Jumat, Juni 11, 2021

Kepo Kepooooo apa itu?

 🖊️ ﷽


PENYAKIT HATI MUNCUL KARENA SIBUK MEMATA -MATAI ORANG LAIN 


📝Bisa jadi Penyakit hati muncul karena :


-terlalu sibuk Ngurus urusan orang lain

-Sibuk ngurus postingan orang

-Senang orang lain susah

-Susah orang lain senang

-Orang gembira dia sesak

-Orang berhasil dia hasad

-Orang sukses dia murung

-Orang posting nasehat dia baper


Susah mau ngapa-ngapain ngurusin orang

Mending fokus bersyukur


Perbaiki kekurangan diri

Saudaraku,


Terlalu sibuk memikirkan urusan orang lain, akan  merugikan diri sendiri apalagi sampai tahap “memata-matai” untuk mencari-cari keselahan saudaranya.

Ini yang dimaksud dengan tajassus dalam ayat,


ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺍﺟْﺘَﻨِﺒُﻮﺍ ﻛَﺜِﻴﺮًﺍ ﻣِّﻦَ ﺍﻟﻈَّﻦِّ ﺇِﻥَّ ﺑَﻌْﺾَ ﺍﻟﻈَّﻦِّ ﺇِﺛْﻢٌ ۖ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺠَﺴَّﺴُﻮﺍ


“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu (memata-matai) mencari-cari kesalahan orang lain ” (Al-Hujurat : 12)


An-Nawawi menjelasakan mengenai tajassus, beliau berkata,


ﺍﻟﺒﺤﺚ ﻋﻦ ﺍﻟﻌﻮﺭﺍﺕ . ﻭﻗﻴﻞ : ﺑﺎﻟﺠﻴﻢ : ﺍﻟﺘﻔﺘﻴﺶ ﻋﻦ ﺑﻮﺍﻃﻦ ﺍﻷﻣﻮﺭ , ﻭﺃﻛﺜﺮ ﻣﺎ ﻳﻘﺎﻝ ﻓﻲ ﺍﻟﺸﺮ


“Tajassus adalah mencari aurat (kesalahan-kesalahan tersembunyi orang lain, ada juga yang mengatakan mencari/memeriksa yang tersembunyi dan kebanyakannya adalah kejelekan (yang tersembunyi).” [Syarh AN-Nawawi lil Mualim]


Setiap kita pasti punya kesalahan tersembunyi, tentu kita tidak ingin kesalahan itu ditampakkan karena bisa jadi kita sudah bertaubat dan menyesal.

Syaikh Al-‘Utsaimin menjelaskan,


ﻓﻼ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﻟﻺﻧﺴﺎﻥ ﺃﻥ ﻳﺘﺠﺴﺲ ، ﺑﻞ ﻳﺄﺧﺬ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻋﻠﻰ ﻇﺎﻫﺮﻫﻢ ، ﻣﺎ ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻫﻨﺎﻙ ﻗﺮﻳﻨﺔ ﺗﺪﻝ ﻋﻠﻰ ﺧﻼﻑ ﺫﻟﻚ ﺍﻟﻈﺎﻫﺮ 

“Tidak selayaknya manusia melakukan tajassus, bahkan harus dinilai sesuai dzahir yang nampak, selama tidak ada indikasi yang tidak sesuai dengan dzahirnya.” [Tafsir surat Al Hujrot hal 50-51]


Demikian juga hadits larangan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,


ﺇِﻳَّﺎ ﻛُﻢْ ﻭَﺍﻟﻈَّﻦَّ ﻓَﺈِﻥَّ ﺍﻟﻈَّﻦَّ ﺃَﻛْﺬَﺏُ ﺍﻟْﺤَﺪِﻳْﺚِ ﻭَﻻَ ﺗَﺤَﺴَّﺴُﻮﺍ ﻭَﻻَ ﺗَﺠَﺴَّﺴُﻮﺍ ﻭَﻻَ ﺗَﺤَﺎﺳَﺪُﻭﺍ 


Terlalu sibuk memikirkan urusan orang lain, akan  merugikan diri sendiri apalagi sampai tahap “memata-matai” untuk mencari-cari keselahan saudaranya.

