Minggu, Desember 08, 2024

Gurah Mata Ruqyah

 Gurah mata ruqyah adalah teknik pengobatan spiritual yang digunakan untuk mengobati berbagai masalah mata, seperti:


*Manfaat*


1. Mengobati penyakit mata seperti katarak, glaukoma, dan degenerasi makula.

2. Mengurangi kelelahan mata.

3. Meningkatkan penglihatan.

4. Menghilangkan peradangan mata.

5. Mengurangi stres dan kecemasan.

6. Hilangkan efek Ain dan Sihir


*Teknik*


1. Membersihkan mata dengan air zamzam dan Herbal Gurah Mata

2. Membaca doa dan ayat Ruqyah

3. Menggunakan teknik totok sekitar mata.

4. Menggunakan minyak zaitun atau minyak lainnya untuk memijat mata.

5. Melakukan teknik relaksasi dan muhasabah.


*Syarat*


1. Dilakukan oleh praktisi ruqyah yang berpengalaman.

2. Menggunakan teknik yang steril dan aman.

3. Pasien harus memiliki keyakinan dan kesabaran.

4. Mengikuti instruksi praktisi dengan baik.


*Tempat Pengobatan*

 Klinik Cahaya Ruqyah Al-Hijamah dan

Majelis Ruqyah Indonesia 


*Himbauan*

Sholat 2 rakaat taubat dirumah

Konsultasi 083813594681


Cahaya Ruqyah Al-Hijamah

 Cahaya Ruqyah Al-Hijamah adalah pusat pengobatan yang menyediakan layanan ruqyah dan hijamah (bekam) berdasarkan prinsip-prinsip Islam. Berikut beberapa informasi tentang Cahaya Ruqyah Al-Hijamah:


*Layanan*


1. Ruqyah untuk penyakit spiritual dan fisik.

2. Hijamah (bekam) untuk membersihkan darah kotor.

3. Konsultasi spiritual dan kesehatan.

4. Terapi bekam untuk mengobati berbagai penyakit.

5. Pelatihan dan pendidikan ruqyah.


*Keunggulan*


1. Praktisi berpengalaman dan terlatih.

2. Lingkungan steril dan nyaman.

3. Pengobatan sesuai dengan Al-Qur'an dan Hadits.

4. Biaya terjangkau.

5. Konsultasi gratis.(083813594681)


*Manfaat Ruqyah Al-Hijamah*


1. Mengobati penyakit kronis.

2. Meningkatkan keseimbangan tubuh.

3. Mengurangi stres dan kecemasan.

4. Membersihkan darah kotor.

5. Meningkatkan kekebalan tubuh.


*Lokasi dan Kontak*


Untuk informasi lokasi dan kontak, silakan cari "Cahaya Ruqyah Al-Hijamah" di mesin pencari atau media sosial.


*Tips Sebelum Pengobatan*


Sholat Taubat 2 rakaat dirumah

Senin, Agustus 12, 2024

Kapan Islam Masuk Nusantara yang Sebenarnya?

 Jasmerah (Jangan lupakan Sejarah)

Kapan Islam masuk ke Nusantara Sebenarnya?


Dalam sejarah terdahulu kita diajarkan Islam masuk ke Nusantara abad ke13 dibawa pedagang Gujarat,apa benar?

ternyata salah!!

bukti otentik Islam masuk ke Indonesia saat Nabi Muhammad masih ada,dan dibawa oleh sahabat2 Rasulullah.diabad ke6 dan ke7.


Tahun 2017 sudah diresmikan Presiden bahwa titik nol Islam di Indonesia letaknya di Barus Sumatra.


Hubungan antara Haramain (Makkah dan Madinah) dengan Nusantara (Indonesia) ternyata telah terbina sejak dulu yaitu pada masa kenabian. Hijrah Nabi Muhammad shalllallahu 'alaihi wa sallam (SAW) dari Mekkah ke Madinah merupakan peristiwa bersejarah bagi umat Islam. 


