelas at satu botol
2.pegang air,tempelkan bibir disisi gelas at mulut botol.
3.Niatkan; Ya Allah ya Rahman,ya Allah ya..Rahiim,ya Allah ya Qohhar,berkahi air ini ya Allah, jikalau ada jin2 jahat dlm tubuh saya keluarkan semua ya Allah,dan saya putuskan hubungan saya dengan jin sanad-jin leluhur,jin mahabbah,jin sihir,jin karena menuntut ilmu,Lahawla waquwwata.....,Laillahaillallah wahdahulasyarikalah......,sholawat nabi 3 kali,ta'awuz,baca fatihah(pahami terjemah artinya agar lebih khusyu)
4.selesai fatihah tiup 3kali Ke air
5.minum,rasakan dan biarkan dulu 5-10mnt biar meresap air dlm tubuh
6.bisa ulangi fatihah dgn tehnik yg sama,3x,5x atau 7kali
7.bila terasa mual pusing,urut dari arah perut kemulut,muntahkan,bersamaan itu para jin insya Allah keluar (mereka kluar via kotoran;muntahan,pipis,pup,keringet,air mata)
Untuk konsultasi bisa hub: 083813594681
Cahaya RUQYAH AL-Hijamah
griya cahaya insan blok b5 rt.04/05 no.123, Jatisari, Jatiasih, Kota Bks, Jawa Barat 17426
0838-1359-4681
https://goo.gl/maps/ZFKFf7d4MtS2
Kamis, Juli 26, 2018
Kapan kita butuh Ruqyah???
Jawab : kita butuh Ruqyah saat hati sering gelisah, ibadah semakin lemah,sholat sering lupa rakaat, males dalam baca Qur'an terkadang mau baca langsung ngantuk,mimpi buruk sering mendera,konflik sering terjadi dikeluarga maupun tempat kerja,sering cekcok suami istri terkadang masalah kecil menjadi besar,anak dan orang tua tak pernah nyaman karena benci hadir,tidak fokus,sering melihat mahluk halus atau jin, emosi tidak terkendali,hasrat tak terbendung,anak indigo,pernah belajar kesaktian,dulu pernah meramalkan bacaan Elmu tertentu,dulu pernah ditanam susuk ditubuh,mandi kembang dalam pengobatan,mandi di sumur 7,mandi berendam dikali atau sungai malam hari,mandi khusus dilantai,pernah merasa dimasuki jin tubuhnya,badan sering sakit, sering sakit lambung tak kunjung sembuh,sakit kepala aneh berpindah2,sakit diorgan tubuh silih berganti,lumpuh tak tau sebab medisnya,sering pingsan,tidur sering meracau ngingau tak jelas,badan sering tercakar habis tidur malam ,dirumahnya terasa panas bringsang,dan muncul binatang aneh dirmh bisa berupa kalajengking,kelabang, ular, rata2 hewan ini berwarna hitam(ini tanda serangan jin sihir/santet/teluh).nb:gambar dibawah penulis foto setelah terafi pasien Ruqyah terkena sihir,inilah resiko peruqyah yang sebenernya mempertaruhkan nyawanya untuk kesehatan pasien,semoga mereka makin menghargai perjuangan dakwah tauhid ini!yang tak ternilai dengan pundi rupiah bahkan emas permata!semoga peruqyah syar'iyah dimana pun berada dalam penjagaan Allah Yang Maha Perkasa.. aamiin!
Senin, Juni 11, 2018
Kisah agung sahabat Nabi yang ganteng pemuda sholeh Mus'ab
Masa muda atau usia remaja adalah saat orang-orang mulai mengenal dan merasakan manisnya dunia. Pada fase ini, banyak pemuda lalai dan lupa, jauh sekali lintasan pikiran akan kematian ada di benak mereka. Apalagi bagi mereka orang-orang yang kaya, memiliki fasilitas hidup yang dijamin orang tua. Mobil yang bagus, uang saku yang cukup, tempat tinggal yang baik, dan kenikmatan lainnya, maka pemuda ini merasa bahwa ia adalah raja.
