Selasa, Oktober 13, 2020

Ada yang menarik di youtube ketik wawan ruqyah

 Alhamdulillah makin mudah kita belajar ruqyah di youtube

Ketik:

Wawan Ruqyah

Nasehat ayah pada anaknya yang sedang duka

 MashaaAllah energi baru buat aku di saat sangat merindukan sosok ayah.

Menjadikan aku lebih semangat lagi 💪💜💜


Bismillah ...

Kutipan Terbaik 

💚💚💚💚💚💚


_Meskipun Najwa Shihab di pecat dari Acara Mata Najwa ... terukur (Prof. Quraish Shihab) membekali Najwa Shihab dengan nasihat yang bagus._


_ * Tulisan Prof. Quraish Shihab kepada putrinya Najwa * ._


_ "Keberuntungan" kadang memainkan perannya dalam kehidupan manusia, meskipun kerap tidak masuk akal. Karena anada takdir mereka._


_Boleh jadi kebenaranmu dari suatu perjalanan adalah keselamatanmu. Boleh jadi tertundanya pernikahanmu adalah suatu keberkahan. Boleh jadi dipecatnya dari pekerjaan adalah suatu maslahat. Boleh jadi sampai sekarang kamu belum dikarunia anak itu adalah inspirasi dalam hidupmu. Boleh jadi engkau tahu sesuatu tapi ternyata baik untukmu, karena Allah Maha Mengetahui, sedangkan engkau tidak tahu._


_Sebab itu, jangan engkau merasa gundah terhadap segala sesuatu yang terjadi padamu, karena semuanya sudah atas izin Allah._


_Jangan banyak keluhan karena hanya akan menambah kegelisahan. Perbanyaklah bersyukur, Alhamdulillah, itu yang akan mendatangkan kebahagiaan. Terus ucap Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, sampai Anda tak mampu lagi amplopnya._


Kita masih bisa tidur tanpa obat tidur, kita masih bisa bangun tidur hanya dengan satu bunyi bunyi, kita terbangun tanpa melihat adanya alat-alat medis yang menempel di tubuh kita, itu pertanda bahwa kita hidup sejahtera. Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, ucapkan sampai engkau tak mampu lagi mengucapkannya._


_Jangan selalu melihat ke belakang karena disana ada masa lalu yang menghantuimu. Jangan selalu melihat ke depan karena terkadang ada masa depan yang membuatmu gelisah. Namun lihatlah ke atas karena di sana ada Allah yang membuatmu bahagia._


_Tidak harus banyak teman agar engkau menjadi populer, singa sang raja hutan lebih sering berjalan sendirian. Tapi kawanan domba selalu bergerombol. Jari-jari juga demikian; kelingking, jari manis, jari tengah, jari telunjuk, semuanya berjajar bersampingan kecuali jari jempol dia yang paling jauh diantara keempat itu. Namun perhatikan engkau akan terkejut kalau semua jari-jari itu tidak akan bisa berfungsi dengan baik tanpa adanya jempol yang sendiri yang jauh dari mereka._


_Karena itu, sebenarnya yang diperhitungkan bukanlah jumlah teman yang ada disekelilingmu, akan tetapi banyaknya cinta dan manfaat yang ada disekitarmu, sekalipun engkau jauh dari mereka._


_Menyibukkan diri dalam pekerjaan akan menyelamatkan dirimu dari tiga masalah; yaitu kebosanan, kehinaan, dan kemiskinan. Aku tidak pernah mengetahui adanya rumus kesuksesan, tapi aku menyadari bahwa "rumus kegagalan adalah sikap asal semua orang"._


_Teman itu seperti anak tangga, boleh jadi ia membawamu ke atas atau ternyata sebaliknya membawamu ke bawah, maka hati-hatilah anak tangga mana yang sedang engkau lalui._


_Hidup ini akan terus berlanjut baik itu engkau tertawa ataupun menangis, karena itu jangan jadikan hidupmu penuh kesedihan yang tidak bermanfaat sama sekali. Berlapang dadalah, maafkanlah, dan serahkan urusan manusia kepada Tuhan, karena engkau, mereka, dan kita semua, semuanya akan berpulang kepadaNya._


_Jangan tinggalkan sholatmu sekalipun. Karena di sana, jutaan manusia yang berada di bawah tanah, sedang berharap sekiranya mereka diperbolehkan kembali hidup mereka akan bersujud kepada Allah SWT walau sekali sujud. Jangan selalu bersandar pada cinta, karena itu jarang terjadi. Jangan bersandar kepada manusia karena ia akan pergi. Tapi bersandarlah kepada Allah SWT, Tuhan YME, karena Dialah yang menentukan segala nya

Rabu, September 02, 2020

Boleh ambil kafalah atau ambil upah dari Ruqyah

CATATAN MARI

Kemaren buat majelis Ruqyah dijl.Bosih cibitung..baru nemu pasien jujur liat wajah kita katanya langsung enek perutnya,pas baru mulai udah muntah2.
Alhamdulillah bangsa jin yg mengganggu keluar lewat muntahan.
Umumnya bangsa jin keluar lewat muntah, keringet,air mata,pipis atau pup.

