Beberapa manfaat mandi hujan di bawah ini.
Pertama, Menyucikan diri, menghilangkan gangguan setan, menguatkan jiwa dan menguatkan kaki. Allah –subhanahu wa ta’ala– berfirman, “(Ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penenteraman daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk menyucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan setan dan untuk menguatkan hatimu dan memperteguh dengannya telapak kaki (mu).” (QS. Al-Anfaal: 11)
Kedua, membuat rambut bersinar. Air hujan adalah air paling netral (bebas garam dan mineral) sehingga sangat baik digunakan untuk mencuci rambut. Berbeda jika mencuci dengan air biasa apalagi dengan tambahan shampo yang akan meninggalkan sisa busa dan zat-zat minyak pada rambut kepala.
Ketiga, sebagai terapi pengobatan. Air hujan mengandung H2O2 (Hidrogen Peroksida) yang bersifat anorganik sehingga dapat digunakan sebagai holistic healing (terapi pengobatan).
Keempat, menghilangkan bau amis. Setelah makan daging menggunakan tangan maka bau amis menempel di sela-sela jari. Jika kita mencuci tangan tanpa bantuan sabun maka bau amis akan tetap ada. Berbeda halnya jika kita mencuci tangan dengan air hujan. Sekalipun tanpa bantuan sabun maka tangan akan menjadi bersih dan rasa lengket serta bau amis pun akan hilang.
Kelima, mengejutkan sistem syaraf seperti pada pijat refleksi. Rintik hujan yang mengenai kepala dan badan merupakan pijatan alami yang dapat melancarkan peredaran darah dalam tubuh. Apalagi jika sambil mengendarai kendaraan roda dua tanpa menggunakan helm. Hantaman titik-titik hujan yang mengenai wajah akan dapat mengejutkan sistem syaraf seperti yang terjadi pada pijat refleksi.
Keenam, menghilangkan toksin (racun) dalam tubuh. Air hujan dapat digunakan sebagai terapi menghilangkan racun yang ada pada tubuh. Dengan menambahkan garam pada air hujan yang sudah ditampung anda bisa merendam kaki selama + 15 menit. Lalu rasakanlah sensasi yang ditimbulkan.
Ketujuh, sebagai kabar gembira dan rahmat. Allah –subhanahu wa ta’ala– berfirman, “Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira sebelum kedatangan rahmat-nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih, agar Kami menghidupkan dengan air itu negeri (tanah) yang mati, dan agar Kami memberi minum dengan air itu sebagian besar dari makhluk Kami, binatang-binatang ternak dan manusia yang banyak. Dan sesungguhnya Kami telah mempergilirkan hujan itu di antara manusia supaya mereka mengambil pelajaran (daripadanya); maka kebanyakan manusia itu tidak mau kecuali mengingkari (nikmat)” (QS. Al-Furqaan : 48-50)
https://youtu.be/K05yCHSXWWU
Adobe Reader