Rabu, Desember 03, 2025

Majelis RUQYAH Indonesia

 Apa anda ada gangguan jin?

Sering konflik rumah tangga,?

Anak tidak nurut keras kepala,?

Sering mimpi buruk?

Sulit tidur hati was2?

Gagal nikah jodoh menjauh?

Usaha sepi tidak beruntung omset turun drastis?

Sholat sering lupa rakaat?

Emosi sering meledak2?

Ada bisikan bundir?

Lambung sering masalah?

Sakit tak kunjung sembuh?

Pindah2 sakitnya?


Itu tanda sebagian kena gangguan jin

Apa solusinya?


Segera Ruqyah 

Hubungi praktisi ruqyah syariyah terdekat

Atau ke majelis RUQYAH Indonesia 

Konsul 

083813594681

Tiktok: Wawan Ruqyah 

YouTube: Wawan Ruqyah 


Minggu, Desember 08, 2024

Gurah Mata Ruqyah

 Gurah mata ruqyah adalah teknik pengobatan spiritual yang digunakan untuk mengobati berbagai masalah mata, seperti:


*Manfaat*


1. Mengobati penyakit mata seperti katarak, glaukoma, dan degenerasi makula.

2. Mengurangi kelelahan mata.

3. Meningkatkan penglihatan.

4. Menghilangkan peradangan mata.

5. Mengurangi stres dan kecemasan.

6. Hilangkan efek Ain dan Sihir


*Teknik*


1. Membersihkan mata dengan air zamzam dan Herbal Gurah Mata

2. Membaca doa dan ayat Ruqyah

3. Menggunakan teknik totok sekitar mata.

4. Menggunakan minyak zaitun atau minyak lainnya untuk memijat mata.

5. Melakukan teknik relaksasi dan muhasabah.


*Syarat*


1. Dilakukan oleh praktisi ruqyah yang berpengalaman.

2. Menggunakan teknik yang steril dan aman.

3. Pasien harus memiliki keyakinan dan kesabaran.

4. Mengikuti instruksi praktisi dengan baik.


*Tempat Pengobatan*

 Klinik Cahaya Ruqyah Al-Hijamah dan

Majelis Ruqyah Indonesia 


*Himbauan*

Sholat 2 rakaat taubat dirumah

Konsultasi 083813594681


Cahaya Ruqyah Al-Hijamah

 Cahaya Ruqyah Al-Hijamah adalah pusat pengobatan yang menyediakan layanan ruqyah dan hijamah (bekam) berdasarkan prinsip-prinsip Islam. Berikut beberapa informasi tentang Cahaya Ruqyah Al-Hijamah:


*Layanan*


1. Ruqyah untuk penyakit spiritual dan fisik.

2. Hijamah (bekam) untuk membersihkan darah kotor.

3. Konsultasi spiritual dan kesehatan.

4. Terapi bekam untuk mengobati berbagai penyakit.

5. Pelatihan dan pendidikan ruqyah.


*Keunggulan*


1. Praktisi berpengalaman dan terlatih.

2. Lingkungan steril dan nyaman.

3. Pengobatan sesuai dengan Al-Qur'an dan Hadits.

4. Biaya terjangkau.

5. Konsultasi gratis.(083813594681)


*Manfaat Ruqyah Al-Hijamah*


1. Mengobati penyakit kronis.

2. Meningkatkan keseimbangan tubuh.

3. Mengurangi stres dan kecemasan.

4. Membersihkan darah kotor.

5. Meningkatkan kekebalan tubuh.


*Lokasi dan Kontak*


Untuk informasi lokasi dan kontak, silakan cari "Cahaya Ruqyah Al-Hijamah" di mesin pencari atau media sosial.


*Tips Sebelum Pengobatan*


Sholat Taubat 2 rakaat dirumah

Senin, Agustus 12, 2024

Kapan Islam Masuk Nusantara yang Sebenarnya?

 Jasmerah (Jangan lupakan Sejarah)

Kapan Islam masuk ke Nusantara Sebenarnya?


Dalam sejarah terdahulu kita diajarkan Islam masuk ke Nusantara abad ke13 dibawa pedagang Gujarat,apa benar?

ternyata salah!!

bukti otentik Islam masuk ke Indonesia saat Nabi Muhammad masih ada,dan dibawa oleh sahabat2 Rasulullah.diabad ke6 dan ke7.


Tahun 2017 sudah diresmikan Presiden bahwa titik nol Islam di Indonesia letaknya di Barus Sumatra.