 Jika ada gangguan jin hebat emang peruqyah itu ngk disukai pasiennya,krn mereka(bangsa jin) yg didlm sudah terganggu keberadaannya,mereka enggan untuk keluar,maka banyak kejadian,peruqyah jadi sasaran fitnah pasiennya.
krn dengan jauh dari peruqyah,maka aman buat mereka(bangsa jin) menguasai pasien tersebut.dan tergantung tujuan jin itu masuk; ada yg hanya menguasai jiwanya,ada yg jiwa dan raganya, ada yg ingin melumpuhkan,membuat cidera organ atau membunuh pasien tersebut.

Maka profesi peruqyah jadi tidak aman untuk keselamatan,diri dia dan nyawanya sendiri jadi taruhan.karna begitu banyak kejadian,peruqyah jadi sasaran serangan bangsa jin atau para kahin(dukun) yang tidak terima target manusianya sembuh.

Sangat disayangkan pengorbanan peruqyah dipandang sebelah mata,dengan materi yg masih terukur,yg tidak seberapa.
Maka jangan coba2 masuk dunia peruqyah jika kesabarannya tipis.
Khusus buat peruqyah stock sabar harus ditambah kan terus setiap saat, ketika menangani pasien yg beraneka jenis gangguan ghoib dan beda2 karakternya.

Peruqyah Al-Qur'an atau Peruqyah Syar'iyah punya tujuan mulia,sebagai pelayan Al-Qur'an. Sehingga pasien bisa hijrah memperbaiki ibadah yang sering dilalaikannya.
Selain itu tujuan Peruqyah yg sebenernya bukan hanya membantu proses kesembuhan pasien, tapi mendakwahi bangsa jin yg ada dalam tubuh pasien agar menjadi jin Muslim dan pasien semakin kuat ibadahnya kepada Rabb semesta alam.

Sebenernya dakwah Islam bukan hanya hak manusia saja,tapi bangsa jin juga punya hak yg sama.karna tujuan penciptaan kita sama dihadapan Allah Rabbul Izzati.
Firman Allah Ta’ala:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْأِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُون

“Tidak Aku ciptakan jin dan Manusia melainkan hanya untuk beribadah kepada-Ku.”
 (QS. Adz –Dzariyat: 56 )

segmen ini para dai jarang yg berkecimpung, peruqyah lah jadi garda terdepan dakwah untuk jin khususnya dan pasien(manusia)pada umumnya.

Profesi yg mulia, Dai untuk jin dan manusia.
Dalam kisah terdahulu, ada Sahabat Nabi Meruqyah kepala suku yg sakit akibat tersengat binatang berbisa,ini binatang beneran atau jelmaan bangsa jin.

Sahabat Abu Said Al Khudri radhiallahu ‘anhu mengisahkan bahwa ia bersama sebagian sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melintasi satu kabilah Arab Badui, dan ternyata mereka enggan untuk memberikan jamuan. Di saat para sahabat Nabi sedang beristirahat, tiba-tiba kepala suku penduduk kampung tersebut disengat oleh binatang berbisa. Tak ayal lagi, penduduk kampung tersebut berupaya sekuat tenaga untuk mengobati kepala suku mereka. Akan tetapi, upaya yang mereka lakukan semuanya sia-sia, tidak mendatangkan hasil. Akhirnya mereka menjumpai para sahabat yang sedang beristirahat dan berkata, “Adakah bersama kalian obat atau seorang yang ahli Ruqyah?” Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh para sahabat untuk membalas perilaku penduduk kampung yang tidak simpatik terhadap mereka. Para sahabat berkata, “Sesungguhnya kalian tidak sudi menjamu kami, maka sekarang kami pun tidak sudi untuk meruqyah kecuali jika kalian memberi kami upah.” Tanpa menunda panjang, mereka pun setuju dan menjanjikan upah beberapa ekor kambing.
Akhir kisah, setelah disepakati upah yang dijanjikan, sebagian sahabat, yaitu Abu Sa’id Al Khudri meRuqyahnya dengan bacaan Al Fatihah sebanyak tujuh kali. Tanpa butuh waktu yang lama, kepala suku itu segera sembuh seakan terbebas dari belenggu yang melilit tubuhnya.
Setelah upah berupa beberapa ekor kambing diterima, segera sebagian sahabat mengusulkan agar upah itu dibagi merata di antara mereka. Akan tetapi Abu Sa’id tidak menerima usulan ini, dan berkata, “Janganlah kalian terburu-buru untuk membaginya, hingga kita menanyakan perihal upah ini kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Setiba mereka di hadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, segera mereka menceritakan perihal upah tersebut. Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menanggapi kisah mereka dan upah yang mereka dapat dengan bersabda, “Dari mana engkau mengetahui bahwa surat Al Fatihah dapat dijadikan untuk meRuqyah? Kemudian beliau melanjutkan sabdanya dengan berkata: kalian telah berbuat benar, bagilah upah itu, dan sertakan aku dalam pembagian upah yang kalian dapatkan.” (Muttafaqun ‘alaih)