Di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ada seorang pemuda yang kaya, berpenampilan rupawan, dan biasa dengan kenikmatan dunia. Ia adalah Mush’ab bin Umair. Ada yang menukilkan kesan pertama al-Barra bin Azib ketika pertama kali melihat Mush’ab bin Umair tiba di Madinah. Ia berkata,
رَجُلٌ لَمْ أَرَ مِثْلَهُ كَأَنَّهُ مِنْ رِجَالِ الجَنَّةِ
“Seorang laki-laki, yang aku belum pernah melihat orang semisal dirinya. Seolah-olah dia adalah laki-laki dari kalangan penduduk surga.”
Ia adalah di antara pemuda yang paling tampan dan kaya di Kota Mekah. Kemudian ketika Islam datang, ia jual dunianya dengan kekalnya kebahagiaan di akhirat.
Kelahiran dan Masa Pertumbuhannya
Mush’ab bin Umair dilahirkan di masa jahiliyah, empat belas tahun (atau lebih sedikit) setelah kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dilahirkan pada tahun 571 M (Mubarakfuri, 2007: 54), sehingga Mush’ab bin Umair dilahirkan pada tahun 585 M.
Ia merupakan pemuda kaya keturunan Quraisy; Mush’ab bin Umair bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Abdud Dar bin Qushay bin Kilab al-Abdari al-Qurasyi.
Dalam Asad al-Ghabah, Imam Ibnul Atsir mengatakan, “Mush’ab adalah seorang pemuda yang tampan dan rapi penampilannya. Kedua orang tuanya sangat menyayanginya. Ibunya adalah seorang wanita yang sangat kaya. Sandal Mush’ab adalah sandal al-Hadrami, pakaiannya merupakan pakaian yang terbaik, dan dia adalah orang Mekah yang paling harum sehingga semerbak aroma parfumnya meninggalkan jejak di jalan yang ia lewati.” (al-Jabiri, 2014: 19).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,
مَا رَأَيْتُ بِمَكَّةَ أَحَدًا أَحْسَنَ لِمَّةً ، وَلا أَرَقَّ حُلَّةً ، وَلا أَنْعَمَ نِعْمَةً مِنْ مُصْعَبِ بْنِ عُمَيْرٍ
“Aku tidak pernah melihat seorang pun di Mekah yang lebih rapi rambutnya, paling bagus pakaiannya, dan paling banyak diberi kenikmatan selain dari Mush’ab bin Umair.” (HR. Hakim).
Ibunya sangat memanjakannya, sampai-sampai saat ia tidur dihidangkan bejana makanan di dekatnya. Ketika ia terbangun dari tidur, maka hidangan makana sudah ada di hadapannya.
Demikianlah keadaan Mush’ab bin Umair. Seorang pemuda kaya yang mendapatkan banyak kenikmatan dunia. Kasih sayang ibunya, membuatnya tidak pernah merasakan kesulitan hidup dan kekurangan nikmat.
Menyambut Hidayah Islam
Orang-orang pertama yang menyambut dakwah Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallamadalah istri beliau Khadijah, sepupu beliau Ali bin Abi Thalib, dan anak angkat beliau Zaid bin Haritsah radhiyallahu ‘anhum. Kemudian diikuti oleh beberapa orang yang lain. Ketika intimidasi terhadap dakwah Islam yang baru saja muncul itu kian menguat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdakwah secara sembunyi-sembunyi di rumah al-Arqam bin Abi al-Arqam radhiyallahu ‘anhu. Sebuah rumah yang berada di bukit Shafa, jauh dari pengawasan orang-orang kafir Quraisy.