Hubungan antara Haramain (Makkah dan Madinah) dengan Nusantara (Indonesia) ternyata telah terbina sejak dulu yaitu pada masa kenabian. Hijrah Nabi Muhammad shalllallahu 'alaihi wa sallam (SAW) dari Mekkah ke Madinah merupakan peristiwa bersejarah bagi umat Islam. 


Sebelum hijrah ke Madinah (Yastrib), Rasulullah dan para sahabat melakukan hijrah pertama kali ke negeri Habsyah (Ethiopia). Ketika berada di Habsyah ternyata rombongan Nabi (para sahabat) sempat melakukan perjalanan ke Indonesia melalui kota pelabuhan Barus yang terletak di pesisir barat Sumatera. 


Kedatangan sahabat Nabi ke Barus inilah menjadi awal mula masuknya Islam ke Nusantara. Dai pendiri Quantum Akhyar Institute, Ustaz Adi Hidayat menerangkan dalam satu ceramahnya, bahwa Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pada tahun 610 Masehi di usia 40 tahun. Pada fase awal 5 tahun pertama Nabi SAW berdakwah secara sembunyi dengan bimbingan Allah pada tahun 615 Masehi. 


Tahun 615 Masehi turunlah wahyu dan perintah Allah kepada Nabi SAW untuk berdakwah secara terang-terangan. "Yaa Ayyuhal-muddatssir, wahai orang yang berselimut! Bangunlah, lalu berilah peringatan! dan agungkanlah Tuhanmu, (Surah Al-Muddatstsir 1-3). Karena adanya perlawanan keras dari kafir Quraisy dan penyiksaan terhadap sahabat Nabi, maka Rasulullah meminta sahabat yang dipimpin Ja'far bin Abi Thalib RA untuk hijrah ke Habsyah. 


Pada tahun 615 Masehi (Abad 6) ini menjadi tahun hijrah pertama dalam sejarah Islam. Dalam perjalanan hijrah itu, rombongan Nabi diterima oleh Raja Habsyah bernama Najasyi, raja yang dikenal baik dan akhirnya memeluk Islam. Dari perjalanan hijrah ke Habsyah inilah Nabi SAW dan sahabat mulai mengembangkan dakwah Islamiyah. Ketika diperlakukan baik di Habsyah, sebagian sahabat melanjutkan ekspedisinya. 


Rombongan sahabat bertolak dari Ethiopia menuju negeri China. Ketika melakukan perjalanan menuju China, para sahabat singgah di Kota Barus (kota pelabuhan di pantai Barat Sumatera Utara). Mereka menebarkan risalah Islam hingga menyebar ke Aceh, pulau Jawa hingga ujung Papua. Bahkan dakwah para sahabat ini sampai ke Malaysia, Brunai Darussalam Filipina dan Thailand Selatan. 


Inilah sejarah masuknya Islam ke nusantara disebarkan langsung oleh para sahabat Nabi. Jika ditanya kapan fase penyebaran Islam di Nusantara, maka jawabannya yakni abad ke 7 Masehi ketika rombongan sahabat Nabi datang ke Barus.


 Kenapa sejarah ini tidak terungkap? Karena ada orientalis yang kerjanya sengaja membuat rekayasa sejarah untuk mengaburkan sejarah penyebaran Islam di Indonesia. Untuk diketahui, Barus berjarak 414 Km dari Kota Medan arah Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.


 Di Barus terdapat banyak makam aulia dan ada yang berukuran hingga tujuh meter. Menurut ulama ahli sejarah, sahabat Nabi yang menebarkan dakwah ke Indonesia melalui Barus yaitu 'Abdurrahman bin Mu'adz bin Jabal dan puteranya Mahmud dan Ismail. Mereka berdakwah dan wafat dimakamkan di Barus sekitar tahun 625 Masehi(Abad ke6). Atau bertepatan 10 tahun setelah hijrah pertama rombongan Nabi ke Habsyah pada tahun 615 Masehi. 


(Sumber: Habib Bahruddin Azmatkjan Qisshatud Dakwah fii Arahbiliyah (Nusantara), 1929). 


Selain itu ada yang menyebut, sahabat nabi yang berdakwah ke Indonesia melalui Barus adalah Sa'ad bin Abi Waqos yang akhirnya wafat dan dimakamkan di Guang Zsu (Cina).

Jumat, November 25, 2022

Awal Masuk Pintu Jin Adalah Merasa Paling Menderita Kurang Bersyukur

 SI PALING MENDERITA DI DUNIA


Manusia seringkali merasa dirinya adalah si paling menderita di dunia. Badai kehidupan yang datang bertubi-tubi membuatnya merasa tak sanggup untuk hidup lagi.


Si paling menderita di dunia ini secara psikologi diistilahkan sebagai penderita victim syndrome atau victim mentality.


