Senin, Desember 09, 2019

Jawaban Untuk Muwafiq

DIAOLOG SINGKAT

muwafiq*: "Kalau bener saat lahir Nabi bercahaya, pasti akan dibunuh oleh Abrahah."
*jawab*: kamu ngerti sejarah gak? Abrahah sudah mati bersama pasukan bergajah, oleh azab allah melalui burung ababil. ini terjadi *sebelum sebelum Nabi lahir*. Gimana bisa Abrahah mo bunuh nabi waktu lahir?
muwafiq*: "Kalau Nabi bercahaya, pasti akan kelihatan sehingga akan dibunuh Yahudi." *jawab*: Kamu nih belajar nggak sih..😢... Nabi Saw ada di Makkah, sedangkan kelompok Yahudi waktu itu ada di Madinah. Yahudi menyangka Kenabian akan lahir di tengah mereka. Yahudi tak pernah mengira Kenabian lahir di Makkah.
muwafiq*: "Nabi tidak terurus karena dipelihara kakeknya. Di mana mana namanya kakek tidak ada yang bisa ngurus anak."
jawab*: dasar gagal faham sejarah masa kecil nabi..!!. Yang pertama mengasuh Nabi itu Bundanya, Aminah binti Wahab. Kemudian setelah sementara diasuh Halimah As-Sa'diyah sebagai ibu susu. Kemudian balik ke Bundanya lagi sampai beliau wafat. Setelah itu baru ke kakeknya, Abdul Mutholib sang bangsawan paling disegani di saat itu. Ini *tidak lama* karena beliau juga wafat. Abdul Mutholib menyayangi Muhammad kecil melebihi ke anak-anaknya sendiri. Bayangkan, seorang pemimpin dan *bangsawan* Quraisy, datuknya Bani Hasyim, penjaga situs Ka'bah dan sumur Zam Zam, sampai turun gunung menjaga CUCU-nya yang yatim piatu. Mana mungkin beliau membiarkan cucunya tidak terurus? Pastinya kalau begitu, beliau akan dicela Bani Hasyim atau bangsa Quraisy.
 *muwafiq*: "Kalau di Arab ada pohon jambu, mungkin Nabi nyolong jambu juga saat itu ."
jawab*: Hai wong jahil..!!!... Di Arab ada pohon korma. Korma buahnya bisa dipetik dgn lebih mudah dari pada jambu . Apa ada cerita beliau ambil korma orang lain? Dari kecil saja waktu disusui Halimah Sa'diyah beliau hanya mau minum air susu dr payudara kanan ibu susunya saja, tak pernah mau minum dr yg sebelah kiri yg itu adalah haknya anak2 yg lain. Dari bayi saja gak pernah ambil hak orang lain, apalagi saat kecil, remaja, dewasa dst??? *Beliau satu satunya laki-laki Arab yang digelari AL-AMIIN (orang paling jujur dan paling terpercaya)*. Apa mungkin orang Arab sepakat memberinya gelar Al-Amiin, kalau sampai beliau ngambil barang milik orang lain? Riwayatnya bersih dari cela, aib, keburukan, maka itu digelari Al-Amiin. Jangan samakan dengan dirimu yoo...!!!! Tanaman milik tonggo-tonggomu mungkin gak ada yang selamat dari tangan jahilmu.
 muwafiq*: "Nabi rembes...dst."
jawab*: hei kamu yg sok tau dan sok berilmu. Dari mana kamu tahu Nabi Saw rembes? Dari ngarang sendiri atau melihat dengan terawangan???? Kalaupun Muhammad kecil pernah sakit mata (romadun syadid) itu sakit mata berair yg kemudian ditengarai sbg hal yg unik tanda kenabiannya kelak. ~
SEMOGA Allah Al-Hadi menyadarkan manusia-manusia bodoh yang membelanya; dan memberi adzab kaum penista yang arogan di hadapan Kehormatan Nabi صلى الله عليه و سلم.
Amiin amiin ya Rabbal 'alamiin ~

Jumat, Desember 06, 2019

Cara meruqyah buah

Bismillah...
Allahumma sholli wa sallim 'ala nabiyyina Muhammad

Jenis buah pohon palm2an:kelapa,kolang kaling,lontar,kurma dll.. bagus untuk kesehatan medis maupun non medis(untuk mengusir jin jahat dlm tubuh) caranya rutin makan stiap hari'sebelum makan ruqyah dulu.; Cara Ruqyah;
 1.dekatkan buahnya ke bibir kita
 2.sholawat nabi 3kali
3.niatkan ruqyah'sederhananya; ya Allah ya Rahman ya Allah Ya Rahiim' saya Ruqyah buah ini mengobati penyakit medis maupun non medis(ini sudah cukup) 4.baca surah Al-Fatihah yang keras' krn buah akan merekam laksana kaset bacaan khusyu kita(bagus pahami artinya)
5.selesai baca' tiup kebuahnya boleh sekali yang panjang'atau 3kali yg panjang.
6.baca Bismillah lalu makan
 7.3 bagian makannya(menelan 3kali)
 8.jika ada gejolak dibadan kita' sperti pusing dan mual itu tanda mereka jin jahat keracunan makanan ruqyah kita.
9.usapkan dengan telapak tangan dari perut keatas terus sampai leher dan mulut' muntahkan
10.ulangi' sampai kita merasa nyaman'minimal 3kali usapan keatas

 Konsul masalah ghoib(free):
083813594681

Moga Manfaat dan tambah sehat...aamiin

Www.carecommunity.blogspot.com
#majelisRuqyahIndonesia
 #BlazerianIndonesia

Rabu, November 27, 2019

Cek penyakit dari analisa Lidah

Ciri2 lidah biar kamu ngerti sakit apa itu!

 1.       Lidah berwarna putih. Jika lidah berwarna putih seperti ada lapisan tebal di atasnya, ini bisa menjadi petunjuk adanya sariawan atau infeksi. Meskipun demikian, hal itu masih dalam perdebatan di kalangan terapis pengobatan tradisional Cina. Ada yang berpendapat bahwa lapisan putih pada lidah merupakan suatu kondisi yang normal, sebagian yang lain mengatakan lapisan putih pada lidah menunjukkan adanya masalah pada sistem pencernaan atau efek dari pola makan yang buruk atau kekurangan zat besi. Terlepas dari perdebatan itu, penelitian telah menunjukkan bahwa lapisan putih di atas lidah memang dapat dijadikan salah satu indikasi terjadinya sariawan atau infeksi jamur. Lidah berwarna putih juga tampak pada penderita tifus, orang yang pencernaannya terganggu, dan penderita kurang darah. Jika lidah terlihat putih tipis-tipis, itu berarti kurang darah. Jika warna lidah pucat dan lembab seperti ada lapisan lemak, maka hal ini merupakan tanda dari seseorang yang kedinginan. Jika lidah berbentuk putih tebal, itu bisa jadi pertanda gejala penyakit kelamin.

2.       Lidah berwarna merah. Jika lidah berwarna merah cerah, bisa menjadi pertanda adanya suatu gangguan, yaitu panas pada tubuh. Bila lidah berwarna merah sedikit kekuningan maka ini menunjukkan demam tinggi. Jika hanya bagian sisi lidah Anda yang berwarna merah atau lidah ditutupi titik-titik merah, Anda harus segera memeriksakan liver Anda ke dokter. Warna lidah merah cerah atau lidah seperti berlumut, atau retak, merupakan tanda adanya sindrom panas. Lidah merah yang terasa sangat kering merupakan tanda-tanda dehidrasi. Lidah ungu kemerahan menunjukkan adanya luka dalam atau pada perut. Dan jika ujung lidah berwarna merah terang, ini menunjukkan kondisi seseorang yang sedang stress, gelisah, cemas, dan sulit tidur.

3.       Lidah berwarna ungu. Jika sebagian lidah berwarna ungu maka itu menunjukkan Anda sedang menderita demam, atau mengalami kelainan darah, atau peredaran darah sedang tidak lancar. Jika seluruh lidah berwarna ungu, ini menunjukkan adanya panas yang luar biasa pada organ dalam. Bila lidah berbintik ungu maka Anda harus segera memeriksakan liver Anda ke dokter. Selain itu perubahan warna lidah dari terang ke ungu, menurut para ahli, bisa jadi kolesterol Anda sedang tinggi. Perubahan warna ini terjadi karena kurangnya pasokan darah dan terlalu banyak gula dalam tubuh.

4.       Lidah berwarna kuning. Bila lidah berwarna kuning maka ini menandakan Anda sedang mengalami panas tubuh yang teramat sangat karena terlalu banyak mengkonsumsi alkohol, makanan pedas, atau mengalami stress dalam jangka waktu panjang.

5.       Lidah berwarna krem dan pucat. Jika lidah tampak berwarna krem dan pucat, ini pertanda Anda sedang mengalami kekurangan zat besi.

6.       Terdapat jerawat pada lidah. Munculnya bintik-bintik kecil pada lidah yang biasanya terdapat pada bagian ujung lidah menunjukkan Anda sedang mengalami kekurangan vitamin C.

7.       Lidah terasa kering. Jika lidah terasa kering maka hal ini menjadi pertanda adanya pembengkakan kelenjar lidah dan akan membuat mulut terasa kering.

8.       Bentuk lidah berlekuk-lekuk. Bila lidah berlekuk-lekuk, itu pertanda tubuh Anda sedang mengalami kelelahan yang dapat menimbulkan kehilangan gairah, kekuatan memori menurun, mudah merasa kedinginan

Ingat Ruqyah jgn ditinggal
Rata2 kelamaan penyakit non medis menjadi medis
Ruqyah lah awalan untuk pengobatan

Allah suruh dalam Al-Qur"an
Surah Al-Isro ayat 82
Dengan Ruqyah Qur'an bawa kesembuhan dan Rahmat ampunan Allah turun....Alhamdulillah

#majelisRuqyahIndonesia
Konsultasi gratis via WA

083813594681
Ust wawan Ruqyah(abu ahmad)

Kamis, November 21, 2019

Kenapa Ruqyah tak kunjung sembuh?