Mush’ab bin Umair yang hidup di lingkungan jahiliyah; penyembah berhala, pecandu khamr, penggemar pesta dan nyanyian, Allah beri cahaya di hatinya, sehingga ia mampu membedakan manakah agama yang lurus dan mana agama yang menyimpang. Manakah ajaran seorang Nabi dan mana yang hanya warsisan nenek moyang semata. Dengan sendirinya ia bertekad dan menguatkan hati untuk memeluk Islam. Ia mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di rumah al-Arqam dan menyatakan keimanannya.
Kemudian Mush’ab menyembunyikan keislamannya sebagaimana sahabat yang lain, untuk menghindari intimidasi kafir Quraisy. Dalam keadaan sulit tersebut, ia tetap terus menghadiri majelis Rasulullah untuk menambah pengetahuannya tentang agama yang baru ia peluk. Hingga akhirnya ia menjadi salah seorang sahabat yang paling dalam ilmunya. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutusnya ke Madinah untuk berdakwah di sana.
Menjual Dunia Untuk Membeli Akhirat
Suatu hari Utsmani bin Thalhah melihat Mush’ab bin Umair sedang beribadah kepada Allah Ta’ala, maka ia pun melaporkan apa yang ia lihat kepada ibunda Mush’ab. Saat itulah periode sulit dalam kehidupan pemuda yang terbiasa dengan kenikmatan ini dimulai.
Mengetahui putra kesayangannya meninggalkan agama nenek moyang, ibu Mush’ab kecewa bukan kepalang. Ibunya mengancam bahwa ia tidak akan makan dan minum serta terus beridiri tanpa naungan, baik di siang yang terik atau di malam yang dingin, sampai Mush’ab meninggalkan agamanya. Saudara Mush’ab, Abu Aziz bin Umair, tidak tega mendengar apa yang akan dilakukan sang ibu. Lalu ia berujar, “Wahai ibu, biarkanlah ia. Sesungguhnya ia adalah seseorang yang terbiasa dengan kenikmatan. Kalau ia dibiarkan dalam keadaan lapar, pasti dia akan meninggalkan agamanya”. Mush’ab pun ditangkap oleh keluarganya dan dikurung di tempat mereka.
Hari demi hari, siksaan yang dialami Mush’ab kian bertambah. Tidak hanya diisolasi dari pergaulannya, Mush’ab juga mendapat siksaan secara fisik. Ibunya yang dulu sangat menyayanginya, kini tega melakukan penyiksaan terhadapnya. Warna kulitnya berubah karena luka-luka siksa yang menderanya. Tubuhnya yang dulu berisi, mulai terlihat mengurus.
Berubahlah kehidupan pemuda kaya raya itu. Tidak ada lagi fasilitas kelas satu yang ia nikmati. Pakaian, makanan, dan minumannya semuanya berubah. Ali bin Abi Thalib berkata, “Suatu hari, kami duduk bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di masjid. Lalu muncullah Mush’ab bin Umair dengan mengenakan kain burdah yang kasar dan memiliki tambalan. Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihatnya, beliau pun menangis teringat akan kenikmatan yang ia dapatkan dahulu (sebelum memeluk Islam) dibandingkan dengan keadaannya sekarang…” (HR. Tirmidzi No. 2476).
Zubair bin al-Awwam mengatakan, “Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallamsedang duduk dengan para sahabatnya di Masjid Quba, lalu muncullah Mush’ab bin Umair dengan kain burdah (jenis kain yang kasar) yang tidak menutupi tubuhnya secara utuh. Orang-orang pun menunduk. Lalu ia mendekat dan mengucapkan salam. Mereka menjawab salamnya. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memuji dan mengatakan hal yang baik-baik tentangnya. Dan beliau bersabda, “Sungguh aku melihat Mush’ab tatkala bersama kedua orang tuanya di Mekah. Keduanya memuliakan dia dan memberinya berbagai macam fasilitas dan kenikmatan. Tidak ada pemuda-pemuda Quraisy yang semisal dengan dirinya. Setelah itu, ia tinggalkan semua itu demi menggapai ridha Allah dan menolong Rasul-Nya…” (HR. Hakim No. 6640).