Ini yang dimaksud dengan tajassus dalam ayat,


ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺍﺟْﺘَﻨِﺒُﻮﺍ ﻛَﺜِﻴﺮًﺍ ﻣِّﻦَ ﺍﻟﻈَّﻦِّ ﺇِﻥَّ ﺑَﻌْﺾَ ﺍﻟﻈَّﻦِّ ﺇِﺛْﻢٌ ۖ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺠَﺴَّﺴُﻮﺍ


“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu (memata-matai) mencari-cari kesalahan orang lain ” (Al-Hujurat : 12)


An-Nawawi menjelasakan mengenai tajassus, beliau berkata,


ﺍﻟﺒﺤﺚ ﻋﻦ ﺍﻟﻌﻮﺭﺍﺕ . ﻭﻗﻴﻞ : ﺑﺎﻟﺠﻴﻢ : ﺍﻟﺘﻔﺘﻴﺶ ﻋﻦ ﺑﻮﺍﻃﻦ ﺍﻷﻣﻮﺭ , ﻭﺃﻛﺜﺮ ﻣﺎ ﻳﻘﺎﻝ ﻓﻲ ﺍﻟﺸﺮ


“Tajassus adalah mencari aurat (kesalahan-kesalahan tersembunyi orang lain, ada juga yang mengatakan mencari/memeriksa yang tersembunyi dan kebanyakannya adalah kejelekan (yang tersembunyi).” [Syarh AN-Nawawi lil Mualim]


Setiap kita pasti punya kesalahan tersembunyi, tentu kita tidak ingin kesalahan itu ditampakkan karena bisa jadi kita sudah bertaubat dan menyesal.

Syaikh Al-‘Utsaimin menjelaskan,


ﻓﻼ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﻟﻺﻧﺴﺎﻥ ﺃﻥ ﻳﺘﺠﺴﺲ ، ﺑﻞ ﻳﺄﺧﺬ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻋﻠﻰ ﻇﺎﻫﺮﻫﻢ ، ﻣﺎ ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻫﻨﺎﻙ ﻗﺮﻳﻨﺔ ﺗﺪﻝ ﻋﻠﻰ ﺧﻼﻑ ﺫﻟﻚ ﺍﻟﻈﺎﻫﺮ 

“Tidak selayaknya manusia melakukan tajassus, bahkan harus dinilai sesuai dzahir yang nampak, selama tidak ada indikasi yang tidak sesuai dengan dzahirnya.” [Tafsir surat Al Hujrot hal 50-51]


Demikian juga hadits larangan dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam,


إيا كم والظن فإن الظن أكذب الحديث ولا تحسسوا ولا تجسسوا ولا تحاسدوا ولاتدابروا ولاتباغضوا وكونواعبادالله إحوانا


“Berhati-hatilah terhadap Anda dari tindakan berprasangka buruk, karena dampak buruk adalah ucapan sedusta-dusta. Janganlah kalian saling mencari berita kejelekan orang lain, saling memata-matai, saling mendengki, saling membelakangi, dan saling membenci. 


Jadi kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.”[HR Bukhari no 6064 & Muslim no 2563]


Semoga bermanfaat

Barakallahu fiikum..

Sabtu, Juni 05, 2021

HUKUM MENDESAH SAAT ML HUBUNGAN INTIM SUAMI ISTRI, APA BOLEH?

 Bismillah


(Menjawab apa yg d katakan sebagian orang...

ini ilmu... Dan ilmu wajib utk d pelajari..

Yg jomblo silahkan d ambil manfaatnya)


HUKUM MENDESAH/MERINTIH KETIKA HUBUNGAN INTIM (JIMA)


كشاف القناع عن متن الإقناع (17/409)

وَقَالَ) الْإِمَامُ (مَالِكُ) بْنُ أَنَسٍ (لَا جَأْسَ بِالنَّخْرِ عِنْدَ العِنْدَ العنْدَ العنْدَ العن


“Imam Malik berkata; Tidak mengapa desahan / lenguhan panjang saat Jimak

(Kassyaf Al-Qina '' An Matni Al-Iqna ', vol.18 hlm 409) ”


Bahagianya Merayakan Cinta, -tanpa mengurangi penghargaan terhadap Syaikh Muhammad Umar An Nawawi Al Bantani yang telah menulis kitab tersebut, memaparkan, larangan bersuara pada saat jima ternyata bertentangan dengan riwayat sahih yang menjelaskan praktik generasi sahabat.


Abd bin Humaid meriwayatkan dari Ibnu Mundzir sebagaimana dikutip Imam As Suyuthi dalam Ad Durrul Mantsur bahwa Muawiyah bin Abi Sufyan, pernah suatu kali menjima istrinya.


Tiba-tiba sang istri mengeluarkan desahan napas dan rintihan yang penuh gairah sehingga ia sendiri pun menjadi malu pada suaminya.


Tetapi Muawiyah bin Abi Sufyan berkata, “Tidak apa-apa, tidak jadi masalah.

Sungguh demi Allah, yang paling menarik pada diri kalian adalah desahan napas dan rintihan kalian.”