Kenapa sudah Ruqyah belum sembuh?
1.bisa jadi bukan Ruqyah syar'i' bukan dengan Ruqyah Qur'an
2.ba'da dibimbing ruqyah tidak melakukan ruqyah mandiri.
3.sholat masih sering diabaikan
4.masih memelihara buhul2 bangsa jin berupa ajimat atau pusaka2 yg punya kekuatan ghoib
 5.masih mengamalkan ilmu2 ghoib atau amalan2 yg tdk sesuai sunnah Rasulullah
6.tauhidnya tdk lurus dan blm pasrah pada taqdir Allah.
 7.ada buhul2 sihir yg masih tertanam dirumahnya 8.masih tumpang tindih pengobatan' terkadang kedukun terkadang keust pèruqyah.
9.punya orang tua' tdk dilayani dengan baik' sering melawan dan membantah pada orang tua.
10.masih kikir ni'mat' jarang sekali infak dan shodaqoh

 Konsultasi gratis:WA. 083813594681
#majelisruqyahindonesia #blazerianindonesia #kampungtahfidzjatiluhur

Jumat, Juni 21, 2019

Kampung Tahfidz Jatiluhur Purwakarta Jawa Barat

Kampung Tahfiz Jatiluhur Purwakarta Jawa Barat

Kavling Al-Falaq, cicilan 900 ribu/bln 5tahun SHM, promo tanpa DP, konsep syariah tanpa Riba, insya Allah berkah karena kita punya sumbangsih pembangunan pesantren Tahfiz Qur'an.dalam pengawasan syekh Ali Jaber,Dr.Faishol Fath dan Dr.Faridh Urbach








Kampung Tahfiz Jatiluhur Purwakarta Jawa Barat

Kampung Tahfidz Jatiluhur Purwakarta Jawa Barat
Hubungi agen Resmi KTJ
Ust.Wawan Ruqyah (Da'i Alam Ghoib)
083813594681




Kamis, Mei 16, 2019

Penyakit2 rumah tangga!biar sakinah harus tau!

⛔ PENYAKIT BERUMAH TANGGA⛔

                  👉1. KUTILAN :👀
    KURANG TAHU ILMU PERNIKAHAN.

Rumah tangga akan sukses jika dipandu dengan ilmu agama. Ilmu agama suami istri yang mumpuni akan diberi kebaikan dalam rumah tangganya. Rasulullah bersabda:

مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّين

Artinya: “Barangsiapa dikehendaki ALLAH kebaikan, maka akan dipahamkan ia dalam ilmu agama.”
      (HR. Bukhari)

                  👉2. KUTUAN : 👀
         KURANG TAHU ARAH DAN
              TUJUAN PERNIKAHAN.

Tujuan pernikahan Seperti dalam Surah Rum ayat 21,  adalah Supaya kita bisa hidup damai penuh ketenangan, saling jaga, saling melengkapi saling membahagiakan.

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu tenteram...           (Ar-rum: 21)

                    👉3. KUSTA :👀
      KURANG SABAR MERAIH CITA.

Naik tangga mesti dari Tangga pertama dulu !
Kebanyakan kita ingin langsung Sampai ditangga puncak.

Tentu tidak mungkin ! Maka sabarlah berproses dalam berumah tangga insyaa ALLAH akan sampai pula ketangga puncak akhirnya. ALLAH berfirman:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada ALLAH supaya kalian beruntung.”
      (Aali ‘Imraan: 200)

                         👉4. KUDIS : 👀
       KURANG URUS DUIT SELALU HABIS.

Manajamen keuangan yang tidak cakap, tidak bisa menentukan skala prioritas, tidak bisa Menahan diri untuk belanja yang Tidak Penting dan mengabaikan kebutuhan yang pokok dan jangka panjang, biasanya karena sifat boros maka rumah tangga akhirnya akan oleng.

Maka cakap lah dalam Mengelola uang,dan Tidak Boros. Insyaa ALLAH keluarga akan damai dan mapan.
ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ

“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’: 26-27).

                   👉5. KANGKER : 👀
                     KANTONG KERING

Karena boros, karena Malas, karena tidak mau Belajar untuk cerdas akhirnya Miskin. Maka keadaan miskin akan banyak Bisikan setan, banyak Percekcokan, sering terjadi pertikaian dan lain sebagainya.

Maka banyaklah belajar, Jangan boros dan Bekerja keraslah insyaa ALLAH kita akan terbebas dari Kemiskinan yang sangat menyesakan:
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam  bersabda:

 كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا

“Hampir-hampir kefakiran (kemiskinan) itu menjadi kekafiran”
( Imam al-Baihaqi dalam kitab “Syu’abul Iman” (no. 6612)

                   👉6. SEMBELIT: 👀
SEDEKAH DAN MEMBERI SANGAT SULIT.

Jika seluruh anggota Keluarga Pelit maka Rejeki akan sulit.

Jikapun ada keluarga yang Pelit tapi Rezeki terus Melangit pasti itu ISTIDRAJ.
Pelit membuat semua urusan rumah tangga akan rumit.

Tapi jika dermawan semua urusan rumah tangga akan penuh Kebaikan dan Keberkahan.
Rasulullah  bersabda:

مَنْ تَصَدَّقَ بِعَدْلِ تَمْرَةٍ مِنْ كَسْبٍ طَيِّبٍ – وَلاَ يَقْبَلُ اللَّهُ إِلاَّ الطَّيِّبَ – فَإِنَّ اللَّهَ يَتَقَبَّلُهَا بِيَمِيْنِهِ، ثُمَّ يُرَبِّيْهَا لِصَاحِبِهِاَ كَمَا يُرَبِّي أَحَدُكُمْ فَلُوَّهُ أَوْ فَصِيْلَهُ، حَتَّى تَكُوْنَ مِثْلَ الْجَبَلِ

“Barangsiapa bersedekah dengan sebutir kurma dari hasil usaha yang baik -dan Alloh tidak akan menerima kecuali yang baik- maka Alloh akan menerima dengan tangan kanan-Nya, lalu mengembangkan untuk pemiliknya (yang berinfak) sebagaimana salah seorang kalian mengembang biakkan anak kuda atau anak untanya, sampai harta itu menjadi sepenuh bukit”. (HR. Bukhori)

                   👉7. MERIANG : 👀
“MENENGOK” ISTRI ATAU SUAMI JARANG

Salah satu Hak pasangan yang jadi Kewajiban bagi pasangan lainnya yang mesti ditunai oleh masing-masing Pasangan adalah Kebutuhan badaniyah.
Maka jika Hal ini diabaikan akan menjadi celah Keretakan. Makanya ALLAH memerintahkan dalam Al-Qur’an:

فَإِذَا تَطَهَّرۡنَ فَأۡتُوهُنَّ مِنۡ حَيۡثُ أَمَرَكُمُ ٱللَّهُۚ

“..Apabila mereka (istri) telah bersuci (mandi besar) maka “datangilah” mereka itu (istri) di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu..” (QS Al-Baqarah: 222)

                    👉8. TIPES :👀
          TIDAK PEDULI PERASAAN.

Tidak  saling Pengertian dan tidak peduli perasan masing-masing Pasangan akan membuat Pasangan saling Menyakiti dan Tersakiti.
Rasulullah Shallallahu bersabda:

 خيركم خيركم لأهله وأنا خيركم لأهلي

“Orang terbaik diantara kamu adalah yang terbaik dalam hal memperlakukan keluarganya, dan aku adalah yang terbaik  dalam memperlakukan  keluarga.”
(HR Ibnu Majah)

                     👉9. MALARIA :👀
MENCARI LAIN PRIA/MENCARI LAIN WANITA.

Penyakit berumah tangga lainnya adalah Sifat Bosan kepada Pasangan. Baik bosan kepada Fisiknya, Sikapnya dan Kebersamaannya. Maka jika tidak bisa Menundukan rasa bosan itu.
Akhirnya ada yg Sampai berbuat Selingkuh dgn Mencerai atau menggugat cerai.
Yang sedang berfikir untuk cerai Takutlah sabda nabi :

أَيُّمَا امْرَأَةٍ سَأَلَتْ زَوْجَهَا طَلاقًا فِيغَيْرِ مَا بَأْسٍ فَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الْجَنَّة

“Siapa saja wanita yang meminta (menuntut) cerai kepada suaminya tanpa alasan yang dibenarkan maka diharamkan bau surga atas wanita tersebut.” (HR. Abu Dawud)

                     👉10. KURAP :👀
                      KURANG RAPIH.

Banyak istri dan suami Tergoda kepada selain Pasangannya gara-gara suami dan istri dirumah tidak memperhatikan Kerapihan, Kebersihan, Kepantasan dan Keindahan.

Maka Perbaikilah Penampilan kita dengan tampil didepan Pasangan kita Dengan Tampilan Terbaik. Rasulullah bersabda:

خَيْرُ النِّسَاءِ مَنْ تَسُرُّكَ إِذَا أَبْصَرْتَ، وَتُطِيْعُكَ إِذَا أَمَرْتَ، وَتَحْفَظُ غَيْبَتَكَ فِيْ نَفْسِهَا وَمَالِكَ

“Sebaik-baik isteri adalah yang menyenangkan jika engkau melihatnya, taat jika engkau menyuruhnya, serta menjaga dirinya dan hartamu di saat engkau pergi.” (HR. Thabrani)

                          👉11. MUAL : 👀
           MENGABAIKAN URUSAN HALAL.

Jika suami/ istri sudah Ngaji, sudah Umrah, sudah Haji dsb tapi masih tetap Bermasalah dirumah tangganya.
Maka periksalah Kehalalan rejeki keluarganya, karena rejeki Haram Pembawaannya Panas.

Rasulullah bersabda:

َ لاَ يَرْبُو لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحتٍ إلاَّ كَانَتِ النَّارُ أَولَى بِهِ

"Tidaklah daging manusia tumbuh dari barang yang haram kecuali neraka lebih utama atasnya. [HR. Tirmidzi]

                     👉12. JERAWAT :👀
         JARANG BERDOA LEWAT SHALAT.

Jangan sepelekan Doa Untuk Kebaikan berumah tangga. Karena Doa adalah Energi yg menghidupkan keluarga, Doa adalah benteng yg Melindungi Keluarga,
Doa adalah embun yang akan Menyejukan keluarga.

Amalkanlah doa ma'tsur dari al-qur'an untuk kebaikan rumah tangga dibawah ini:

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

“Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa” (QS. Al Furqan: 74).

Semoga Kita Dijauhkan Darp Penyakit² Rumah Tangga seperti Keadaan Diatas

Dan Semoga ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala, Anugerahi kita dengan Keluarga yang Sakinah, Mawaddah, Warahmah ❤.

Aamiin Allahumma Aamiin...

Selasa, Mei 07, 2019

Marhaban ya Ramadhan 1440

*FASTING alias PUASA*

Jangan kaget ya.. pada jam 12 s/d 18 kita akan merasa lemas.

Bersyukurlah..
Karena berarti akan dimulai satu proses yang sangat bermanfaat untuk tubuh kita.

Proses itu adalah AUTOLISIS.

*Autolisis adalah proses pembuangan sel-sel yang mati atau rusak di dalam tubuh kita.*

Bayangkan..
Kalau kita lagi gak puasa..
Organ pencernaan kita hampir ga pernah berhenti bekerja.
Setiap kita makan, butuh +-8 jam organ pencernaan kita bekerja.

Jam 7 sarapan pagi, maka jam 15 organ baru selesai bekerja, eh jam 12 kita sudah makan lagi.

Dari jam 12 harusnya selesai jam 20, kita makan lagi jam 19. Belum lagi kalo jam 23nya ngemil/makan mie tektek/nasi goreng.