Saad bin Abi Waqqash radhiayallahu ‘anhu berkata, “Dahulu saat bersama orang tuanya, Mush’ab bin Umair adalah pemuda Mekah yang paling harum. Ketika ia mengalami apa yang kami alami (intimidasi), keadaannya pun berubah. Kulihat kulitnya pecah-pecah mengelupas dan ia merasa tertatih-taih karena hal itu sampai-sampai tidak mampu berjalan. Kami ulurkan busur-busur kami, lalu kami papah dia.” (Siyar Salafus Shaleh oleh Ismail Muhammad Ashbahani, Hal: 659).
Demikianlah perubahan keadaan Mush’ab ketika ia memeluk Islam. Ia mengalami penderitaan secara materi. Kenikmatan-kenikmatan materi yang biasa ia rasakan tidak lagi ia rasakan ketika memeluk Islam. Bahkan sampai ia tidak mendapatkan pakaian yang layak untuk dirinya. Ia juga mengalami penyiksaan secara fisik sehingga kulit-kulitnya mengelupas dan tubuhnya menderita. Penderitaan yang ia alami juga ditambah lagi dengan siksaan perasaan ketika ia melihat ibunya yang sangat ia cintai memotong rambutnya, tidak makan dan minum, kemudian berjemur di tengah teriknya matahari agar sang anak keluar dari agamanya. Semua yang ia alami tidak membuatnya goyah. Ia tetap teguh dengan keimanannya.
Peranan Mush’ab Dalam Islam
Mush’ab bin Umair adalah salah seorang sahabat nabi yang utama. Ia memiliki ilmu yang mendalam dan kecerdasan sehingga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallammengutusnya untuk mendakwahi penduduk Yatsrib, Madinah.
Saat datang di Madinah, Mush’ab tinggal di tempat As’ad bin Zurarah. Di sana ia mengajrkan dan mendakwahkan Islam kepada penduduk negeri tersebut, termasuk tokoh utama di Madinah semisal Saad bin Muadz. Dalam waktu yang singkat, sebagian besar penduduk Madinah pun memeluk agama Allah ini. Hal ini menunjukkan –setelah taufik dari Allah- akan kedalaman ilmu Mush’ab bin Umair dan pemahamanannya yang bagus terhadap Alquran dan sunnah, baiknya cara penyampaiannya dan kecerdasannya dalam berargumentasi, serta jiwanya yang tenang dan tidak terburu-buru.
Hal tersebut sangat terlihat ketika Mush’ab berhadap dengan Saad bin Muadz. Setelah berhasil mengislamkan Usaid bin Hudair, Mush’ab berangkat menuju Saad bin Muadz. Mush’ab berkata kepada Saad, “Bagaimana kiranya kalau Anda duduk dan mendengar (apa yang hendak aku sampaikan)? Jika engkau ridha dengan apa yang aku ucapkan, maka terimalah. Seandainya engkau membencinya, maka aku akan pergi”. Saad menjawab, “Ya, yang demikian itu lebih bijak”. Mush’ab pun menjelaskan kepada Saad apa itu Islam, lalu membacakannya Alquran.
Saad memiliki kesan yang mendalam terhadap Mush’ab bin Umair radhiyallahu ‘anhudan apa yang ia ucapkan. Kata Saad, “Demi Allah, dari wajahnya, sungguh kami telah mengetahui kemuliaan Islam sebelum ia berbicara tentang Islam, tentang kemuliaan dan kemudahannya”. Kemudian Saad berkata, “Apa yang harus kami perbuat jika kami hendak memeluk Islam?” “Mandilah, bersihkan pakaianmu, ucapkan dua kalimat syahadat, kemudian shalatlah dua rakaat”. Jawab Mush’ab. Saad pun melakukan apa yang diperintahkan Mush’ab.