Dalam dalil diatas jelas bolehnya menyepakati kafalah ruqyah, membantu pasien yg mampu.
Dengan acuan satu ekor kambing, jika sekarang dirupiahkan sekitar 1,5jt-3jutaan.

Membantu dan melayani ummat adalah kebanggaan tersendiri bagi setiap muslim,moga peruqyah bisa istiqomah dijalan ini, dengan banyak ujian dan cobaannya.
Ana yakin para Peruqyah adalah insan2 yang ikhlas, dan pasien2 nya adalah orang2 yang berbudi luhur, sehingga saling melengkapi kekurangan yg ada.

Jika ada pasien dhuafa, seperti yg saya alami sendiri, kerupukpun jadi sebagai kafalahnya.tak mandang bulu dalam membantu, insya Allah jika kita ikhlas Allah yg akan menyempurnakannya kelak dikemudian hari.

Setiap ba'da sholat doa kesembuhan selalu buat pasien yang saya tangani.

Catatan untuk para Peruqyah dimanapun antum berada.semoga dalam penjagaan Allah selalu...aamiin.

Owner Majelis Ruqyah Indonesia
Markaz JATIASIH, 2 Sep 2020

Jumat, Agustus 14, 2020

Belajar pada Ikan

 Seorang Anak Muda sedang membersihkan aquarium Pamannya, ia memandang ikan arwana agak kebiruan dengan takjub ..

Tak sadar Pamannya sudah berada di belakangnya .. 

"Kamu tahu berapa harga ikan itu?". Tanya sang Paman ..

"Tidak tahu". Jawab si Anak Muda 

"Coba penawaran kepada tetangga sebelah!". Perintah sang Paman.

Ia memfoto ikan itu dan menawarkan ke tetangga ..

Kemudian kembali menghadap ke Paman. .

"Ditawar berapa?" tanya sang Paman. .

50.000 Rupiah Paman. Jawab si Anak Muda dengan mantap.

"Coba kau menawarkan ke toko ikan hias !!". Perintah sang Paman lagi.

"Baiklah Paman". Jawab si Anak Muda. Kemudian ia beranjak ke toko ikan hias ..

"Berapa ia tawar ikan itu?". Tanya menyanyikan Paman.

"800.000 Rupiah Paman". Jawab si Anak Muda dengan gembira, ia mengira sang Paman akan melepas ikan itu.

"Sekarang coba kau menjual ke Juragan Joni Rahman, bawa ini sebagai bukti bahwa ikan ini sudah pernah ikut lomba". Perintah sang Paman lagi.

"Baik Paman". Jawab si Anak Muda. Kemudian ia pergi menemui Pak Joni yang dikatakan Pamannya. Setelah selesai, ia pulang menghadap sang Paman.

"Berapa ia menawar ikannya?".

"50 juta Rupiah Paman".

Ia terkejut sendiri menyaksikan harga satu ikan yang bisa berbeda-beda ..

"Nak, aku sedang mengajarkan kepadamu bahwa kamu hanya akan melihat dengan benar ketika kamu berada di lingkungan yang tepat".

Kita semua adalah orang biasa dalam pandangan orang-orang yang tidak mengenal kita.

"Kita adalah orang yang menarik di mata orang yang memahami kita".

"Kita istimewa dalam penglihatan orang-orang yang mencintai kita".

"Kita adalah pribadi yang menjengkelkan bagi orang yang penuh kedengkian terhadap kita".

"Kita adalah orang jahat di dalam tatapan orang-orang yang iri akan kita".


Pada akhirnya, setiap orang memiliki pandangannya masing-masing terhadap kita, maka tak usahlah bersusah payah nampaknya baik dimata orang.


Tapi berusahalah terus melakukannya dan menjalankan apapun dengan keikhlasan. 