*Astagfirullah..*

Kalo tubuh kita bisa ngomong..
mungkin dia akan bilang..
Boss saya resign aja yaa

Nah..
Pas kita puasa..
Sahur jam 4, organ bekerja sampai jam 12.

Jam 12 s/d jam 18, organ kita nganggur gak ada kerjaan. 6 jam lhoo..
Lumayan tuh.

Ibarat ibu-ibu di rumah..
Klo lagi gak ada kerjaan, kan suka beres-beres rumah, rapi-rapi, bersih-bersih, buang barang-barang yang gak kepake.

Nah sama.
organ kita klo lagi gak ada kerjaan, mereka akan melakukan bersih-bersih tubuh,  inilah Autolisis.

*Keren kan..*

Inilah kenapa puasa itu sehat, bahkan in syaa Allah bisa ngobatin banyak penyakit. Maag, diabet, ginjal, bahkan kanker.

Makin banyak puasa.
Makin bersih tubuh kita..
Makin sehat kita.
In syaa Allah

*Maka bahagialah kita diperintahkan puasa.*

Selamat berpuasa
Semoga makin cinta menjalankan puasa
sehat selalu.
*_Aamiin_* 🙂🙏👍

Selasa, April 23, 2019

Apakah Ust.Dhanu itu Ruqyah?

Liat  MNC TV mlm ini ust.Dhanu moga Allah berkahi beliau: tehnik yg dipakai terafi doa, bukan Ruqyah Qur'an, kurang efektif dan sukar mengeluarkan jin, jikalau jin2 itu lebih tua dari yg bliau miliki. Sesungguhnya perlindungan dengan bangsa jin, adalah pelindungan paling rapuh. ,Apa yg disebut ust Dhanu dengan bahasa ilmu ;kurang tepat, itu adalah jin2 nasab atau jin keturunan yg diwariskan dari leluhur pasien terdahulu.hanya bisa diputuskan dengan Ruqyah,Krn jika metode terafi doa,yg ada hanya kesembuhan semu,jin yg ada bisa bolak balik,ada dua alasan:
1.hanya tersakiti sementara
2.butuh waktu lama,yg seharusnya cepat keluar bangsa jin nya(liat tv jadi gemes😊)
3.tidak sadarnya bangsa jin,Krn jin tdk didakwahi masuk Islam (peruqyah Qur'an selalu berusaha memasukkan jin dalam fitrah Islam) karena jika jin masuk Islam mereka tidak akan masuk dalam tubuh manusia lagi dan keluar penuh kesadaran.menjadi jin muslim.

 Kembalilah dengan Ruqyah Qur'an, mudah dan efektif disediakan Allah utk orang beriman, buka Surah Al-Isro ayat 82, 'hanya Qur'an yg bisa bawa kesembuhan dan Rahmat utk orang2 beriman" Karena metode Ruqyah diajarkan syekh2 peruqyah ada metodenya sesuai Nabi dan Para Sahabat Nabi lakukan.
Dengan tujuan Ruqyah:
1.Luruskan Tauhid pada Allah
2.Pasrahkan diri pada takdir yg Allah kasih
3.Kembali pada Allah dengan taubat
 Insya Allah pasien Ruqyah lebih cepat dalam mengecap kesembuhan,insya Allah!

Al-Fakir
#wawanRuqyah

Owner
#majelisRuqyahIndonesia
#cahayaRuqyahAl-Hijamah

Apakah ust.Dhanu itu Ruqyah?

Liat  MNC TV mlm ini ust.Dhanu moga Allah berkahi beliau: tehnik yg dipakai terafi doa, bukan Ruqyah Qur'an, kurang efektif dan sukar mengeluarkan jin, jikalau jin2 itu lebih tua dari yg bliau miliki. Sesungguhnya perlindungan dengan bangsa jin, adalah pelindungan paling rapuh. ,Apa yg disebut ust Dhanu dengan bahasa ilmu ;kurang tepat, itu adalah jin2 nasab atau jin keturunan yg diwariskan dari leluhur pasien terdahulu.hanya bisa diputuskan dengan Ruqyah,Krn jika metode terafi doa,yg ada hanya kesembuhan semu,jin yg ada bisa bolak balik,ada dua alasan:
1.hanya tersakiti sementara
2.butuh waktu lama,yg seharusnya cepat keluar bangsa jin nya(liat tv jadi gemes😊)
3.tidak sadarnya bangsa jin,Krn jin tdk didakwahi masuk Islam (peruqyah Qur'an selalu berusaha memasukkan jin dalam fitrah Islam) karena jika jin masuk Islam mereka tidak akan masuk dalam tubuh manusia lagi dan keluar penuh kesadaran.menjadi jin muslim.

 Kembalilah dengan Ruqyah Qur'an, mudah dan efektif disediakan Allah utk orang beriman, buka Surah Al-Isro ayat 82, 'hanya Qur'an yg bisa bawa kesembuhan dan Rahmat utk orang2 beriman" Karena metode Ruqyah diajarkan syekh2 peruqyah ada metodenya sesuai Nabi dan Para Sahabat Nabi lakukan.
Dengan tujuan Ruqyah:
1.Luruskan Tauhid pada Allah
2.Pasrahkan diri pada takdir yg Allah kasih
3.Kembali pada Allah dengan taubat
 Insya Allah pasien Ruqyah lebih cepat dalam mengecap kesembuhan,insya Allah!

Al-Fakir
#wawanRuqyah

Owner
#majelisRuqyahIndonesia
#cahayaRuqyahAl-Hijamah

Jumat, Maret 22, 2019

Apa itu Sihir?