Senada dengan riwayat tersebut, faqihnya sahabat, Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhu pernah ditanya tentang hukum rintihan dan desahan saat berjima. Beliau menjawab, “Apabila kamu menjima istrimu, berbuatlah sesukamu.”


Abdu bin Humaid meriwayatkan dari Ibnu Mudzir sebagaimana dinukil Imam A-Suyuthi dalam tafsir Ad-Duraru al-Mantsur, bahwa Muawiyah bin Abu Sufyan pernah suatu kali mengajak istrinya berhubungan intim. 

Tiba-tiba istrinya mengeluarkan desahan nafas dan rintihan yang penuh gairah, sehingga sang istri malu dengan sendirinya

Namun, beliau justru menanggapi, “Tak jadi masalah. 

Sungguh demi Allah, yang paling menarik dari diri kalian adalah desahan nafas dan rintihan kalian.”


Imam As-Suyuthi juga meriwayatkan, bahwa ada seorang Qadhi yang tengah menggauli istrinya.

Tiba-tiba sang istri meliuk dan mendesah nafasnya. Qadhi pun menegurnya.

Namun tatkala Qadhi menggauli istrinya lagi, ia justru berkata, “Coba lakukan lagi seperti kemarin.”


Ibnu Abbas pernah ditanya tentang hukum desahan dan rintihan yang dilakukan tatkala berhubungan seks. Beliau menjawab, 

“Apabila engkau mengauli istrimu, berbuatlah sesukamu!”


Dari paparan di atas, menurut saya jelas bahwa mendesah dan merintih sebagai ekspresi gairah dan letupan kenikmatan bersenggama tidaklah terlarang secara syariat.


Tak ada dalil yang secara valid melarang mendesah dan merintih saat bersenggama karena hal itu sejatinya juga merupakan fitrah dan tabiat yang umumnya dimiliki oleh kaum wanita.


Bila ada anjuran untuk tidak mendesah dan merintih dengan desahan dan rintihan yang keras, sebagaimana yang termaktub dalam buku dan kitab yang telah saya sebutkan di muka, sesungguhnya konteksnya adalah “bila didengar atau khawatir didengar oleh orang lain”.


Sebagaimana juga dinyatakan oleh Zainab Hasan Syarqawi dalam Ahkamul Mu’asyarah Az-Zaujiyah, “Dimakruhkan seorang suami mencium atau menggauli istrinya di dekat orang banyak atau dengan suara yang didengar oleh orang lain atau istri yang lain jika ia menikah dengan istri lain, karena ini merupakan perbuatan merendahkan.”


Berikut lima alasan kenapa istri atau seorang wanita suka mendesah saat berhubungan intim:


1. Karena nikmat dan senang


Mendesah sepertinya salah satu cara bagi wanita untuk menunjukkan bahwa ia menikmati saat berhubungan.

ni juga menunjukkan bahwa ia sangat senang dan menunjukkan gairahnya.


2. Membuat pasangan pria lebih percaya diri


Tahukah anda bahwa terkadang wanita memalsukan dengan mendesah karena ingin anda percaya diri.


3.Mengarahkan pria


Semakin keras desahannya, artinya anda berhasil membuatnya nikmat

Menjadi semacam arahan, anda jadi bisa mengetahui teknik atau gaya apa yang membuatnya merasa nyaman dan menikmatinya.


4. Meningkatkan gairah


Mendengar desahan pasangan tentunya dapat membuat pria semakin bergairah.

Hal tersebut ternyata cukup banyak disadari wanita.


5. Terjadi tanpa bisa dikendalikan


Jika anda penasaran mengapa wanita mendesah, jawabannya adalah karena mereka tidak bisa menahan untuk melakukan hal tersebut.

Secara spontan wanita akan melakukannya saat berhubungan, meskipun ia berusaha menahannya.


Adapun bila situasi dan kondisinya memang aman, dalam arti tertutup sehingga tidak akan terlihat oleh orang lain dan “kedap suara” atau situasi sepi sehingga orang lain tidak akan mendengar suara desahan dan rintihan saat bersenggama, maka boleh mendesah dan merintih, karena secara fitrah memang hubungan seksual itu dibingkai oleh pengaruh lust(nafsu birahi) dan infatuation (kegilaan/petualangan) yang dapat memungkinkan timbulnya situasi “heboh dan ribut” dengan aksi fisik disertai desahan dan rintihan.


Namun demikian jika istri tidak mau mendesah atau merintih karena malu maka tidak perlu dipaksakan.


Wallahu a’lam bishshawab..

Senin, Februari 22, 2021

Apa manfaat Ruqyah dengan mandi air hujan?