Victim syndrome atau victim mentality adalah kondisi di mana seseorang merasa dirinya adalah korban dari segala situasi dan kondisi yang terjadi di sekitarnya. 


Secara konsisten ia akan menyalahkan orang lain atau situasi yang sedang terjadi dan merasa tidak memiliki kontrol atas masalah yang dihadapi.


Ia akan berusaha menarik perhatian orang lain dengan menunjukkan bahwa hanya dirinyalah yang paling menderita hingga tak sanggup lagi untuk menghadapinya. 


Ia tidak peduli jika terus-menerus mengatakan hal-hal negatif pada diri sendiri hingga berdampak buruk pada kesehatan mental. Yang penting baginya hanyalah mendapatkan simpati dari orang lain.


Bila si paling menderita di dunia ini dibiarkan, maka ia akan terus terjebak dengan masalah yang diciptakannya sendiri, yang pada gilirannya akan menghancurkan diri dan membuat depresi.


Islam telah memberikan panduan nyata bagaimana menjalani kehidupan di bumi ini melalui Alqur’an. Banyak kisah dalam Alqur’an yang memberikan gambaran “penderitaan” yang harus dilalui para Anbiya dan mereka bisa melaluinya atas izin Allah.


Begitupun kisah para sahabat dan orang-orang sholeh. Salah satunya adalah yang dialami Urwah Bin Zubair.


Suatu kali ia diutus untuk menemui Walid bin Abdul Malik. Dalam perjalanan itu, putra kesayangan yang menyertainya terjatuh dan terinjak kuda hingga wafat. 


Tidak berlarut dalam kesedihan, ia segera melanjutkan perjalanan untuk menyelesaikan tugasnya. Baginya, Allah mengambil sesuatu darinya, pasti akan menggantinya dengan yang lebih baik.


Ternyata ujiannya belum usai. Sekembali dari perjalanan itu, dikisahkan kakinya terluka hingga infeksi dan harus diamputasi supaya tidak membusuk.


Untuk mengurangi rasa sakit saat diamputasi, beberapa orang menyarankannya untuk minum khamr, yang dijawabnya, “Demi Allah, aku tidak akan memanfaatkan sesuatu yang diharamkan oleh Allah hanya karena ingin sembuh.”


Usai pemotongan kaki yang luar biasa sakit karena dilakukan dalam keadaan sadar, ia mengucap syukur seraya berkata, “Demi Allah, selama 40 tahun aku belum pernah melangkahkan kaki ke tempat haram dan aku bersyukur bisa mengembalikan kakiku kepada Rabbku dalam keadaan suci.”


Allahu akbar!


Ujian yang dialaminya itu datang bertubi-tubi dalam satu rangkaian waktu. Namun demikian tak membuatnya merasa menjadi si paling menderita di dunia. 


Percayalah, tak ada manusia yang benar-benar menderita di dunia ini, karena yang menuliskan takdir adalah Yang Maha Benar, Maha Memberi, dan Maha Menyayangi. 


Senin, Oktober 31, 2022

BOLEH PASANG TARIF KAFALAH RUQYAH ???

 Dalil Boleh ambil upah(kafalah) dari Ruqyah:

Dalam Hadist Rasulullah:

Sahabat Abu Said Al Khudri radhiallahu ‘anhu mengisahkan bahwa ia bersama sebagian sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melintasi satu kabilah Arab Badui, dan ternyata mereka enggan untuk memberikan jamuan. Di saat para sahabat Nabi sedang beristirahat, tiba-tiba kepala suku penduduk kampung tersebut disengat oleh binatang berbisa. Tak ayal lagi, penduduk kampung tersebut berupaya sekuat tenaga untuk mengobati kepala suku mereka. Akan tetapi, upaya yang mereka lakukan semuanya sia-sia, tidak mendatangkan hasil. Akhirnya mereka menjumpai para sahabat yang sedang beristirahat dan berkata, “Adakah bersama kalian obat atau seorang yang ahli menjampi-jampi?” Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh para sahabat untuk membalas perilaku penduduk kampung yang tidak simpatik terhadap mereka. Para sahabat berkata, “Sesungguhnya kalian tidak sudi menjamu kami, maka sekarang kami pun tidak sudi untuk menjampi-jampinya kecuali jika kalian memberi kami upah.” Tanpa menunda panjang, mereka pun setuju dan menjanjikan upah beberapa ekor kambing.

Akhir kisah, setelah disepakati upah yang dijanjikan, sebagian sahabat, yaitu Abu Sa’id Al Khudri meruqyah dengan bacaan Al Fatihah sebanyak tujuh kali. Tanpa butuh waktu yang lama, kepala suku itu segera sembuh seakan terbebas dari belenggu yang melilit tubuhnya.