Dunia sihir dan perdukunan telah tersebar di tengah-tengah masyarakat, mulai dari masyarakat desa hingga menjamah ke daerah kota. Mulai dari sihir peletsantet, dan “aji-aji” lainnya. Berbagai komentar dan cara pandang pun mulai bermunculan terkait masalah tukang sihir dan ‘antek-antek’-nya. Sebagai seorang muslim, tidaklah kita memandang sesuatu melainkan dengan kaca mata syariat, terlebih dalam perkara-perkara ghaib, seperti sihir dan yang semisalnya. Marilah kita melihat bagaimanakah syariat Islam yang mulia ini memandang dunia sihir dan ‘antek-antek’-nya.
Makna Sihir
Sihir dalam bahasa Arab tersusun dari huruf ر, ح, س (siin, kha, dan ra), yang secara bahasa bermakna segala sesuatu yang sebabnya nampak samar.[1] Oleh karenanya kita mengenal istilah ‘waktu sahur’ yang memiliki akar kata yang sama, yaitu siin, kha dan ra, yang artinya waktu ketika segala sesuatu nampak samar dan “remang-remang”.
Seorang pakar bahasa, Al Azhari mengatakan, “Akar kata sihir maknanya adalah memalingkan sesuatu dari hakikatnya. Maka ketika ada seorang menampakkan keburukan dengan tampilan kebaikan dan menampilkan sesuatu dalam tampilan yang tidak senyatanya maka dikatakan dia telah menyihir sesuatu”.
Para ulama memiliki pendapat yang beraneka ragam dalam memaknai kata ‘sihir’ secara istilah. Sebagian ulama mengatakan bahwa sihir adalah benar-benar terjadi ‘riil’, dan memiliki hakikat. Artinya, sihir memiliki pengaruh yang benar-benar terjadi dan dirasakan oleh orang yang terkena sihir. Ibnul Qudamah rahimahullah mengatakanSihir adalah jampi atau mantra yang memberikan pengaruh baik secara zhohir maupun batin, semisal membuat orang lain menjadi sakit, atau bahkan membunuhnya, memisahkan pasangan suami istri, atau membuat istri orang lain mencintai dirinya (pelet-pent)”
Namun ada ulama lain yang menjelaskan bahwa sihir hanyalah pengelabuan dan tipuan mata semata, tanpa ada hakikatnya. Sebagaimana dikatakan oleh Abu Bakr Ar Rozi, “(Sihir) adalah segala sesuatu yang sebabnya samar dan bersifat mengalabui, tanpa adanya hakikat, dan terjadi sebagaimana muslihat dan tipu daya semata.”
Sebenarnya Adakah Sihir Itu?
Sebagaimana yang disinggung di depan, bahwa terdapat persilangan pendapat tentang kebenaran hakikat sihir. ‘Apakah sihir hakiki?’, ‘Apakah orang yang terkena sihir, benar-benar merasakan pengaruhnya?’, ‘Atau kah sihir hanya sebatas tipuan mata dan tipu muslihat semata?’
Abu Abdillah Ar Rozi rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan “Kelompok Mu’tazilah (kelompok sesat-pent) mengingkari adanya sihir dalam aqidah mereka. Bahkan mereka tidak segan-segan mengkafirkan orang yang meyakini kebenaran sihir. Adapun ahli sunnah wal jama’ah, meyakini bahwa mungkin saja ada orang yang bisa terbang di angkasa, bisa merubah manusia menjadi keledai, atau sebaliknya. Akan tetapi meskipun demikian ahli sunnah meyakini bahwa segala kejadian tersebut atas izin dan taqdir dari Allah ta’ala”. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan mereka itu (para tukang sihir) tidak akan memberikan bahaya kepada seorang pun melainkan dengan izin dari Allah” (QS. Al Baqarah : 102)
Al Qurthubi rahimahullahu mengatakan, “Menurut ahli sunnah wal jama’ah, sihir  itu memang ada dan memiliki hakikat, dan Allah Maha Menciptakan segala sesuatu sesuai kehendak-Nya, keyakinan yang demikian ini berbeda dengan keyakinan kelompok Mu’tazilah.”
Inilah keyakinan yang benar, insya Allah. Banyak sekali kejadian, baik di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam atau pun masa-masa setelahnya yang menunjukkan secara kasat mata bahwa sihir memiliki hakikat dan pengaruh. Bukankah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah disihir oleh Lubaid bin Al A’shom Al Yahudi hingga beliau jatuh sakit? Kemudian karenanya Allah ta’ala menurunkan surat al Falaq dan surat An Naas (al mu’awidaztain) sebagai obat bagi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.Hal ini sangat jelas menunjukkan bahwa sihir memiliki hakikat dan pengaruh terhadap orang yang terkena sihir.
Namun tidaklah dipungkiri, bahwa ada jenis-jenis sihir yang tidak memiliki hakikat, yaitu sihir yang hanya sebatas pengelabuan mata, tipu muslihat, “sulapan”, dan yang lainnya. Jenis-jenis sihir yang demikian inilah yang dimaksudkan oleh perkataan beberapa ulama yang mengatakan bahwa sihir tidaklah memiliki hakikat, Allahu A’laam.
Hukum “Main-Main” dengan Sihir
Sihir termasuk dosa besar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jauhilah dari kalian tujuh perkara yang membinasakan! Para shahabat bertanya, Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Apakah tujuh perkara tersebut? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, [1]menyekutukan Allah, [2]sihir, [3]membunuh seorang yang Allah haramkan untuk dibunuh, kecuali dengan alasan yang dibenarkan syariat, [4]mengkonsumsi riba, [5]memakan harta anak yatim, [6]kabur ketika di medan perang, dan [7]menuduh perempuan baik-baik dengan tuduhan zina” (HR. Bukhari dan Muslim, dari shahabat Abu Hurairah)
Kafirkah Tukang Sihir?
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan Nabi Sulaiman tidaklah kafir, akan tetapi para syaitan lah yang kafir, mereka mengajarkan sihir kepada manusia” (Al Baqarah : 102)
Imam Adz Dzahabi rahimahullah berdalil dengan ayat di atas untuk menegaskan bahwa orang yang mempraktekkan ilmu sihir, maka dia telah kafir. Karena tidaklah para syaitan mengajarkan sihir kepada manusia melainkan dengan tujuan agar manusia menyekutukan Allah ta’ala.
Syaikh As Sa’diy rahimahullah menjelaskan bahwa ilmu sihir dapat dikategorikan sebagai kesyirikan dari dua sisi.
[Pertama] orang yang mempraktekkan ilmu sihir adalah orang yang meminta bantuan kepada para syaitan dari kalangan jin untuk melancarkan aksinya, dan betapa banyak orang yang terikat kontrak perjanjian dengan para syaitan tersebut akhirnya menyandarkan hati kepada mereka, mencintai mereka, ber-taqarrub kepada mereka, atau bahkan sampai rela memenuhi keinginan-keinginan mereka.
[Keduaorang yang mempelajari dan mempraktekkan ilmu sihir adalah orang yang mengaku-ngaku mengetahui perkara ghaib. Dia telah berbuat kesyirikan kepada Allah dalam pengakuannya tersebut (syirik dalam rububiyah Allah), karena tidak ada yang mengetahui perkara ghaib melainkan hanya Allah ta’ala semata.
Syaikh Ibnu ’Utsaimin rahimahullah merinci bahwa orang yang mempraktekkan sihir, bisa jadi orang tersebut kafir, keluar dari Islam, dan bisa jadi orang tersebut tidak kafir meskipun dengan perbuatannya tersebut dia telah melakukan dosa besar.
[PertamaTukang sihir yang mempraktekkan sihir dengan memperkerjakan tentara-tentara syaitan, yang pada akhirnya orang tersebut bergantung kepada syaitan, ber-taqarrub kepada mereka atau bahkan sampai menyembah mereka. Maka yang demikian tidak diragukan tentang kafirnya perbuatan semacam ini.
[Kedua] Adapun orang yang mempraktekkan sihir tanpa bantuan syaitan, melainkan dengan obat-obatan berupa tanaman ataupun zat kimia, maka sihir yang semacam ini tidak dikategorikan sebagai kekafiran.
Hukuman Bagi Tukang Sihir
Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu pernah suatu ketika, di akhir kekhalifahan beliau, mengirimkan surat kepada para gubernur, sebagaimana yang dikatakan oleh Bajalah bin ‘Abadah radhiyallahu ‘anhu, “Umar bin Khattab menulis surat (yang berbunyi): ‘Hendaklah kalian (para pemerintah gubernur) membunuh para tukang sihir, baik laki-laki ataupun perempuan’”.
Dalam kisah Umar radhiyallahu ‘anhu di atas memberikan pelajaran bagi kita, bahwa hukuman bagi tukang sihir dan ‘antek-antek’-nya adalah hukuman mati. Terlebih lagi terdapat sebuah riwayat, meskipun riwayat tersebut diperselisihkan oleh para ulama tentang status ke-shahihan-nya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hukuman bagi tukang sihir adalah dipenggal dengan pedang”
Dalam kisah Umar di atas pun juga memberikan pelajaran penting bagi kita, bahwa menjadi kewajiban pemerintah tatkala melihat benih-benih kekufuran, hendaklah pemerintah menjadi barisan nomor satu dalam memerangi kekufuran tersebut dan memperingatkan masyarakat tentang bahayanya kekufuran tersebut, sebagaimana yang dilakukan oleh Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu. Allahu A’laam.
Bolehkah Mengobati Sihir dengan Sihir?
Inilah yang mungkin menjadi kerancuan di benak masyarakat, yang kemudian kerancuan ini menjadikan mereka membolehkan belajar sihir, karena alasan “keadaan darurat”. Terlebih lagi tatkala sihir yang digunakan untuk mengobati sihir terkadang terbukti manjur dan mujarab. Bukankah segala sesuatu yang haram pada saat keadaan darurat, akan menjadi mubah? Bukankah ketika di tengah hutan, tidak ada bahan makan, bangkai pun menjadi boleh kita makan?
Saudaraku, memang syariat membolehkan perkara yang haram tatkala keadaan darurat, sampai-sampai para ulama membuat sebuah kaidah fiqhiyah, “Keadaan yang darurat dapat merubah hukum larangan menjadi mubah”
Namun kita pelu cermati bahwa para ulama pun juga memberikan catatan kaki terhadap kaidah yang agung ini. Terdapat sedikitnya dua syarat yang harus dipenuhi untuk mengamalkan kaidah ini.
[Pertama] Tidak ada obat lain yang dapat menyembuhkan sihir, selain dengan sihir yang semisal. Pada kenyataannya tidaklah terpenuhi syarat pertama ini. Syariat telah memberikan obat dan jalan keluar yang lebih syar’i untuk menangkal dan mengobati gangguan sihir. Bukankah syari’at telah menjadikan Al Quran sebagai obat, lah ada dan teruqyah-ruqyah syar’i yang telah diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
[Kedua] Sihir yang digunakan harus terbukti secara pasti dapat menyembuhkan dan menghilangkan sihir. Dan setiap dari kita tidaklah ada yang dapat memastikan hal ini, karena semua hal tersebut adalah perkara yang ghaib.
Maka dengan ini jelaslah bahwa mempelajari sihir, apapun alasannya adalah terlarang, bahkan diancam dengan kekufuran, Allah ta’ala telah tegaskan di dalam firmannya (yang artinya), ”Dan tukang sihir itu tidaklah menang, dari mana pun datangnya.” (QS. Ath Thaahaa: 69). Syaikh Muhammad Al Amin Asy Syinqithi rahimahullah berkata dalam tafsirnya, “Ayat ini mencakup umum, segala macam kemenangan dan keberuntungan akan ditiadakan dari para tukang sihir, terlebih lagi Allah tekankan dengan firman-Nya, ‘dari mana pun datangnya’. Dan secara umum, tidaklah Allah meniadakan kemenangan dari seseorang, melainkan dari orang kafir.”
Washallallahu ‘ala Nabiyina Muhammad wa ‘ala Aalihi wa Ashahabihi wa sallam.

Cahaya Ruqyah Al-Hijamah

Majelis Ruqyah Indonesia

Selasa, Februari 12, 2019

Hikmah ARab yang bisa merubah Nasib antum kedepannya,masukin dalam hati dan amalkan!

100 KATA-KATA HIKMAH  ARAB yang bisa merubah nasib antum!

1. ﻣَﻦْ ﺟَﺪَّ ﻭَﺟَﺪَ

1. Barang siapa bersungguh-sungguh, maka ia akan dapat.

2. ﻣَﻦْ ﺻَﺒَﺮَ ﻇَﻔِﺮَ

2. Barang siapa bersabar, maka ia akan memperoleh apa yang ia cita-citakan.

3. ﻣَﻦْ ﺳَﺎﺭَ ﻋَﻠﻰَ ﺍﻟﺪَّﺭْﺏِ ﻭَﺻَﻞَ

3. Barang siapa berjalan pada jalannya, maka ia akan sampai.

4. ﻣَﻦْ ﻗَﻞَّ ﺻِﺪْﻗُﻪُ ﻗَﻞَّ ﺻَﺪِﻳْﻘُﻪُ

4. Barang siapa sedikit kejujurannya, sedikit pula temannya.

5. ﺟَﺎﻟِﺲْ ﺃَﻫْﻞَ ﺍﻟﺼِّﺪْﻕِ ﻭَﺍﻟﻮَﻓَﺎﺀِ

5. Bergaullah dengan orang yang jujur dan menepati janji.

6. ﻣَﻮَﺩَّﺓُ ﺍﻟﺼَّﺪِﻳْﻖِ ﺗَﻈْﻬَﺮُ ﻭَﻗْﺖَ ﺍﻟﻀِّﻴْﻖِ

6. Ketulusan teman itu akan tampak di waktu sempit.

7. ﻭَﻣَﺎﺍﻟﻠَّﺬَّﺓُ ﺇِﻻَّ ﺑَﻌْﺪَ ﺍﻟﺘَّﻌَﺐِ

7. Kenikmatan tidaklah diperoleh kecuali setelah kepayahan.

8. ﺍﻟﺼَّﺒْﺮُ ﻳُﻌِﻴْﻦُ ﻋَﻠﻰَ ﻛُﻞِّ ﻋَﻤَﻞٍ

8. Kesabaran itu membantu semua pekerjaan.

9. ﺟَﺮِّﺏْ ﻭَﻻَﺣِﻆْ ﺗَﻜُﻦْ ﻋَﺎﺭِﻓًﺎ

9. Coba dan perhatikanlah, niscaya engkau akan tahu.

10. اَلْعِلْمُ قَبْلَ الْقَوْلِ وَالْعَمَلِ

10. Ilmu itu sebelum berbicara dan berbuat.

11. اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ ، وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ ، وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ ، وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ ، وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

11. Manfaatkanlah waktu yang lima sebelum datang waktu yang lima lainnya, yaitu: masa mudamu sebelum masa tua, sehatmu sebelum sakit, kayamu sebelum miskin, waktu luangmu sebelum waktu sempit, dan hidupmu sebelum matimu (Hadits Nabawi).