Setelah itu, Saad berdiri dan berkata kepada kaumnya, “Wahai Bani Abdu Asyhal, apa yang kalian ketahui tentang kedudukanku di sisi kalian?” Mereka menjawab, “Engkau adalah pemuka kami, orang yang paling bagus pandangannya, dan paling lurus tabiatnya”.
Lalu Saad mengucapkan kalimat yang luar biasa, yang menunjukkan begitu besarnya wibawanya di sisi kaumnya dan begitu kuatnya pengaruhnya bagi mereka, Saad berkata, “Haram bagi laki-laki dan perempuan di antara kalian berbicara kepadaku sampai ia beriman kepada Allah dan Rasul-Nya!”
Tidak sampai sore hari seluruh kaumnya pun beriman kecuali Ushairim.
Karena taufik dari Allah kemudian buah dakwah Mush’ab, Madinah pun menjadi tempat pilihan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya hijrah. Dan kemudian kota itu dikenal dengan Kota Nabi Muhammad (Madinah an-Nabawiyah).
Wafatnya
Mush’ab bin Umair adalah pemegang bendera Islam di peperangan. Pada Perang Uhud, ia mendapat tugas serupa. Muhammad bin Syarahbil mengisahkan akhir hayat sahabat yang mulia ini. Ia berkata:
Mush’ab bin Umair radhiyallahu ‘anhu membawa bendera perang di medan Uhud. Lalu datang penunggang kudak dari pasukan musyrik yang bernama Ibnu Qumai-ah al-Laitsi (yang mengira bahwa Mush’ab adalah Rasulullah), lalu ia menebas tangan kanan Mush’ab dan terputuslah tangan kanannya. Lalu Mush’ab membaca ayat:
وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ ۚ
“Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul.” (QS. Ali Imran: 144).
Bendera pun ia pegang dengan tangan kirinya. Lalu Ibnu Qumai-ah datang kembali dan menebas tangan kirinya hingga terputus. Mush’ab mendekap bendera tersebut di dadanya sambal membaca ayat yang sama:
وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ ۚ
“Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul.” (QS. Ali Imran: 144).
Kemudian anak panah merobohkannya dan terjatuhlah bendera tersebut. Setelah Mush’ab gugur, Rasulullah menyerahkan bendera pasukan kepada Ali bin Abi Thalib (Ibnu Ishaq, Hal: 329).
Lalu Ibnu Qumai-ah kembali ke pasukan kafir Quraisy, ia berkata, “Aku telah membunuh Muhammad”.
Setelah perang usai, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memeriksa sahabat-sahabatnya yang gugur. Abu Hurairah mengisahkan, “Setelah Perang Uhud usai, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallammencari sahabat-sahabatnya yang gugur. Saat melihat jasad Mush’ab bin Umair yang syahid dengan keadaan yang menyedihkan, beliau berhenti, lalu mendoakan kebaikan untuknya. Kemudian beliau membaca ayat:
مِنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ ۖ فَمِنْهُمْ مَنْ قَضَىٰ نَحْبَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُ ۖ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلًا
“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka tidak merubah (janjinya).” (QS. Al-Ahzab: 23).
Kemudian beliau mempersaksikan bahwa sahabat-sahabatnya yang gugur adalah syuhada di sisi Allah.
Setelah itu, beliau berkata kepada jasad Mush’ab, “Sungguh aku melihatmu ketika di Mekah, tidak ada seorang pun yang lebih baik pakaiannya dan rapi penampilannya daripada engkau. Dan sekarang rambutmu kusut dan (pakaianmu) kain burdah.”
Tak sehelai pun kain untuk kafan yang menutupi jasadnya kecuali sehelai burdah. Andainya ditaruh di atas kepalanya, terbukalah kedua kakinya. Sebaliknya, bila ditutupkan ke kakinya, terbukalah kepalanya. Sehingga Rasulullah bersabda, “Tutupkanlah kebagian kepalanya, dan kakinya tutupilah dengan rumput idkhir.”
