Senin, Februari 22, 2021

Apa manfaat Ruqyah dengan mandi air hujan?

 Beberapa manfaat mandi hujan di bawah ini.

Pertama, Menyucikan diri, menghilangkan gangguan setan, menguatkan jiwa dan menguatkan kaki. Allah –subhanahu wa ta’ala– berfirman, “(Ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penenteraman daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk menyucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan setan dan untuk menguatkan hatimu dan memperteguh dengannya telapak kaki (mu).” (QS. Al-Anfaal: 11)

Kedua, membuat rambut bersinar. Air hujan adalah air paling netral (bebas garam dan mineral) sehingga sangat baik digunakan untuk mencuci rambut. Berbeda jika mencuci dengan air biasa apalagi dengan tambahan shampo yang akan meninggalkan sisa busa dan zat-zat minyak pada rambut kepala.

Ketiga, sebagai terapi pengobatan. Air hujan mengandung H2O2 (Hidrogen Peroksida) yang bersifat anorganik sehingga dapat digunakan sebagai holistic healing (terapi pengobatan).

Keempat, menghilangkan bau amis. Setelah makan daging menggunakan tangan maka bau amis menempel di sela-sela jari. Jika kita mencuci tangan tanpa bantuan sabun maka bau amis akan tetap ada. Berbeda halnya jika kita mencuci tangan dengan air hujan. Sekalipun tanpa bantuan sabun maka tangan akan menjadi bersih dan rasa lengket serta bau amis pun akan hilang.

Kelima, mengejutkan sistem syaraf seperti pada pijat refleksi. Rintik hujan yang mengenai kepala dan badan merupakan pijatan alami yang dapat melancarkan peredaran darah dalam tubuh. Apalagi jika sambil mengendarai kendaraan roda dua tanpa menggunakan helm. Hantaman titik-titik hujan yang mengenai wajah akan dapat mengejutkan sistem syaraf seperti yang terjadi pada pijat refleksi.

Keenam, menghilangkan toksin (racun) dalam tubuh. Air hujan dapat digunakan sebagai terapi menghilangkan racun yang ada pada tubuh. Dengan menambahkan garam pada air hujan yang sudah ditampung anda bisa merendam kaki selama + 15 menit. Lalu rasakanlah sensasi yang ditimbulkan.

Ketujuh, sebagai kabar gembira dan rahmat. Allah –subhanahu wa ta’ala– berfirman, “Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira  sebelum kedatangan rahmat-nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih, agar Kami menghidupkan dengan air itu negeri (tanah) yang mati, dan agar Kami memberi minum dengan air itu sebagian besar dari makhluk Kami, binatang-binatang ternak dan manusia yang banyak. Dan sesungguhnya Kami telah mempergilirkan hujan itu di antara manusia supaya mereka mengambil pelajaran (daripadanya); maka kebanyakan manusia itu tidak mau kecuali mengingkari (nikmat)” (QS. Al-Furqaan : 48-50)



https://youtu.be/K05yCHSXWWU

SIAPA LEBIH BAIK ORANG BERAGAMA IBADAH BANYAK KELAKUAN BURUK DENGAN TIDAK BERIBADAH TAPI KELAKUAN BAIK?

 M U H A S A B A H 


" Wahai Kiyai, manakah yg lebih baik, Seorang beragama yg ibadahnya banyak, tetapi kelakuannya buruk "


" Ataukah seorang yg tidak beribadah, tapi kelakuannya baik pada sesama...? "


Tanya seorang santri kepada kiyainya.


سبحان الله


Maha Suci ALLAH...


" Keduanya baik...", ujar sang kiyai sambil tersenyum


" Lho, kok bisa...? " desak sang santri


" Karena orang yg tekun beribadah itu boleh jadi akan dibimbing Allah SWT untuk berkelakuan mulia melalui ibadahnya... "


Sedangkan orang yg baik kelakuannya itu, boleh jadi akan dibimbing Allah SWT melalui rahmat-Nya untuk semakin taat kepadaNYA..."


" Terus, siapa yg lebih buruk...? " desak sang santri penasaran


Air mata mengalir di pipi sang kiyai... 


" KITA NAK..." ujar beliau dengan suara tersendat


 " Kitalah yg layak disebut buruk, sebab gemar menghabiskan waktu untuk menilai orang lain, melupakan dosa diri sendiri..."


Tangis Beliau sambil terisak...


" Kelak di hadapan ALLAH, kita ditanya tentang diri kita, BUKAN tentang orang lain..." 😢😢


#MuhasabahDiri 

#SalamDariSangPendosa

#MajelisRuqyahIndonesia

Konsultasi Ruqyah

083813594681 (Owner Majelis Ruqyah Indonesia)