12. ﺍﻟﻮَﻗْﺖُ ﺃَﺛْﻤَﻦُ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺬَّﻫَﺐِ

12. Waktu itu lebih mahal daripada emas.

13. اَلْمَرْءُ عَلَى دِيْنِ خَلِيْلِهِ

13. Seseorang itu mengikuti agama kawannya (Hadits Nabawi).

14. ﺧَﻴْﺮُ ﺟَﻠِﻴْﺲٍ ﻓﻲِ ﺍﻟﺰَّﻣَﺎﻥِ ﻛِﺘَﺎﺏٌ

14. Sebaik-baik teman duduk di setiap waktu adalah buku.

15. ﻣَﻦْ ﻳَﺰْﺭَﻉْ ﻳَﺤْﺼُﺪْ

15. Barang siapa menanam, maka ia akan memetik hasilnya.

16. ﺧَﻴْﺮُ ﺍﻷَﺻْﺤَﺎﺏِ ﻣَﻦْ ﻳَﺪُﻟُّﻚَ ﻋَﻠﻰَ ﺍﻟﺨَﻴْﺮِ

16. Sebaik-baik teman adalah orang yang menunjukkan kamu kepada kebaikan.

17. ﻟَﻮْﻻَ ﺍﻟﻌِﻠْﻢُ ﻟَﻜَﺎﻥَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﻛَﺎﻟﺒَﻬَﺎﺋِﻢِ

17. Seandainya tidak ada ilmu agama, niscaya manusia itu seperti binatang.

18. ﺍﻟﻌِﻠْﻢُ ﻓﻲِ ﺍﻟﺼِّﻐَﺮِ ﻛَﺎﻟﻨَّﻘْﺶِ ﻋَﻠﻰَ ﺍﻟﺤَﺠَﺮِ

18. Belajar di waktu kecil itu bagaikan mengukir di atas batu.

19. ﻟَﻦْ ﺗَﺮْﺟِﻊَ ﺍﻷَﻳﺎَّﻡُ ﺍﻟَّﺘﻲِ ﻣَﻀَﺖْ

19. Tidak akan kembali hari-hari yang telah berlalu.

20. تَعَلَّمُوْا قَبْلَ أَنْ تَسَوَّدُوْا

20. Belajarlah sebelum engkau menjadi pemimpin nanti.

21. ﺍﻟﻌِﻠْﻢُ ﺑِﻼَ ﻋَﻤَﻞٍ ﻛَﺎﻟﺸَّﺠَﺮِ ﺑِﻼَ ﺛَﻤَﺮ

21. Ilmu yang tidak diamalkan sepertipohon tidak berbuah.

22. ﺍﻻﺗِّﺤَﺎﺩُ ﺃَﺳَﺎﺱُ ﺍﻟﻨَّﺠَﺎﺡِ

22. Bersatu adalah pangkal keberhasilan.

23. ﻻَ ﺗَﺤْﺘَﻘِﺮْ ﻣِﺴْﻜِﻴْﻨًﺎ ﻭَﻛُﻦْ ﻟَﻪُ ﻣُﻌِﻴْﻨﺎً

23. Jangan engkau menghina orang miskin, bahkan jadilah penolong baginya.

24. ﺍﻟﺸَّﺮَﻑُ ﺑِﺎﻷَﺩَﺏِ ﻻَ ﺑِﺎﻟﻨَّﺴَﺐِ

24. Kemuliaan itu diperoleh denganadab kesopanan, bukan dengan keturunan.

25. ﺳَﻼَﻣَﺔُ ﺍﻹِﻧْﺴَﺎﻥِ ﻓﻲِ ﺣِﻔْﻆِ ﺍﻟﻠِّﺴَﺎﻥِ

25. Keselamatan manusia itu terletakdalam menjaga lidahnya (perkataannya).

26. ﺁﺩَﺍﺏُ ﺍﻟﻤَﺮْﺀِ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦْ ﺫَﻫَﺒِﻪِ

26. Adab seseorang lebih baik (lebih berharga) daripada emasnya.

27. ﺳُﻮْﺀُ ﺍﻟﺨُﻠُﻖِ ﻳُﻌْﺪِﻱ

27. Akhlak yang buruk itu menular.

28. ﺁﻓَﺔُ ﺍﻟﻌِﻠْﻢِ ﺍﻟﻨِّﺴْﻴﺎَﻥُ

28. Bencana ilmu adalah lupa.

29. ﺇِﺫَﺍ ﺻَﺪَﻕَ ﺍﻟﻌَﺰْﻡُ ﻭَﺿَﺢَ ﺍﻟﺴَّﺒِﻴْﻞُ

29. Jika benar kemauan seseorang, maka akan terbuka jalannya.

30. ﻻَ ﺗَﺤْﺘَﻘِﺮْ ﻣَﻦْ ﺩُﻭْﻧَﻚَ ﻓَﻠِﻜُﻞِّ ﺷَﻴْﺊٍ ﻣَﺰِﻳَّﺔٌ

30. Jangan menghina seseorang yang lebih rendah daripada kamu, karenamasing-masing memiliki kelebihan.

31. ﺃَﺻْﻠِﺢْ ﻧَﻔْﺴَﻚَ ﻳَﺼْﻠُﺢْ ﻟَﻚَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ

31. Perbaikilah dirimu sendiri, niscaya orang-orang lain akan baik kepadamu.

32. ﻓَﻜِّﺮْ ﻗَﺒْﻞَ ﺃَﻥْ ﺗَﻌْﺰِﻡَ

32. Berpikirlah dahulu sebelum kamu berkemauan (merencanakan).

33. ﻣَﻦْ ﻋَﺮَﻑَ ﺑُﻌْﺪَ ﺍﻟﺴَّﻔَﺮِ ﺍِﺳْﺘَﻌَﺪَّ

33. Barang siapa yang mengetahuijauhnya jarak perjalanan, maka dia akan mempersiapkan bekal.

34. ﻣَﻦْ ﺣَﻔَﺮَ ﺣُﻔْﺮَﺓً ﻭَﻗَﻊَ ﻓِﻴْﻬَﺎ

34. Barang siapa menggali lubang,maka ia akan terperosok di dalamnya.

35. لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوْفِ شَيْئًا

35. Janganlah meremehkan perbuatan baik meskipun kecil (Hadits Nabawi).

36. ﻣَﻦْ ﻛَﺜُﺮَ ﺇِﺣْﺴَﺎﻧُﻪُ ﻛَﺜُﺮَ ﺇِﺧْﻮَﺍﻧُﻪُ

36. Barang siapa banyak perbuatan baiknya, maka banyak pula temannya.

37. ﺍِﺟْﻬَﺪْ ﻭَﻻَ ﺗَﻜْﺴَﻞْ ﻭَﻻَ ﺗَﻚُ ﻏَﺎﻓِﻼً ﻓَﻨَﺪَﺍﻣَﺔُ ﺍﻟﻌُﻘْﺒﻰَ ﻟِﻤَﻦْ ﻳَﺘَﻜﺎَﺳَﻞُ

37. Bersungguh-sungguhlah dan jangan bermalas-malasan, dan jangan pula lengah, karena penyesalan itu bagi orang yang bermalas-malasan.

38. ﻻَ ﺗُﺆَﺧِّﺮْ ﻋَﻤَﻠَﻚَ ﺇِﻟﻰَ ﺍﻟﻐَﺪِ ﻣَﺎ ﺗَﻘْﺪِﺭُ ﺃَﻥْ ﺗَﻌْﻤَﻠَﻪُ ﺍﻟﻴَﻮْﻡَ

38. Janganlah menunda pekerjaan yang dapat kamu kerjakan hari ini hingga esok hari.

39. ﺍُﺗْﺮُﻙِ ﺍﻟﺸَّﺮَّ ﻳَﺘْﺮُﻛْﻚَ

39. Tinggalkanlah kejahatan, niscaya ia (kejahatan itu) akan meninggalkanmu.

40. ﺧَﻴْﺮُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺃَﺣْﺴَﻨُﻬُﻢْ ﺧُﻠُﻘﺎً ﻭَﺃَﻧْﻔَﻌُﻬُﻢْ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ

40. Sebaik-baik manusia adalah yang terlebih baik budi pekertinya dan yang lebih bermanfaat bagi manusia.

41. ﻓﻲِ ﺍﻟﺘَّﺄَﻧِّﻲ ﺍﻟﺴَّﻼَﻣَﺔُ ﻭَﻓﻲِ ﺍﻟﻌَﺠَﻠَﺔِ ﺍﻟﻨَّﺪَﺍﻣَﺔُ

41. Dalam sikap hati-hati terdapatkeselamatan, dan dalam tergesa-gesaterdapat penyesalan.

42. ﺛَﻤْﺮَﺓُ ﺍﻟﺘَّﻔْﺮِﻳْﻂِ ﺍﻟﻨَّﺪَﺍﻣَﺔُ ﻭَﺛَﻤْﺮَﺓُ ﺍﻟﺤَﺰْﻡِ ﺍﻟﺴَّﻼَﻣَﺔُ

42. Buah meremehkan adalah penyesalan, dan buah sikap serius adalah keselamatan.

43. ﺍﻟﺮِّﻓْﻖُ ﺑِﺎﻟﻀَّﻌِﻴْﻒِ ﻣِﻦْ ﺧُﻠُﻖِ ﺍﻟﺸَّﺮِﻳْﻒِ

43. Berlemah lembut kepada orang yang lemah adalah akhlak orang mulia (terhormat).

44. ﻓَﺠَﺰَﺍﺀُ ﺳَﻴِّﺌَﺔٍ ﺳَﻴِّﺌَﺔٌ ﻣِﺜْﻠُﻬَﺎ

44. Balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa.

45. ﺗَﺮْﻙُ ﺍﻟﺠَﻮَﺍﺏِ ﻋَﻠﻰَ ﺍﻟﺠَﺎﻫِﻞِ ﺟَﻮَﺍﺏٌ

45. Tidak menjawab orang yang bodoh adalah jawabannya.

46. ﻣَﻦْ ﻋَﺬُﺏَ ﻟِﺴَﺎﻧُﻪُ ﻛَﺜُﺮَ ﺇِﺧْﻮَﺍﻧُﻪُ

46. Barang siapa manis tutur katanya (perkataannya), maka banyak pulatemannya.

47. ﺇِﺫَﺍ ﺗَﻢَّ ﺍﻟﻌَﻘْﻞُ ﻗَﻞَّ ﺍﻟﻜَﻼَﻡُ

47. Apabila akal seseorang telah sempurna, maka akan sedikit bicaranya.

48. ﻣَﻦْ ﻃَﻠَﺐَ ﺃَﺧًﺎ ﺑِﻼَ ﻋَﻴْﺐٍ ﺑَﻘِﻲَ ﺑَﻼَ ﺃَﺥٍ

48. Barang siapa mencari teman yang tidak bercacat, maka ia tidak akanmempunyai teman.

49. ﻗُﻞِ ﺍﻟﺤَﻖَّ ﻭَﻟَﻮْ ﻛَﺎﻥَ ﻣُﺮًّﺍ

49. Katakanlah yang benar itumeskipun pahit (hadits nabawi).

50. ﺧَﻴْﺮُ ﻣَﺎﻟِﻚَ ﻣَﺎ ﻧَﻔَﻌَﻚَ

50. Sebaik-baik hartamu adalahsesuatu yang bermanfaat bagimu.

51. ﺧَﻴْﺮُ ﺍﻷُﻣُﻮْﺭِ ﺃَﻭْﺳَﻃُﻬَﺎ

51. Sebaik-baik perkara adalah pertengahannya (tidak melampaui batas dan tidak meremehkan).

52. ﻟِﻜُﻞِّ ﻣَﻘَﺎﻡٍ ﻣَﻘَﺎﻝٌ ﻭَﻟِﻜُﻞِّ ﻣَﻘَﺎﻝٍ ﻣَﻘَﺎﻡٌ

52. Setiap tempat ada kalimat yang tepat, dan setiap kalimat yang tepatada tempat disampaikannya.

53. ﺇِﺫﺍَ ﻟﻢَ ﺗَﺴْﺘَﺤْﻲِ ﻓَﺎﺻْﻨَﻊْ ﻣَﺎ ﺷِﺌْﺖَ

53. Apabila engkau tidak malu, makaberbuatlah sekehendakmu (Hadits Nabawi).

54. ﻟَﻴْﺲَ ﺍﻟﻌَﻴْﺐُ ﻟِﻤَﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﻓَﻘِﻴْﺮًﺍ ﺑَﻞِ ﺍﻟﻌَﻴْﺐُ ﻟِﻤَﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﺑَﺨِﻴْﻼً

54. Bukanlah cela itu bagi orang yang miskin, tapi cela itu terletak pada orang yang kikir.

55. ﻟَﻴْﺲَ ﺍﻟﻴَﺘِﻴْﻢُ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻗَﺪْ ﻣَﺎﺕَ ﻭَﺍﻟِﺪُﻩُ ﺑَﻞِ ﺍﻟﻴَﺘِﻴْﻢُ ﻳَﺘِﻴْﻢُ ﺍﻟﻌِﻠْﻢِ ﻭَﺍﻷَﺩَﺏِ

55. Bukanlah anak yatim itu yang telah meninggal orang tuanya, tetapi (sebenarnya) yatim itu adalah yatim ilmu dan budi pekerti.