Paham ... 🙂


Semoga bermanfaat 😊 🙏

Kamis, Juli 02, 2020

Cerita nyata penuh Inspirasi: Sabar tanpa Batas!

#UjianRumahTangga

IBROH

Cerita penuh inspirasi dari ustadzah Halimah Alaydrus mengenai sahabat beliau Khadijah Baidho.

Saya sering mendengar orang-orang bercerita bahwa laki-laki yang paling romantis adalah laki-laki bule. Saya mendapati bahwa ucapan itu tidaklah sepenuhnya benar.

Semasa saya belajar di Tarim, Hadramaut, Yaman, saya banyak mengenal muslimah dari Amerika, Australia, Eropa bahkan Afrika. Dan kebanyakan mereka tinggal di Tarim untuk memperdalam islam bersama dengan suami dan anak-anak mereka .

Dari sekian banyak suami-suami teman saya itu, saya perhatikan yang paling romatis adalah suami Khadijah. Ia bukan bule karena tidak berasal dari negara Barat, melainkan dari Baidho, sebuah daerah yang berada di utara Yaman.

Suatu hari saat sedang berbincang santai, saya berkata kepadanya, "Kamu beruntung Khadijah, suamimu itu sangat lembut dan memuliakanmu, Aku rasa suamimu adalah suami paling romantis yang kukenal."

Khadijah tersenyum dan menjawab, "Iya, dia memang lelaki yang sangat baik akhlaknya. Aku beruntung menikah dengannya?"

"Semoga jika menikah nanti, Allah memberiku suami seperti suamimu itu," ujarku, mengomentari pujiannya.

Mendengar itu kulihat wajah Khadijah berubah ekspresi. Dia lalu berkata, 'Untung saja waktu itu aku tidak memutuskan sesuatu yang berbeda."

"Maksudmu?" tanyaku tak mengerti.

Wanita Arab berkulit sawo matang itu menghembuskan nafas panjang, lalu bercerita, "Kami menikah dua tahun, bulan-bulan pertama pernikahan semuanya berjalan indah. Dia seperti yang kamu lihat seakarang ini, sangat lemah lembut dan menghargaiku. Kami hidup sederhana, menempati sebuah rumah kecil pemberian orang tuanya, Dia bekerja sepanjang hari dan kembali sebelum maghrib, kami lalu sholat berjamaah membaca Al Qur'an, Sholat isya, lalu makan malam. Ia adalah imam yang sempurna. Aku beruntung mendapatkannya.

'Bulan demi bulan berlalu dan ujian itu kemudian datang. Suatu hari ia pulang larut malam. Aku menunggunya dengan gelisah karena khawatir terjadi sesuatu yang tak diinginkan, Sepanjang malam aku berdoa agar dia pulang dengan selamat.

"Lewat tengah malam aku mendengar suara pintu dibuka, akupun segera menuju ke ruang depan. namun alangkah sangat terkejutnya aku mendapati dia jatuh pingsan di pintu dalam keadaan mabuk.

"Aku seret dia menuju kamar. Dengan sekuat tenaga kubaringkan dia di tempat tidur. Kucoba bangunkan dia namun dia benar-benar tidak sadarkan diri.  melihat keadaannya, aku benar-benar sedih dan kecewa.  Bagaimana seorang laki-laki yang begitu kukagumi dan kucintai, kudapati mabuk seperti ini?"

Khadijah terdiam sejenak. Disusutnya airmata yang tergenang di pelupuk matanya, ia memandang saya dan berkata, "Aku tidak tahu bagaimana di negaramu Halimah, Tapi di negeriku, jangankan mabuk, merokok saja sudah dianggap sebagai tindak kriminal bagi laki-laki. Jadi dapat kau bayangkan seperti apa kesedihanku malam itu. Aku menangis disamping suamiku yang terbaring dalam kondisi yang menyedihkan.

Bajunya kotor, rambutnya awut-awutan, dan baunya menusuk hidung. Saat azan subuh terdengar, aku kembali berusaha membangunkannya dan dia sama sekali tidak bergerak. Aku benar-benar lelah dan tertidur di tempat sholatku setelah melaksanakan sholat subuh sendirian.

Aku terbangun ketika mendengar suara seseorang di kamar mandi. Kulihat jam menunjukan pukul 9 pagi.  Dia ternyata sudah bangun dan tengah mandi, Aku tunggu dia sampai keluar mandi, mengqodho sholat subuhnya yang tertinggal, kemudian aku mengajaknya bicara. Dia terlihat enggan mendengar penuturanku. Sesekali dia menganggukkan kepala ketika kukatakan agar jangan sesekali dia melakukan hal itu lagi.