Mush’ab wafat setelah 32 bulan hijrahnya Nabi ke Madinah. Saat itu usianya 40 tahun.
Para Sahabat Mengenang Mush’ab bin Umair
Di masa kemudian, setelah umat Islam jaya, Abdurrahman bin Auf radhiyallahu ‘anhu yang sedang dihidangkan makanan mengenang Mush’ab bin Umair. Ia berkata, “Mush’ab bin Umair telah wafat terbunuh, dan dia lebih baik dariku. Tidak ada kain yang menutupi jasadnya kecuali sehelai burdah”. (HR. Bukhari no. 1273). Abdurrahman bin Auf pun menangis dan tidak sanggup menyantap makanan yang dihidangkan.
Khabab berkata mengenang Mush’ab, “Ia terbunuh di Perang Uhud. Ia hanya meninggalkan pakaian wool bergaris-garis (untuk kafannya). Kalau kami tutupkan kain itu di kepalanya, maka kakinya terbuka. Jika kami tarik ke kakinya, maka kepalanya terbuka. Rasulullah pun memerintahkan kami agar menarik kain ke arah kepalanya dan menutupi kakinya dengan rumput idkhir…” (HR. Bukhari no.3897).
Penutup
Semoga Allah meridhai Mush’ab bin Umair dan menjadikannya teladan bagi pemuda-pemuda Islam. Mush’ab telah mengajarkan bahwa dunia ini tidak ada artinya dibanding dengan kehidupan akhirat. Ia tinggalkan semua kemewahan dunia ketika kemewahan dunia itu menghalanginya untuk mendapatkan ridha Allah.
Mush’ab juga merupakan seorang pemuda yang teladan dalam bersemangat menuntut ilmu, mengamlakannya, dan mendakwahkannya. Ia memiliki kecerdasan dalam memahami nash-nash syariat, pandai dalam menyampaikannya, dan kuat argumentasinya.
Sumber:
al-Jabiri, Adnan bin Sulaiman. 2014. Shirah ash-Shahabi al-Jali: Mush’ab bin Umair. Jeddah: Dar al-Waraq al-Tsaqafah
Mubarakfury, Shafiyurrahman. 2007. ar-Rahiq al-Makhtum. Qatar: Wizarah al-Awqaf wa asy-Syu-un al-Islamiyah
al-Jabiri, Adnan bin Sulaiman. 2014. Shirah ash-Shahabi al-Jali: Mush’ab bin Umair. Jeddah: Dar al-Waraq al-Tsaqafah
Mubarakfury, Shafiyurrahman. 2007. ar-Rahiq al-Makhtum. Qatar: Wizarah al-Awqaf wa asy-Syu-un al-Islamiyah
Oleh Nurfitri Hadi
Rabu, Mei 30, 2018
Doa syekh sudais imam masjidil harom mekah mukarromah
دعاء القنوت النــازلـة
عبد الرحمن السديس
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اللهُمَّ لَكَ الحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَالاَرْضِ، وَلَكَ الحَمْدُ اَنْتَ قَيُّوْمُ السَّمَاوَاتِ وَالاَرْضِ، وَلَكَ الحَمْدُ اَنْتَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. أَنْتَ الحقُّ وَوَعْدُكَ الحَقُّ وَلِقَاؤُكَ الحَقُّ وَالجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌ. اللهُمَّ لَكَ أَسْلَمْنَا وَبِكَ آمَنَّا وَعَلَيْكَ تَوَكََّلْنَا وَبِكَ آمَنَّا وَعَلَيْكَ تَوَكَّـلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَبِكَ خَاصَمْنَا وَإِلَيْكَ حَاكَمْنَا، فَاغْفِرْ لَنَا مَا قَدَّمْنَا وَمَا أَخَّرْنَا وَمَا أَسْرَرْنَا وَمَا أَعْلَـنَّا وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنَّا، أَنْتَ المُقَدِّمُ وَأَنْتَ المُؤَخِّرُ وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٍ.