56. ﻟِﻜُﻞِّ ﻋَﻤَﻞٍ ﺛَﻮَﺍﺏٌ ﻭَﻟِﻜُﻞِّ ﻛَﻼَﻡٍ ﺟَﻮَﺍﺏٌ

56. Setiap pekerjaan itu ada balasannya, dan setiap ucapan itu ada jawabannya.

57. ﻭَﻋَﺎﻣِﻞِ ﺍﻟﻨَّﺎﺱَ ﺑِﻤَﺎ ﺗُﺤِﺐُّ ﻣِﻨْﻪُ ﺩَﺍﺋِﻤﺎً

57. Pergaulilah manusia dengan apa-apa yang engkau sukai disikapi dengannya.

58. ﻫَﻠَﻚَ ﺍﻣْﺮُﺅٌ ﻟَﻢْ ﻳَﻌْﺮِﻑْ ﻗَﺪْﺭَﻩُ

58. Hancurnya diri seseorang adalah ketika tidak tahu diri.

59. ﺭَﺃْﺱُ ﺍﻟﺬُّﻧُﻮْﺏِ ﺍﻟﻜَﺬِﺏُ

59.Pokok dosa itu adalah kebohongan

60. ﻣَﻦْ ﻇَﻠَﻢَ ﻇُﻠِﻢَ

60. Barang siapa yang menganiaya, maka ia akan dianiaya.

61. ﻟَﻴْﺲَ ﺍﻟﺠَﻤَﺎﻝُ ﺑِﺄَﺛْﻮَﺍﺏٍ ﺗُﺰَﻳِّﻨُﻨُﺎ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﺠَﻤَﺎﻝَ ﺟﻤَﺎَﻝُ ﺍﻟﻌِﻠْﻢِ ﻭَﺍﻷَﺩَﺏِ

61. Bukanlah kecantikan itu karena pakaian yang menghiasi diri kita, akan tetapi kecantikan itu adalah kecantikan karena ilmu dan kesopanan.

62. ﻻَ ﺗَﻜُﻦْ ﺭَﻃْﺒﺎً ﻓَﺘُﻌْﺼَﺮَ ﻭَﻻَ ﻳَﺎﺑِﺴًﺎ ﻓَﺘُﻜَﺴَّﺮَ

62. Janganlah engkau bersikap lemah, sehingga kamu akan diperas, dan janganlah kamu bersikap keras, sehingga kamu akan dipatahkan.

63. ﻣَﻦْ ﺃَﻋﺎَﻧَﻚَ ﻋَﻠﻰَ ﺍﻟﺸَّﺮِّ ﻇَﻠَﻤَﻚَ

63. Barang siapa yang menolongmu dalam kejahatan maka sama saja ia telah menganiayamu.

64. ﺃَﺧِﻲ ﻟَﻦْ ﺗَﻨَﺎﻝَ ﺍﻟﻌِﻠْﻢَ ﺇِﻻَّ ﺑِﺴِﺘَّﺔٍ ﺳَﺄُﻧْﺒِﻴْﻚَ ﻋَﻦْ

ﺗَﻔْﺼِﻴْﻠِﻬَﺎ ﺑِﺒَﻴَﺎﻥٍ :

ﺫَﻛَﺎﺀٌ ﻭَﺣِﺮْﺹٌ ﻭَﺍﺟْﺘِﻬَﺎﺩٌ ﻭَﺩِﺭْﻫَﻢٌ ﻭَﺻُﺤْﺒَﺔُ ﺃُﺳْﺘَﺎﺫٍ

ﻭَﻃُﻮْﻝُ ﺯَﻣَﺎﻥٍ

64. Saudaraku! Kamu tidak akan mendapatkan ilmu, kecuali dengan enam perkara, akan aku beritahukan perinciannya dengan jelas :

1). Kecerdasan

2). Haus terhadap ilmu

3). Kesungguhan

4). Harta benda (bekal)

5). Menemani guru

6). Waktu yang panjang (Ucapan Imam Syafi’i)

65. ﺍﻟﻌَﻤَﻞُ ﻳَﺠْﻌَﻞُ ﺍﻟﺼَّﻌْﺐَ ﺳَﻬْﻼً

65. Bekerja itu membuat yang sukar menjadi mudah.

66. ﻣَﻦْ ﺗَﺄَﻧَّﻰ ﻧَﺎﻝَ ﻣَﺎ ﺗَﻤَﻨَّﻰ

66. Barang siapa bersikap pelan-pelan, niscaya mendapatkan apa yang ia cita-citakan.

67. مَنْ أَسْرَعَ الْجَوَابَ حَادَ عَنِ الصَّوَابِ

67. Barang siapa tergesa-gesa menjawab, maka ia akan keliru dari jawaban yang benar.

68. الَطَّهُوْرُ شَطْرُ الْإِيْمَانِ

68. Kesucian itu separuh dari keimanan (Hadits Nabawi).

69. ﺇِﺫَﺍ ﻛَﺒُﺮَ ﺍﻟﻤَﻄْﻠُﻮْﺏُ ﻗَﻞَّ ﺍﻟﻤُﺴَﺎﻋِﺪُ

69. Kalau besar permintaannya, maka sedikit penolongnya.

70. ﻻَ ﺧَﻴْﺮَ ﻓﻲِ ﻟَﺬَّﺓٍ ﺗَﻌْﻘِﺐُ ﻧَﺪَﻣﺎً

70. Tidak ada kebaikan pada suatu kenikmatan ketika diiringi oleh penyesalan.

71. ﺗَﻨْﻈِﻴْﻢُ ﺍﻟﻌَﻤَﻞِ ﻳُﻮَﻓِّﺮُ ﻧِﺼْﻒَ ﺍﻟﻮَﻗْﺖِ

71. Mengatur pekerjaan itu menabung separuh waktu.

72. إِذَا مَا خَلَوْتَ، الدّهرَ، يَوْماً، فَلاَ تَقُلْ خَلَوْتَ وَلكِنْ قُلْ عَلَيَّ رَقِيبُ

72. Ketika engkau sendiri, maka jangan katakan, “aku sedang sendiri,” tetapi katakanlah, “Aku sedang diawasi.”

73. ﺩَﺍﻭُﻭْﺍ ﺍﻟﻐَﻀَﺐَ ﺑِﺎﻟﺼُّﻤْﺖِ

73. Obatilah kemarahan itu dengan diam.

74. ﺍﻟﻜَﻼَﻡُ ﻳَﻨْﻔُﺬُ ﻣَﺎﻻَ ﺗَﻨْﻔُﺬُﻩُ ﺍﻹِﺑَﺮُ

74. Perkataan itu dapat menembus apa yang tidak bisa ditembus oleh jarum.

75. ﻟَﻴْﺲَ ﻛُﻞُّ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﻤَﻊُ ﺫَﻫَﺒﺎً

75. Bukan setiap yang mengkilap itu emas.

76. ﺳِﻴْﺮَﺓُ ﺍﻟﻤَﺮْﺀِ ﺗُﻨْﺒِﺊُ ﻋَﻦْ ﺳَﺮِﻳْﺮَﺗِﻪِ

76. Gerak-gerik seseorang itu menunjukkan rahasia dirinya.

77. ﻗِﻴْﻤِﺔُ ﺍﻟﻤَﺮْﺀِ ﺑِﻘَﺪْﺭِ ﻣَﺎ ﻳُﺤْﺴِﻨُﻪُ

77. Nilai seseorang itu sebesar kebaikan yang telah diperbuatnya.

78. ﺻَﺪِﻳْﻘُﻚَ ﻣَﻦْ ﺃَﺑْﻜَﺎﻙَ ﻻَ ﻣَﻦْ ﺃَﺿْﺤَﻜَﻚَ

78. Temannmu adalah orang yang membuatmu menangis (membuat sadar), bukan orang yang membuatmu tertawa (lalai).

79. ﻋَﺜْﺮَﺓُ ﺍﻟﻘَﺪَﻡِ ﺃَﺳْﻠَﻢُ ﻣِﻦْ ﻋَﺜْﺮَﺓِ ﺍﻟﻠِّﺴَﺎﻥِ

79. Tergelincirnya kaki itu lebih selamat daripada tergelincirnya lidah.

80. ﺧَﻴْﺮُ ﺍﻟﻜَﻼَﻡِ ﻣَﺎ ﻗَﻞَّ ﻭَﺩَﻝَّ

80. Sebaik-baik perkataan itu adalah yang sedikit dan menjukkan maksudnya.

81. ﻛُﻞُّ ﺷَﻴْﺊٍ ﺇِﺫَﺍ ﻛَﺜُﺮَ ﺭَﺧُﺺَ ﺇِﻻَّ ﺍﻷَﺩَﺏَ

81. Segala sesuatu apabila banyak menjadi murah, kecuali budi pekerti.

82. ﺃَﻭَّﻝُ ﺍﻟﻐَﻀَﺐِ ﺟُﻨُﻮْﻥٌ ﻭَﺁﺧِﺮُﻩُ ﻧَﺪَﻡٌ

82. Permulaan marah itu adalah kegilaan dan akhirnya adalah penyesalan.

83. عَرَفْتُ الشَّرَّ لاَ لِلشَّرِّ لَكِنْ لِتَوَقِّيْهِ , وَمَنْ لَمْ يَعْرِفِ الشَّرَّ مِنَ النَّاسِ يَقَعُ فِيْهِ

83. Aku mengenal keburukan bukan untuk mengerjakannya, tetapi agar dapat menjaga diriku daripadanya.Orang yang tidak mengenali keurukan biasanya terjatuh di dalamnya.