"Aku kira itu adalah malam paling kelam dalam hidupku.  Namun nyatanya itu adalah awal dari malam-malam panjang penuh kesuraman.  Terkadang ia tidak pulang hingga berhari-hari, dan jika pulang, pasti dalam keadaan mabuk.  Aku hanya dapat menangis setiap kali melihatnya begitu. Aku kehilangan suamiku yang selama ini melindungiku, menghargai, dan menyayangiku.

Suamiku berkata, "Usahaku bangkrut, aku ditipu, dan tidak tahu bagaimana harus menyelesaikan hutang-hutangku. Sedikit sisa harta yang kupunya kupikir akan berlipat ganda dengan cara aku judikan. Ternyata aku malah semakin jatuh. Hingga mmebuatku tidak lagi bisa berfikir wajar, Akupun minum khomer berusaha melupakan masalahku, Namun kala sadar, aku kembali tak mampu menghadapinya, sehingga aku kembali berjudi dan mabuk lagi," begitu ceritanya ketika aku tanyakan penyebabnya.

"Dengan linangan airmata kukatakan kepadanya, " Rumah tangga ini adalah rumah tangga kita, kesulitanmu adalah kesulitanku juga, kita dapat mengatasinya bersama."

"Namun ia menjawab, "engkau adalah istriku, dan menafkahimu adalah urusanku. Doakan saja aku agar segera mendapatkan rizki yang membuatku dapat melunasi hutang-hutangku".

"Percakapan yang bermutu itu sejenak meyakinkanku bahwa dia masihlah suamiku yang menikahiku dua tahun yang lalu. Namun malam harinya aku kembali tak mengenalinya ketika ia kembali mabuk dan pulang dalam keadaan tidak sadarkan diri. barang-barang yang ada di rumah mulai habis dijual satu demi satu. Bahkan perhiasan pemberiannya di hari pernikahan pun terpaksa aku jual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Di puncak kecewaku, aku memutuskan untuk mendatangi seorang ulama di kampungku.  Sesudah aku ceritakan kisahku dia memberiku pilihan, 'Dalam keadaan seperti ini sudah boleh bagi seorang istri untuk menuntut cerai kepada suaminya karena dia tidak mampu lagi melaksanakan tugasnya sebagai pemberi nafkah, namun jika kamu mau bersabar itu lebih baik.'

"Dan aku tidak memilih keduanya, Aku memilih mengendalikan keadaan. Sebab kurasa aku belum maksimal berikhtiar,"

"Maksudmu?" tanya saya tak sabaran.

"Aku memilih untuk bekerja," jawabnya.

"Bekerja?", saya tidak dapat menyembunyikan keterkejutan karena saya paham betul, di negeri tempatnya tinggal, tak mudah menemukan pekerjaan untuk wanita.

"Aku menjual roti Arab yang segede-gede nampah itu untuk aku jual kepada beberapa rumah makan. Dan Alhamdulilah, usaha ini cukup berjalan baik dan dapat memenuhi kebutuhan harian kami. Namun suamiku seringkali meminta uang itu dengan dalih berhutang. Dan ketika aku menolaknya, ia akan marah dan berusaha memecahkan barang-barang di rumah kami. Aku yang tidak mau kalau sampai tetangga tahu permasalahan dalam rumah tangga kami pun segera memberikan uang itu kepadanya.

"Keadaan berlanjut hingga berbulan-bulan lamanya. dan tak kutemukan titik terang. Kini suamiku benar-benar menjadi makhluk asing.

"Aku kembali menjumpai beberapa ulama untuk meminta nasehat. dan mereka kembali memberikan kepadaku pilihan yang sama, "Sabar atau silahkan bercerai."

"Namun seorang diantara mereka berkata, "Bagaimanapun ini ujian dalam pernikahanmu. untuk kamu memilih bersabar atau mengakhirinya, di dunia ini memang berisi soal-soal yang harus kamu hadapi, dan Allah adalah Sang jurinya."

"Ucapan ulama yang satu ini membuatku berpikir keras. Bahwa tak akan ada yang sia-sia sesudah perjalanan panjang ini. Hanya saja aku belum memaksimalkan usaha.

'Betul usahaku untuk bekerja memang sudah aku lakukan dan membuahkan hasil. Namun usahaku untuk meminta kepada Allah Sang Penggerak Hati sepertinya belumlah maksimal. Maka mulai malam itu aku memutuskan akan mulai mengerjakan tahajud dan berdoa pada sepertiga malam yang terakhir karena pernah kudengar bahwa doa di waktu tersebut lebih didengar Allah.