 Beberapa manfaat mandi hujan di bawah ini.

Pertama, Menyucikan diri, menghilangkan gangguan setan, menguatkan jiwa dan menguatkan kaki. Allah –subhanahu wa ta’ala– berfirman, “(Ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penenteraman daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk menyucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan setan dan untuk menguatkan hatimu dan memperteguh dengannya telapak kaki (mu).” (QS. Al-Anfaal: 11)

Kedua, membuat rambut bersinar. Air hujan adalah air paling netral (bebas garam dan mineral) sehingga sangat baik digunakan untuk mencuci rambut. Berbeda jika mencuci dengan air biasa apalagi dengan tambahan shampo yang akan meninggalkan sisa busa dan zat-zat minyak pada rambut kepala.

Ketiga, sebagai terapi pengobatan. Air hujan mengandung H2O2 (Hidrogen Peroksida) yang bersifat anorganik sehingga dapat digunakan sebagai holistic healing (terapi pengobatan).

Keempat, menghilangkan bau amis. Setelah makan daging menggunakan tangan maka bau amis menempel di sela-sela jari. Jika kita mencuci tangan tanpa bantuan sabun maka bau amis akan tetap ada. Berbeda halnya jika kita mencuci tangan dengan air hujan. Sekalipun tanpa bantuan sabun maka tangan akan menjadi bersih dan rasa lengket serta bau amis pun akan hilang.

Kelima, mengejutkan sistem syaraf seperti pada pijat refleksi. Rintik hujan yang mengenai kepala dan badan merupakan pijatan alami yang dapat melancarkan peredaran darah dalam tubuh. Apalagi jika sambil mengendarai kendaraan roda dua tanpa menggunakan helm. Hantaman titik-titik hujan yang mengenai wajah akan dapat mengejutkan sistem syaraf seperti yang terjadi pada pijat refleksi.

Keenam, menghilangkan toksin (racun) dalam tubuh. Air hujan dapat digunakan sebagai terapi menghilangkan racun yang ada pada tubuh. Dengan menambahkan garam pada air hujan yang sudah ditampung anda bisa merendam kaki selama + 15 menit. Lalu rasakanlah sensasi yang ditimbulkan.

Ketujuh, sebagai kabar gembira dan rahmat. Allah –subhanahu wa ta’ala– berfirman, “Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira  sebelum kedatangan rahmat-nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih, agar Kami menghidupkan dengan air itu negeri (tanah) yang mati, dan agar Kami memberi minum dengan air itu sebagian besar dari makhluk Kami, binatang-binatang ternak dan manusia yang banyak. Dan sesungguhnya Kami telah mempergilirkan hujan itu di antara manusia supaya mereka mengambil pelajaran (daripadanya); maka kebanyakan manusia itu tidak mau kecuali mengingkari (nikmat)” (QS. Al-Furqaan : 48-50)



https://youtu.be/K05yCHSXWWU

SIAPA LEBIH BAIK ORANG BERAGAMA IBADAH BANYAK KELAKUAN BURUK DENGAN TIDAK BERIBADAH TAPI KELAKUAN BAIK?

 M U H A S A B A H 


" Wahai Kiyai, manakah yg lebih baik, Seorang beragama yg ibadahnya banyak, tetapi kelakuannya buruk "


" Ataukah seorang yg tidak beribadah, tapi kelakuannya baik pada sesama...? "


Tanya seorang santri kepada kiyainya.


سبحان الله


Maha Suci ALLAH...


" Keduanya baik...", ujar sang kiyai sambil tersenyum


" Lho, kok bisa...? " desak sang santri


" Karena orang yg tekun beribadah itu boleh jadi akan dibimbing Allah SWT untuk berkelakuan mulia melalui ibadahnya... "


Sedangkan orang yg baik kelakuannya itu, boleh jadi akan dibimbing Allah SWT melalui rahmat-Nya untuk semakin taat kepadaNYA..."


" Terus, siapa yg lebih buruk...? " desak sang santri penasaran


Air mata mengalir di pipi sang kiyai... 


" KITA NAK..." ujar beliau dengan suara tersendat


 " Kitalah yg layak disebut buruk, sebab gemar menghabiskan waktu untuk menilai orang lain, melupakan dosa diri sendiri..."


Tangis Beliau sambil terisak...


" Kelak di hadapan ALLAH, kita ditanya tentang diri kita, BUKAN tentang orang lain..." 😢😢


#MuhasabahDiri 

#SalamDariSangPendosa

#MajelisRuqyahIndonesia

Konsultasi Ruqyah

083813594681 (Owner Majelis Ruqyah Indonesia)