84. ﺍُﻧْﻈُﺮْ ﻣَﺎ ﻗَﺎﻝَ ﻭَﻻَ ﺗَﻨْﻈُﺮْ ﻣَﻦْ ﻗَﺎﻝَ

84. Perhatikanlah apa yang dikatakan (diucapkan) dan janganlah meperhatikan siapa yang mengatakan.

85. ﺍﻟﺤَﺴُﻮْﺩُ ﻻَ ﻳَﺴُﻮْﺩُ

85. Orang yang hasad tidak akan menjadi orang yang mulia.

86. ﺍﻷَﻋْﻤَﺎﻝُ ﺑِﺨَﻮَﺍﺗِﻤِﻬَﺎ

86. Amalan seseorang tergantung akhirnya.

87.  مَنْ عَمِلَ بِمَا عَلِمَ أَوْرَثَهُ اللهُ عِلْمَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

87. Barang siapa mengamalkan ilmu yang telah diketahuinya, maka Allah akan memberinya ilmu yang sebelumnya tidak diketahui

88. ﻣِﻦْ ﺣُﺴْﻦِ ﺇِﺳْﻼَﻡِ ﺍﻟْﻤَﺮْﺀِ ﺗَﺮْﻛُﻪُ ﻣَﺎﻻَ ﻳَﻌْﻨِﻴْﻪِ

88. Salah satu ciri baiknya Islamseseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya (Hadits Nabawi).

89. اَلصَّمْتُ حِكْمَةٌ

89. Diam itu hikmah.

90. ﻣَﻦْ ﺃَﺭَﺍﺩَ ﺍﻟﺪُّﻧﻴْﺎَ ﻓَﻌَﻠَﻴْﻪِ ﺑِﺎﻟْﻌِﻠْﻢِ ﻭَﻣَﻦْ ﺃَﺭَﺍﺩَ ﺍْلآﺧِﺮَﺓَ ﻓَﻌَﻠَﻴْﻪِ ﺑِﺎﻟْﻌِﻠْﻢِ ﻭَﻣَﻦْ أَﺭَﺍﺩَﻫُﻤَﺎ ﻓَﻌَﻠَﻴْﻪِ ﺑِﺎﻟْﻌِﻠْﻢِ

90. Barang siapa yang menginginkan dunia, maka hendaklah ia memiliki ilmu, dan barang siapa yang menginginkan akhirat maka hendaklah ia memiliki ilmu, dan barang siapa yang menginginkan keduanya maka hendaklah ia memiliki ilmu.

90. اَلدُّعَاءُ سِلاَحُ الْمُؤْمِنِ

91. Doa adalah senjata orang mukmin.

91. ﻟِﺴَﺎﻥُ ﺍﻟْﺤَﺎﻝِ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦْ ﻟِﺴَﺎﻥِ ﺍﻟْﻤَﻘَﺎﻝِ

91. Menunjukkan sikap yang baik lebih efektif daripada sekedar ucapan.

92. اِحْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَلاَ تَعْجَزْ

92. Berusahalah meraih hal yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan jangan bersikap lemah (Hadits Nabawi).

93. اَلْإِقْتِصَادُ فِى السُّنَّةِ خَيْرٌ مِنَ الْإِجْتِهَادِ فِى الْبِدْعَةِ

93. Sederhana di atas Sunnah Rasulullah shallalahu alahi wa sallam lebih baik daripada sungguh-sungguh di atas bid’ah (mengada-ada dalam agama).

94. وَفِي كُلِّ شَيْءٍ لَهُ آيَةٌ ... تَدُلُّ عَلَى أَنَّهُ وَاحِدٌ

94. Segala sesuatu terdapat bukti akan keeasaan Allah.

95. لَيْسَ الغِنَى عَنْ كَثْرَةِ العَرَضِ، وَلَكِنَّ الغِنَى غِنَى النَّفْسِ

95. Kekayaan itu bukan karena banyaknya harta, tetapi kekayaan itu adalah kaya hati (Hadits Nabawi).

96. ﻟَﻴْﺲَ ﺍﻟْﻔَﺘَﻰ ﻣَﻦْ ﻳَﻘُﻮْﻝُ ﻛَﺎﻥَ أَﺑِﻰ ﻭَﻟَﻜِﻦَّ ﺍﻟْﻔَﺘَﻰ ﻣَﻦْ ﻳَﻘُﻮْﻝُ ﻫَﺎﺃَﻧَﺎﺫَﺍ

96. Bukanlah seorang pemuda yang mengatakan “inilah ayahku,” tetapi pemuda yang sejati adalah yang mengatakan, “Inilah diriku.”

97. «الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ، خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ

97. Mukmin yang kuat lebih baik dari pada mukmin yang lemah

98. ﺍَﻟْﻤَﺮْﺀُ ﻋَﺪُﻭُّ ﻣَﺎ ﺟَﻬِﻞَ

98. Manusia menjadi musuh terhadap apa yang ia tidak ketahui.

99. ﻣَﻦْ ﺃَﺣَﺐَّ ﺷَﻴْئا ﺍَﻛْﺜَﺮَ ﺫِﻛْﺮَﻩُ

99. Barang siapa yang mencintai sesuatu, pastilah ia banyak menyebutnya

100لَوْ كَانَ حُبُّكَ صَادِقاً لَأَطَعْتَهُ   إِنَّالمُحِبَّ لِمَنْ يُحِبُّ مُطيعُ

100. Kalau seandainya cintamu sejati, tentu kamu akan menaati, sesungguhnya orang yang mencintai akan menaati orang yang dicintai.

Senin, Februari 11, 2019

Apakah iblis dari golongan jin atau malaikat?



Apakah Iblis termasuk dari jenis Malaikat atau Jin? Kalau dari jenis Malaikat, mengapa dia berbuat maksiat? Padahal para Malaikat tidak pernah berbuat maksiat. Kalau dari jenis Jin, maka dia juga berhak memilih antara taat atau bermaksiat!! mohon jawabannya.!?

Jawaban:

Alhamdulillah.
Segala puji hanya milik Allah semata,

Iblis – semoga Allah melaknatnya – adalah dari jenis jin. Tidak pernah sehari pun dia pernah menjadi malaikat, bahkan walau sekejap matapun. Karena Malaikat adalah makluk mulia, tidak pernah berbuat maksiat dan senantiasa mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Allah. Banyak sekali ayat-ayat suci Al-Qur'an yang menerangkan secara jelas bahwa Iblis adalah dari jenis Jin bukan dari jenis Malaikat.

Di antaranya adalah;

1- firman Allah Ta'ala:

 ( وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلاَئِكَةِ اسْجُدُوا لآِدَمَ فَسَجَدُوا إِلاَّ إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلاً )  الكهف / 50 .

Dan (ingatlah) ketika Kami (Allah) berfirman kepada para Malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam!!  Maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain Aku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim. (QS. Al-Kahfi: 50)

2. Allah telah menjelaskan bahwa jin diciptakan dari api.

Dia berfirman:

"Dan  Kami (Allah) ciptakan Jin sebelum (Adam) dari Api yang sangat panas " (QS. Al-Hijr: 27).

Allah juga berfirman:

"Dan Dia menciptakan Jin dari nyala api " (QS, Ar-Rahman: 15)

Dalam hadits shahih dari Aisyah rodhiallahu 'anha, dia berkata: Rasulullah sallallahu'alaihi wasallam bersabda:

"Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari api dan Adam diciptakan sebagaimana telah dijelaskan kepada kalian (dari tanah)"

(HR. Muslim dalam shahihnya, no. 2996, Ahmad no. 24668, Baihaqi di Sunan Kubro, no. 18207, dan Ibnu Hibban, no. 6155)

Maka di antara sifat Malaikat adalah diciptakan dari cahaya, sementara jin diciptakan dari api. Ayat-ayat Alqur'an telah menjelaskan bahwa Iblis –semoga Allah melaknatnya– diciptakan dari api. Di antaranya terungkap dari jawaban Iblis sendiri ketika Allah  bertanya kepadanya sebab pembangkangannya untuk bersujud kepada Adam ketika diperintahkan untuk bersujud kepadanya. Dia (Iblis) berkata:

"Saya lebih baik dari dari dia (Adam), saya diciptakan dari api sementara dia diciptakan dari tanah" (QS. Al-A'raf: 12)

Dari ayat ini menunjukkan bahwa Iblis adalah dari jenis Jin

3. Allah telah mensifati Malaikat dalam Al-Qur’an Karim dalam firman-Nya: “Wahai Orang-orang yang beriman, jagalah diri kamu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan batu. Di dalamnya ada para malaikat yang sangat keras, tidak pernah berbuat kemaksiatan terhadap perintah Allah dan senantiasa melaksanakan apa yang diperintahkannya" (QS. At-Tahrim: 6)

Di ayat lain Allah juga berfirman: “Sebenarnya (Malaikat) adalah hamba yang dimuliakan, mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya" (QS. Al-Anbiya: 26–27)

Firman yang lainnya: “Dan hanya kepada Allah apa-apa yang ada di langit, di bumi dari jenis binatang dan Malaikat, mereka bersujud dalam kondisi tidak sombong. Mereka takut kepada Tuhan-Nya yang di atas dan mengerjakan apa yang diperintahkan“ (QS. An-Nahl: 49 – 50)

Oleh karena itu tidak mungkin para Malaikat itu berbuat maksiat kepada Tuhannya sementara mereka maksum (terjaga) dari kesalahan dan mempunyai karakter berbuat ketaatan.

4. sementara Iblis bukan dari jenis Malaikat, sesungguhnya dia juga tidak dipaksa untuk taat, akan tetapi dia mempunyai pilihan sebagaimana kita kalangan manusia juga diberi pilihan. Allah berfirman: “Sesungguhnya Kami (Allah) telah memberikan jalan, apakah dia bersyukur atau dia kufur".

Maka dari kalangan jin pun ada yang kafir dan ada yang muslim, sebagaimana Allah berfirman dalam surat Al-Jin:

“Katakanlah, diwahyukan kepadaku, bahwa ada segolongan jin mendengarkan (Al-Qur’an) kemudian mereka berkata: “Sesungguhnya kami mendengarkan Al-Qur’an yang sangat menakjubkan. Yang memberikan petunjuk kepada kebagusan sehingga kami beriman kepadanya dan tidak menyekutukan terhadap Tuhan kami sedikitpun juga“ (QS. Al-Jin: 1 -2)

Dan dalam surat yang sama jin juga berkata: “Dan sesungguhnya ketika kami mendengarkan petunjuk (Al-Qur’an) maka kami beriman. Dan barangsiapa yang beriman maka dia tidak takut akan pengurangan pahala dan tidak (takut juga) akan penambahan dosa dan kesalahan. Dan di antara kami ada orang-orang yang taat dan ada juga orang-orang yang menyimpang dari kebenaran…"

Ibnu Katsir dalam tafsirnya berkata: “Hasan Al-Bashri berkata, 'Iblis tidak pernah menjadi malaikat sekejap pun jua. Sesungguhnya dia dari jenis Jin, sebagaimana Adam adalah asal manusia“ (Diriwayatkan oleh At-Thobari dengan sanad yang shahih. Lihat Juz: 3 / 89)

Sebagian ulama’ ada yang berpendapat bahwa Iblis merupakan golongan malaikat. Dia disebut-sebut sebagai burung meraknya malaikat, disebut pula sebagai malaikat yang paling rajin beribadah, dan ungkapan-ungkapan lain yang kebanyakan bersumber dari riwayat israiliyat. Di antaranya bertentangan dengan nash-nash yang jelas di Al-Qur’anul Karim.