"Aku bangun di sepertiga malam untuk sholat dan berdoa "Ya Allah. telah Kau satukan aku dan suamiku dalam mahligai pernikahan. Sayangilah dia ya Allah.. kembalikan dia di jalanMu. Aku menyayanginya dan tak mampu kubayangkan dia dalam murka dan siksa-Mu jika tetap seperti itu. Pertemukan ia dengan seseorang yang dapat mengembalikannya ke jalanMu ya Allah.." kurang lebih begitulah aku berdoa setiap malam.

"Dan doamu di ijabah?" tanyaku kembali tidak sabaran.

"Tidak juga. Suamiku malah menghilang, kabur, tiga bulan tak pulang-pulang. Dan hal itu membuat keluargaku dan keluarganya mengetahui masalah kami. Meski semuanya membelaku.

"Ibunya berkata, "maafkan kami, Khadijah.. kami tidak tahu kelakuannya seperti ini. Jika saja kami tahu dari sebelumnya, kami tidak akan menikahkannya denganmu. Kalau kelak ia kembali, kami akan memintanya menceraikanmu dengan baik-baik. Wanita sepertimu tidak patut dizalimi seperti ini."

"Namun aku katakan kepadanya, "dia sebenarnya seorang lelaki sholeh, hanya saja saat ini dia sedang terfitnah dan terkalahkan oleh keadaan. Saya yakin ia akan kembali ke jalan yang benar." Lantas ibu mertuaku ini memelukku dengan linangan air mata dan terus-terusan berujar "maafkan aku".

"Setelah keluarga besar kami mengetahui permasalahannya, mereka bersatu padu melunasi hutang-hutangnya. Suamiku, sebelum masa sulit ini adalah seorang yang ringan tangan, selalu membantu jika ada keluarga atau sahabat yang kesulitan.  Barangkali itu juga yang membuat mereka tidak segan-segan membantunya. Meskipun mereka semua tidak tahu dimana keberadaannya pada saat itu.

'Ya minggu berganti bulan, dan hilal berganti purnama telah tiga kali berulang, suamiku tak juga datang.

"Apa yang membuatmu tak menyerah dan terus mendoakannya, wahai Khadijah?", saya bertanya lagi, karena kagum dengan kegigihannya. Dan jawabannya sangatlah indah. "Karena aku yakin malam tatkala telah sangat pekat, pertanda fajar akan sebentar lagi terbit. Aku tak mau menyerah di saat jalan keluar telah berada di ujung mata."

"Dan fajarmu benar-benar terbit?", tanya saya lagi.

"Ya aku ingat betul malam itu. Aku sudah tertidur ketika kurasakan tangan seseorang menyentuh kakiku. Aku tersentak kaget dan mendapati dia duduk di sisi tempat tidur sambil menunduk. Kulitnya lebih hitam, cambang dan kumisnya tak lagi terurus, bahkan rambutnya sudah terlewat beberapa minggu dari waktu seharusnya bercukur. Ia menoleh padaku, saat itulah aku tahu ia telah kembali. Aku tatap matanya berbeda dari waktu terakhir kujumpai dulu. Kali ini tatapannya redup dan teduh seperti kala aku menikah dengannya dulu.

"Kamu masih istriku bukan?", tanyanya ragu.

"Tentu saja" jawabku. "Bukankah hanya kamu yang punya hak untuk menceraikan?."

"Maksudku apakah kamu masih mau menjadi istriku?", tanyanya menegaskan.

"Aku memandang wajahnya, kutatap matanya dan dia balas menatap mataku. Aku lalu mengangguk. Ia memelukku cukup lama dan berbisik di telingaku, "Terima kasih telah mau menungguku" dan maafkan aku.."

Tangis kami berdua pecah bersama pelukan.

"Jika kamu masih mau menjadi istriku, maukah kamu ikut denganku menuju seseorang yang kurasa dapat membimbing kita?"

"Siapa?" tanyaku tak sabaran.

"Habib Umar bin Hafizh di Tarim Hadramaut sana. Aku sudah berjumpa dengannya dan tinggal di pondok pesantrennya beberapa hari. Aku benar-benar bahagia di sana. Aku pun sudah mennyampaikan padanya bahwa aku ingin tinggal disana bersama istriku, namun aku tidak punya cukup uang untuk membiayai kehidupan. Dan Habib Umar bilang, "Bawalah istrimu kemari dan kamu bisa membiayai hidup kalian dengan bekerja padaku sebagai tukang roti."

"Mendengar itu air mataku tumpah lebih deras, namun kali ini bukan air mata kesedihan melainkan airmata kesyukuran. Doa ku telah didengar Allah."

"Malam itu juga kami segera bersiap-siap. Dan tanpa membuang waktu, pagi hari kami sudah berkendara. Kami menyewa sebuah mobil tanpa AC menempuh perjalanan berbelas-belas jam. Namun sungguh itu adalah perjalanan paling meneduhkan dan menenangkan sebab hati kami sejuk dan jiwa kami damai.