اللهُمَّ اهْدِنَا فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنَا فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنَا فيِْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لَنَا فِيْمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنَا شَرَّ مَا قَضَيْتَ. إِنَّكَ تَقْضِي وَلاَ يُقْضَى عَلَيْك.َ إِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ. وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ. تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ. لَكَ الحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ. وَلَكَ الشُّكْرُ عَلَى مَا أَعْطَيْتَ.
نَسْتَغْفِرُكَ اللَّهُمَّ مِنْ جَمِيْعِ الذُّنُوْبِ وَالخَطَايَا وَنَتُوْبُ إِلَيْكَ. اللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَاتَحُوْلُ بِهِ بَيْنـَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكْ. وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّـغُنَا بِهِ جَنَّـتَكَ. وَمِنَ اليَقِيْنِ مَا تُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا، وَمَتِّعْنَا اللَّهُمَّ بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّاتِنَا أَبَدًا مَا أَحْيَيْـتَنَا، وَاجْعَلْهُ الوَارِثَ منَّا، وَاجْعَلْهُ ثَـئْرَنـَا عَلَى مَنْ ظَلَمَنَا، وَانْصُرْنَا عَلَى مَنْ عَادَانَا، وَلاَتَجْعَلْ مُصِيـبَتَنَا فِى دِيْنِنَا، وَلاتَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا، وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلاَ إِلَى النَّارِ مَصِيْرَنَا وَاجْعَلِ الجَنَّةَ هِيَ دَارَنَا وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا بِذُنُوْبِنَا مَنْ لاَ يَخَافُكَ فِيْنَا وَلاَيَرْحَمُنَا.
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا وَأَصْلِحْ دِنْيَانَا الَّتِي فِيْهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِي فِيْهَا مَعَادِنَا وَاجْعَلِ الحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِي كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ المَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكْ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكْ، وَالغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، وَالفَوْزَ بِالجَنَّةِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ.
اللهُمَّ اغْفِرْلنَاَ وَارْحَمْنَا وَأَعْتِقْ رِقَابَنَا مِنَ النَّارِ . اللهُمَّ إِياَكَ نَعْبُدُ وَلَكَ نُصَلِّي وَنَسْجُدْ وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَخْفِضْ، نَرْجُوْ رَحْمَتَكَ وَنَخْشَى عَذَابَكْ، إِنَّ عَذَابَكَ الجِدَّ بِالكُفَّارِ مُلْحِقْ. اللَّهُمَّ أَنْتَ اللهُ لاَ إِلهَ إِالاَّ أَنتَ. أَنْتَ الغَنِيُّ وَنُحْنُ الفُقَرَآءُ، أََنْزِلْ عَلَيْنَا الغَيْثَ وَلاَ تَجْعَلْنَا مِنَ العَائِثِيْنَ. اللَّهُمَّ أَغِثْنَا....اللَّهُمَّ سُقْيَا رَحْمَة لاَ سُقْيَا عَذَابٍ، وَلاَ هَدْمٍ وَلاَ غَرَقٍ.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِاسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ. أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ العَظِيْمِ رَبِيْعَ قُلُوْبِنَا وَنُوْرَ صُدُوْرِنَا وَجَلاَءَ احْزَانِنَا وَذَهَبَ هُمُوْمِنَا وغُمُوْمِنَا. اللَّهُمَّ يَا سَامِعَ كُلِّ الـنَّجْوَى وَيَا مُنْتَهَى كلِّ شَكْوَى، يَا عَظِيْمَ المَنِّ، يَا كَرِيْمَ الصَّفْح. يَا مُبْتَدِأَ النِّعَمِ قَبْلَ اسْتِحْقَاقِهَا، يَا سَيِّدَنَا وَمَوْلَنَا....نَسْأَلُكَ أَنْ تَرْحَمَنَا بِالقُرْآنِ العَظِيْمِ. اللَّهُمَّ ارْحَمْنَا بِالقُرْآنِ العَظِيْمِ، وَاجْعَلْهُ لَنَا إِمَامًا وَنُوْرًا وَهُدًا وَرَحْمَةً. اللّهُمَّ ذَكِّرْنَا مِنْهُ مَا نُسِّيْـنَا، وَعَلِّمْنَا مِنْهُ مَا جَهِلْنَا، وَارْزُقْنَا تِلاَوَتَهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ عَلىَ الْوَجْهِ الَّذِي يُرضِيْكَ عَنَّا.