Ibnu katsir memaparkan lebih jelas lagi tentang hal tersebut, berliau berkata: “Banyak atsar yang diriwayatkan berkaitan dengan masalah ini dari ulama’ salaf. Akan tetapi kebanyakan bersumber dari riwayat Israiliyat –yang hanya dinukil untuk dilihat saja–. Hanya Allah saja yang mengetahui kondisi kebanyakan riwayat tersebut. Di antaranya juga ada riwayat yang jelas kebohongannya karena menyalahi kebenaran yang telah kita ketahui. Sementara berita yang terdapat dalam Al-Qur’an sudah sangat cukup dibanding berita-berita masa lalu yang sering tidak lepas dari adanya  penggantian, penambahan atau pengurangan, bahkan banyak cerita yang dibuat-buat. Padahal  mereka (umat terdahulu) tidak memiliki ulama’ pakar dan spesialis yang dapat membersihkan cerita-cerita tersebut dari penyelewengan orang-orang berlebihan dan dari tambahan orang-orang yang berbuat kebatilan. Sebagaimana dalam umat ini (umat Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam) terdapat para ulama terbaik, para pakar yang sangat kredibel dan bertakwa serta ahli dalam melakukan kritik riwayat  yang telah membukukan hadits dan memilah-milahnya dan menyeleksi mana hadits yang shahih, hasan, lemah, matruk (ditinggalkan) atau maudhu' (palsu). Mereka  pun menerangkan siapa para pemalsu hadits, orang-orang yang dituduh pendusta serta yang tidak dikenal jatidirinya, dan ciri-ciri lainnya dari para perawi, sebagai upaya untuk menjaga kedudukan Nabi Muhammad sallallahu’alaih wasallam yang sangat mulia, pemimpin umat manusia, dari riwayat-riwayat dusta yang disematkan kepada beliau atau dikatakan dari beliau. Semoga Allah meridhai mereka dan menjadikan surga Firdaus menjadi tempat mereka." (Tafsir Al-Qur'anul Adzim, juz 3/90)

Apa kah benar iblis dari golongan malaikat? Atau bangsa jin?

Bab Aqidah

Iman kepada para Malaikat

Membenarkan adanya jin, sihir, dan ain
Apakah Iblis dari jenis Jin atau Malaikat ??

Pertanyaan

Apakah Iblis termasuk dari jenis Malaikat atau Jin? Kalau dari jenis Malaikat, mengapa dia berbuat maksiat? Padahal para Malaikat tidak pernah berbuat maksiat. Kalau dari jenis Jin, maka dia juga berhak memilih antara taat atau bermaksiat!! mohon jawabannya.!

Jawaban:
Alhamdulillah.
Segala puji hanya milik Allah semata,

Iblis – semoga Allah melaknatnya – adalah dari jenis jin. Tidak pernah sehari pun dia pernah menjadi malaikat, bahkan walau sekejap matapun. Karena Malaikat adalah makluk mulia, tidak pernah berbuat maksiat dan senantiasa mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Allah. Banyak sekali ayat-ayat suci Al-Qur'an yang menerangkan secara jelas bahwa Iblis adalah dari jenis Jin bukan dari jenis Malaikat.

Di antaranya adalah;

1- firman Allah Ta'ala:

 ( وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلاَئِكَةِ اسْجُدُوا لآِدَمَ فَسَجَدُوا إِلاَّ إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلاً )  الكهف / 50 .

Dan (ingatlah) ketika Kami (Allah) berfirman kepada para Malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam!!  Maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain Aku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim. (QS. Al-Kahfi: 50)

2. Allah telah menjelaskan bahwa jin diciptakan dari api.

Dia berfirman:

"Dan  Kami (Allah) ciptakan Jin sebelum (Adam) dari Api yang sangat panas " (QS. Al-Hijr: 27).

Allah juga berfirman:

"Dan Dia menciptakan Jin dari nyala api " (QS, Ar-Rahman: 15)

Dalam hadits shahih dari Aisyah rodhiallahu 'anha, dia berkata: Rasulullah sallallahu'alaihi wasallam bersabda:

"Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari api dan Adam diciptakan sebagaimana telah dijelaskan kepada kalian (dari tanah)"

(HR. Muslim dalam shahihnya, no. 2996, Ahmad no. 24668, Baihaqi di Sunan Kubro, no. 18207, dan Ibnu Hibban, no. 6155)

Maka di antara sifat Malaikat adalah diciptakan dari cahaya, sementara jin diciptakan dari api. Ayat-ayat Alqur'an telah menjelaskan bahwa Iblis –semoga Allah melaknatnya– diciptakan dari api. Di antaranya terungkap dari jawaban Iblis sendiri ketika Allah  bertanya kepadanya sebab pembangkangannya untuk bersujud kepada Adam ketika diperintahkan untuk bersujud kepadanya. Dia (Iblis) berkata:

"Saya lebih baik dari dari dia (Adam), saya diciptakan dari api sementara dia diciptakan dari tanah" (QS. Al-A'raf: 12)

Dari ayat ini menunjukkan bahwa Iblis adalah dari jenis Jin

3. Allah telah mensifati Malaikat dalam Al-Qur’an Karim dalam firman-Nya: “Wahai Orang-orang yang beriman, jagalah diri kamu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan batu. Di dalamnya ada para malaikat yang sangat keras, tidak pernah berbuat kemaksiatan terhadap perintah Allah dan senantiasa melaksanakan apa yang diperintahkannya" (QS. At-Tahrim: 6)

Di ayat lain Allah juga berfirman: “Sebenarnya (Malaikat) adalah hamba yang dimuliakan, mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya" (QS. Al-Anbiya: 26–27)

Firman yang lainnya: “Dan hanya kepada Allah apa-apa yang ada di langit, di bumi dari jenis binatang dan Malaikat, mereka bersujud dalam kondisi tidak sombong. Mereka takut kepada Tuhan-Nya yang di atas dan mengerjakan apa yang diperintahkan“ (QS. An-Nahl: 49 – 50)

Oleh karena itu tidak mungkin para Malaikat itu berbuat maksiat kepada Tuhannya sementara mereka maksum (terjaga) dari kesalahan dan mempunyai karakter berbuat ketaatan.

4. sementara Iblis bukan dari jenis Malaikat, sesungguhnya dia juga tidak dipaksa untuk taat, akan tetapi dia mempunyai pilihan sebagaimana kita kalangan manusia juga diberi pilihan. Allah berfirman: “Sesungguhnya Kami (Allah) telah memberikan jalan, apakah dia bersyukur atau dia kufur".

Maka dari kalangan jin pun ada yang kafir dan ada yang muslim, sebagaimana Allah berfirman dalam surat Al-Jin:

“Katakanlah, diwahyukan kepadaku, bahwa ada segolongan jin mendengarkan (Al-Qur’an) kemudian mereka berkata: “Sesungguhnya kami mendengarkan Al-Qur’an yang sangat menakjubkan. Yang memberikan petunjuk kepada kebagusan sehingga kami beriman kepadanya dan tidak menyekutukan terhadap Tuhan kami sedikitpun juga“ (QS. Al-Jin: 1 -2)

Dan dalam surat yang sama jin juga berkata: “Dan sesungguhnya ketika kami mendengarkan petunjuk (Al-Qur’an) maka kami beriman. Dan barangsiapa yang beriman maka dia tidak takut akan pengurangan pahala dan tidak (takut juga) akan penambahan dosa dan kesalahan. Dan di antara kami ada orang-orang yang taat dan ada juga orang-orang yang menyimpang dari kebenaran…"

Ibnu Katsir dalam tafsirnya berkata: “Hasan Al-Bashri berkata, 'Iblis tidak pernah menjadi malaikat sekejap pun jua. Sesungguhnya dia dari jenis Jin, sebagaimana Adam adalah asal manusia“ (Diriwayatkan oleh At-Thobari dengan sanad yang shahih. Lihat Juz: 3 / 89)

Sebagian ulama’ ada yang berpendapat bahwa Iblis merupakan golongan malaikat. Dia disebut-sebut sebagai burung meraknya malaikat, disebut pula sebagai malaikat yang paling rajin beribadah, dan ungkapan-ungkapan lain yang kebanyakan bersumber dari riwayat israiliyat. Di antaranya bertentangan dengan nash-nash yang jelas di Al-Qur’anul Karim.

Ibnu katsir memaparkan lebih jelas lagi tentang hal tersebut, berliau berkata: “Banyak atsar yang diriwayatkan berkaitan dengan masalah ini dari ulama’ salaf. Akan tetapi kebanyakan bersumber dari riwayat Israiliyat –yang hanya dinukil untuk dilihat saja–. Hanya Allah saja yang mengetahui kondisi kebanyakan riwayat tersebut. Di antaranya juga ada riwayat yang jelas kebohongannya karena menyalahi kebenaran yang telah kita ketahui. Sementara berita yang terdapat dalam Al-Qur’an sudah sangat cukup dibanding berita-berita masa lalu yang sering tidak lepas dari adanya  penggantian, penambahan atau pengurangan, bahkan banyak cerita yang dibuat-buat. Padahal  mereka (umat terdahulu) tidak memiliki ulama’ pakar dan spesialis yang dapat membersihkan cerita-cerita tersebut dari penyelewengan orang-orang berlebihan dan dari tambahan orang-orang yang berbuat kebatilan. Sebagaimana dalam umat ini (umat Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam) terdapat para ulama terbaik, para pakar yang sangat kredibel dan bertakwa serta ahli dalam melakukan kritik riwayat  yang telah membukukan hadits dan memilah-milahnya dan menyeleksi mana hadits yang shahih, hasan, lemah, matruk (ditinggalkan) atau maudhu' (palsu). Mereka  pun menerangkan siapa para pemalsu hadits, orang-orang yang dituduh pendusta serta yang tidak dikenal jatidirinya, dan ciri-ciri lainnya dari para perawi, sebagai upaya untuk menjaga kedudukan Nabi Muhammad sallallahu’alaih wasallam yang sangat mulia, pemimpin umat manusia, dari riwayat-riwayat dusta yang disematkan kepada beliau atau dikatakan dari beliau. Semoga Allah meridhai mereka dan menjadikan surga Firdaus menjadi tempat mereka." (Tafsir Al-Qur'anul Adzim, juz 3/90)

Wallahu ta'ala a'lam.