"Beberapa hari aku ajarkan suamiku membuat roti di rumah sewaan kami yang kecil, kemudian ia mulai bekerja di dapur Habib Umar sebagai tukang roti.

"Dan ya seperti yang kamu lihat, Halimah. Suamiku adalah seorang imam rumah tangga yang sempurna. Ia begitu menghargai dan menyayangiku.."

Ucapnya mengakhiri kisah panjang perjuangannya. Meninggalkan aku yang masih terkesima dengan kisah indahnya. Hari itu aku belajar untuk tidak menyerah kala ujian kehidupan menghadang. Tak Ada masalah besar selagi Allah yang Maha Besar kau libatkan.

-----
Cerita ustadzah Halimah ini terdapat dalam buku beliau yang berjudul "Muhasabah Cinta" halaman 105 - 117.

Kamis, Maret 19, 2020

Menangkal virus Corona dengan Herbal dan Ayat Al-Qur'an juga doa Nabi


Virus Corona tak berdaya jika daya imun kita kuat.

Tips kuatkan daya imun tubuh dengan konsumsi herbal:(boleh pilih ya...sesuai kemampuan:
1.setiap jenis pohon palm2an: kelapa;kolang kaling;lontar;kurma dll
2.habbatusauda(jinten hitam)
3.segala jenis rimpang2an(terutama kunyit;jahe;lada hitam;kencur;lengkoas)
4.daun bidara Arab(sidr) khusus bidara sangat bagus dipakai ruqyah(mengusir gangguan jin dlm tubuh).
5.daun sirih
6.daun kelor
7.pohon antingan
8.minyak Zaitun
9.daun Tin
Yang tidak kalah hebat penjagaan Allah dengan Al-Qur'an dan doa2 yg diajarkan Rasulullah.
Rutinkan pagi dan Sore; baca ayat2 perlindungan:
1.Al-Fatihah
2.Al-Baqoroh ayat 1-5
3.Ayat Kursi(Qs.2:255)
4.Akhir surah Al-Baqoroh(Qs.2:284-286)
5. Al-Ikhlas,Al-Falaq dan Annas dibaca semua 3kali.
6.baca dan hafalkan Surah Al-Kahfi ayat 1-10
Dan baca doa Nabi ini:
1. Doa perlindungan dari nafsu, setan, dan sekutunya:
اللَّهُمَّ فَاطِرَ السَمَوَاتِ وَالأَرْضِ، عَالِمَ الغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ وَشَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ
Allāhumma fāthiras smāwāti wal ardhi, 'ālimal ghaibi was syahādah, rabba kulli syai'in wa malīkah, asyhadi an lā ilāha illā anta. A'ūdzu bika min syarri nafsī wa syarris syathāni wa syirkih.
Artinya: "Tuhanku, pencipta langit dan bumi, yang mengetahui hal yang ghaib dan nyata, tuhan dan penguasa segala sesuatu. Aku bersaksi tiada tuhan selain Kau. Aku berlindung kepada-Mua dari kejahatan nafsuku, kejahatan setan dan sekutunya," (HR Abu Dawud dan At-Turmudzi).
2. Doa perlindungan dari ciptaan-Nya (dibaca 3 kali):
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
A'ūdzu bi kalimātillāhit tāmmāti min syarri mā khalaq.
Artinya: "Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan ciptaan-Nya," (HR Muslim dan Ibnu Sinni).
3. Doa agar terhindar dari mudharat (dibaca 3 kali):
بِسْمِ اللهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْم
Bismillāhil ladzī lā yadhurru ma'as mihī syai'un fil ardhi wa lā fis samā'i wa huas samī'ul 'alīm.
Artinya, "Dengan nama Allah, Zat yang apa pun di bumi dan di langit tidak mudharat dengan asma-Nya. Dia mahadengar dan mahatahu," (HR Abu Dawud dan At-Turmudzi).
Setelah baca kumpulkan telapak tangan;tiupkan.dan usapkan dgn telapak tangan keseluruh tubuh kita.
Dengan cara ini.kita kuat virus minggat.
Allah jagain kaum muslimin...Insya Allah.

Majelis Ruqyah Indonesia
#MajelisRuqyahIndonesia
#kampungtahfidzjatiluhur

Minggu, Maret 15, 2020

Nama-nama Setan dan tugasnya

Abdurrahman As-syafi'i dalam Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah, Umar Bin Khatthob R.A berkata ada sembilan anak turun
setan yang menepati janjinya untuk selalu mengoda anak keturunan Adam.