اللَّهُمَّ وَثِّقْ اِمَامَنَا لِما تُحِبُّ وَتَرْضَى، وَخُذْ بِنَاصِيَتِهِ بِالبرِِّ وَالتَّقْوَى. اللَّهُمَ وَفِّقْهُ لِهُدَاكَ، وَاجْعَلِ أَعْمَالَهُ الصَّالِحَ تَبْغِي رِضَاكَ، وَهَيِّئْ لَهُ البِطَانَةَ الصَّالِحَةْ الَّتِي تَدُلُّ عَلَى الخَيْرِ وتُعِيْنُه عَلَيْهِ.
اللَّهُمَّ مُـنْزِلَ الكِتَابِ، مُجْرِي السَّحَابِ، هَازِمَ الأَحْزَابِ، أُنْصُرْ إِخْوَانَنَا المُجَاهِدِيْنَ فِي كُلِّ مَكَانٍ.......... اللَّهُمَّ إِنَّ أَعْدَاءَهُمْ لايُعْجِزُوْنَكَ بِشَيْءٍ، فأَرِنَا اللَّهُمَّ فِيهِم عَجَائِبَ قُدْرَتِك، اللَّهُمَّ خُذْهُم أَخْذَ عَزِيْزٍ مُقْتَدِرٍ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَجْعَلُكَ فِي نُحُوْرِهِم، وَنَعُوْذُبِكَ مِنْ شُرُوْرِهِمْ.
اللَّهُمَّ أَرِنَا فِيْهِم يَوْمًا أَسْوَادًا....... اللّّهُمَّ خُذْ كَفَيْنَا أَسْرَانَا وَأَسْرَ المُسْلِمِيْنَ، وَرُدَّهُمْ إِلَى أَهْلِهِمْ سَالِمِيْنَ صِحَة. اللَّهُمَّ كُلَّهُمْ يَارَحْمَنُ يَا رَحِيْمُ. اللّهُمَّ امْكُرْ بِمَنْ مَكَرَ بِهِمْ يَا قَوِيُّ يَا عَزِيْزِ.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْألُكَ الهُدَى والتُّقَى والعَفَافَ وَالغِنَى. اللَّهُمَّ اغْنِنَا بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِك، وَاغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَنْ مَنْ سِوَاكَ.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِعْلَ الخَيْرَاتِ، وَتَرْكَ المُنْكَرَاتِ وَحُبَّ مَسَاكِيْنَ. وَأَنْ تَغْفِرَ لَنَا وَتَرْحَمَنَا وَتَتُوْبَ عَلَيْنَا وَإِذَا أَرَدْتَ فـِتْـنَةَ فِي قَوْمٍ فَاقْدِمْنَا إِلَيْكَ غَيْرَكِ مَفْتُوْنِيْنَ. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ، وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرِّبُنَا إِلَي حُبِّكَ.
اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ العَلِيْمِ، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَابُ الرَّحِيْمِ. اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوْذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ ِعُقُوْبَتِكَ، وَبِكَ مِنْكَ لاَ نُخْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكْ.
وَصَلِّ اللَّهُمَّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ
Langganan:
Komentar (Atom)

Adobe Reader