Sebelum hijrah ke Madinah (Yastrib), Rasulullah dan para sahabat melakukan hijrah pertama kali ke negeri Habsyah (Ethiopia). Ketika berada di Habsyah ternyata rombongan Nabi (para sahabat) sempat melakukan perjalanan ke Indonesia melalui kota pelabuhan Barus yang terletak di pesisir barat Sumatera. 


Kedatangan sahabat Nabi ke Barus inilah menjadi awal mula masuknya Islam ke Nusantara. Dai pendiri Quantum Akhyar Institute, Ustaz Adi Hidayat menerangkan dalam satu ceramahnya, bahwa Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pada tahun 610 Masehi di usia 40 tahun. Pada fase awal 5 tahun pertama Nabi SAW berdakwah secara sembunyi dengan bimbingan Allah pada tahun 615 Masehi. 


Tahun 615 Masehi turunlah wahyu dan perintah Allah kepada Nabi SAW untuk berdakwah secara terang-terangan. "Yaa Ayyuhal-muddatssir, wahai orang yang berselimut! Bangunlah, lalu berilah peringatan! dan agungkanlah Tuhanmu, (Surah Al-Muddatstsir 1-3). Karena adanya perlawanan keras dari kafir Quraisy dan penyiksaan terhadap sahabat Nabi, maka Rasulullah meminta sahabat yang dipimpin Ja'far bin Abi Thalib RA untuk hijrah ke Habsyah. 


Pada tahun 615 Masehi (Abad 6) ini menjadi tahun hijrah pertama dalam sejarah Islam. Dalam perjalanan hijrah itu, rombongan Nabi diterima oleh Raja Habsyah bernama Najasyi, raja yang dikenal baik dan akhirnya memeluk Islam. Dari perjalanan hijrah ke Habsyah inilah Nabi SAW dan sahabat mulai mengembangkan dakwah Islamiyah. Ketika diperlakukan baik di Habsyah, sebagian sahabat melanjutkan ekspedisinya. 


Rombongan sahabat bertolak dari Ethiopia menuju negeri China. Ketika melakukan perjalanan menuju China, para sahabat singgah di Kota Barus (kota pelabuhan di pantai Barat Sumatera Utara). Mereka menebarkan risalah Islam hingga menyebar ke Aceh, pulau Jawa hingga ujung Papua. Bahkan dakwah para sahabat ini sampai ke Malaysia, Brunai Darussalam Filipina dan Thailand Selatan. 


Inilah sejarah masuknya Islam ke nusantara disebarkan langsung oleh para sahabat Nabi. Jika ditanya kapan fase penyebaran Islam di Nusantara, maka jawabannya yakni abad ke 7 Masehi ketika rombongan sahabat Nabi datang ke Barus.


 Kenapa sejarah ini tidak terungkap? Karena ada orientalis yang kerjanya sengaja membuat rekayasa sejarah untuk mengaburkan sejarah penyebaran Islam di Indonesia. Untuk diketahui, Barus berjarak 414 Km dari Kota Medan arah Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.


 Di Barus terdapat banyak makam aulia dan ada yang berukuran hingga tujuh meter. Menurut ulama ahli sejarah, sahabat Nabi yang menebarkan dakwah ke Indonesia melalui Barus yaitu 'Abdurrahman bin Mu'adz bin Jabal dan puteranya Mahmud dan Ismail. Mereka berdakwah dan wafat dimakamkan di Barus sekitar tahun 625 Masehi(Abad ke6). Atau bertepatan 10 tahun setelah hijrah pertama rombongan Nabi ke Habsyah pada tahun 615 Masehi. 


(Sumber: Habib Bahruddin Azmatkjan Qisshatud Dakwah fii Arahbiliyah (Nusantara), 1929). 


Selain itu ada yang menyebut, sahabat nabi yang berdakwah ke Indonesia melalui Barus adalah Sa'ad bin Abi Waqos yang akhirnya wafat dan dimakamkan di Guang Zsu (Cina).