Janji setan itu disebutkan dalam Alquran di surat Al A'Raf "Kemudian Aku pasti akan mendatangi mereka dari depan, belakang, kanan kiri mereka. Dan Engkau Tak akan mendapati mereka bersyukur"
Ayat itu adalah janji setan kepada Tuhan setelah diusir dari Surga karena tak mau bersujud kepada Adam. Setan tak akan berhenti mengoda manusia hingga akhir zaman.

Umar Bin Khatthob R.A berkata: Anak keturunan syetan itu ada 9;
 mereka adalah Zalitun, Watsin, Laqus, A'wan, Haffaf, Murroh, Masuth, Dasim, Walhan.

Pertama, Setan Zalitun bertugas menggoda penghuni pasar dalam transaksi jual beli dengan menyuruh untuk melakukan kedustaan, penipuan,memuji-muji barang dagangan, mencurangi timbangan, dan bersumpah palsu.

Kedua, Setan Watsin bertugas menggoda manusia yg tertimpa musibah agar tidak bersabar sehingga yang bersangkutan berteriak histeris, menampar-nampar pipi. Bahkan tingkat frustasi manusia sampai bunuh diri. Hindarkan diri kita dari setan ini dengan cara ikhlas dan Ridho menerima takdir Allah.
وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ ﴿١٥٥﴾ الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّـهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ ﴿١٥٦﴾
“Dan sungguh Kami akan menguji kalian dengan sedikit rasa takut dan rasa lapar, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikan kabar gembira untuk orang-orang yang bersabar. Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan innalillahi wa inna ilaihi rojiun (sesungguhnya kami itu milik Allah dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala)” (QS. Al-Baqarah[2]: 155-156)

Ketiga, Setan A'wan bertugas menggoda para penguasa untuk bertindak dzolim.

Keempat, Setan Haffaf bertugas membujuk dan menggoda orang untuk meneguk minuman keras; Narkoba dan akhirnya melakukan tindakan keji lainnya.

Kelima, Setan Murroh bertugas menggoda agar orang asyik bermain seruling dan alat musik berikut nyannyiannya.sehingga pada akhirnya dia lupa baca Al-Qur'an dan lupa pada sholat 5 waktunya.lupa pada Allah terlalaikan dengan musik membuat dia sia2 hidup didunia ini.

Keenam, Setan Laqus bertugas menggoda orang untuk menyembah api dan menyembah selain kepada Alllah. Setan ini datang kepada para dukun dan ahli syirik. Luruskan tauhid kita pada Allah agar terjaga dari setan ini.

Ketujuh, Setan Masuth bertugas menyebarkan berita dusta lewat mulut manusia sehingga tidak bisa ditemukan berita yang sebenarnya.
Ini salah satu pintu masuk para jin menguasai manusia terutama orang muslim. Mereka yang suka Fitnah(berita hoax saudaranya disebarkan) dan Ghibah(berita riil kejelekan saudaranya disebarkan) maka sering sekali mengalami gangguan pencernaan;sakit bagian lambung,pernafasan,areal mulut dan jantung.
Segera Taubat pada Allah dan meminta maaf pada saudaranya. Baru bisa ditanganin dengan Ruqyah;insya Allah sembuh.

Kedelapan, Setan Dasim bertugas di dalam rumah ketika seseorang masuk kedalamnya tanpa mengucapkan salam, tidak pernah menyebut nama Allah didalamnya.
  Ternyata DASIM;
Setan itu akan menimbulkan perselisihan shg akan terjadi talak, khulu' dan pemukulan. DASIM inilah yang menciptakan ketidakharmonisan dalam rumah tangga kaum muslimin.perceraian dimana2.
Dasim akan dibantu jin tafrik(jin pemisah yg dikirim para penyihir/dukun) akan menjadi kuat memisahkan suami istri.targetnya mereka cerai.berhasillah tugas mereka.jika tidak segera diruqyah maka bisa dipastikan tugas mereka mulus tanpa hambatan.

Kesembilan, Setan Walhan bertugas menggoda dan mengacaukan manusia dalam berwudu, sholat dan dalam ibadah-ibadah yang lain.
Nanti akan lupa rakaat sholat;bimbang dalam ibadah bahkan dia sholat tapi jauh dari khusyu.
Maka tertiblah wudhu sesuai Rasulullah ajarkan,jangan terburu2 agar bagus wudhunya.jika wudhu sudah bagus semoga Allah berikan kekhusyuan dalam sholat.

Moga Allah jaga kita dari para setan2 itu dan jangan pakai nama2 setan itu menjadi nama2 anak2 kita atau nama2 tempat daerah kita!
Aamiin

Majelis Ruqyah Indonesia
Free konsultasi Ruqyah
Hubungi WA
083813594681