Setelah upah berupa beberapa ekor kambing diterima, segera sebagian sahabat mengusulkan agar upah itu dibagi merata di antara mereka. Akan tetapi Abu Sa’id tidak menerima usulan ini, dan berkata, “Janganlah kalian terburu-buru untuk membaginya, hingga kita menanyakan perihal upah ini kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Setiba mereka di hadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, segera mereka menceritakan perihal upah tersebut. Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menanggapi kisah mereka dan upah yang mereka dapat dengan bersabda, “Dari mana engkau mengetahui bahwa surat Al Fatihah dapat dijadikan untuk menjampi-jampi? Kemudian beliau melanjutkan sabdanya dengan berkata: kalian telah berbuat benar, bagilah upah itu, dan sertakan aku dalam pembagian upah yang kalian dapatkan.” (Muttafaqun ‘alaih) 

Pada riwayat lain, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Sesungguhnya hal yang paling layak untuk engkau pungut upah atasnya ialah kitabullah”.

Imam An Nawawi berkata: “Pada hadits ini terdapat penegasan bolehnya mengambil upah dari menjampi-jampi dengan bacaan Al Fatihah dan bacaan dzikir lainnya. Upah ini halal, dan tidak makruh. Demikian juga halnya dengan upah mengajarkan Al Qur’an. Inilah pendapat yang dikemukakan oleh Imam As Syafi’i, Malik, Ahmad, Ishaq, Abu Tsaur dan ulama’ terdahulu lainnya. Adapun Imam Abu Hanifah melarang upah dari mengajarkan Al Qur’an dan membolehkan upah menjampi-jampi.” (Syarah Shahih Muslim oleh Imam An Nawawi14/188)

Ibnu Hajar Al Asqalani juga menarik kesimpulan yang sama dengan yang ditegaskan oleh Imam An Nawawi. Beliau berkata, “Pada hadits ini terdapat penegasan bolehnya mengambil upah dari menjampi-jampi dengan bacaan Al Qur’an dan juga bacaan dzikir dan doa lainnya yang telah diajarkan atau tidak diajarkan, asalkan tidak menyelisihi bacaan yang telah diajarkan.” (Fathul Bari oleh Ibnu Hajar Al Asqalani 4/457)



KONSUL RUQYAH;
OWNER MARI (MAJELIS RUQYAH INDONESIA)
083813594681

Minggu, September 04, 2022

Pasrah dengan Keadaan?BBM Naik Sikapin Gimana?

 Harga-Harga Naik, Sabar Saja, Jangan Ngeluh!🌸🍃



Beredar meme yg memuat sebuah hadits agar kita tidak mengeluh atas kenaikan harga, cukup sabar dan tawakal. 


Haditsnya tentu benar yaitu mengajarkan sabar. Tapi Sabar Tidak boleh kritis dan bukan pula boleh kritis. Itu menempatkan hadits bukan pada tempatnya. 


Al Qur'an sendiri merinci sifat orang-orang yang sabar itu: tidak lemah, tidak lemah, dan tidak tinggal diam. (QS. Ali Imran: 146) 


📌 Di sisi lain, seharusnya pembuat meme tersebut tidak bisa berbuat adil dan sportif, jangan hanya menuntut rakyat untuk mengeluh, tapi juga mengingatkan jangan lupa mengingatkan/penguasa dengan hadits:


اللَّهُمَّ لِيَ اً ارْفُقْ . لَيْهَا اشْفُقْ لَيْهِ. ا لم.


_"Ya Allah, siapa saja yang memimpin/mengurus urusan umatku ini, yang kemudian ia sayangi mereka, maka sayangilah ia. Dan siapa saja yang menyusahkan mereka, maka SUSAHKANLAH DIA."_


(HR.Muslim no.1828)


📌 Jangan sampai ke pembuat meme ini seperti yg digambar Rasulullah:


ا ابُ لَا لُ لِلظَّالِمِ ا الِمُ .


_"Jika kau melihat umatku ketakutan dan tidak berkata kepada orang zalim "Wahai Zalim" maka Allah akan meninggalkan mereka."_


(HR. Ahmad, Al Bazar, Al Hakim, beliau nyatakan: shahih. Disepakati Adz Dzahabi)


Sungguh menasehati kebijakan pemimpin yang keliru adalah salah satu perkara penting dalam Islam, sebagaimana hadits:


الدِّينُ النَّصِيحَةُ لْنَا لِمَنْ الَ لِلَّهِ لِكِتَابِهِ لِرَسُولِهِ لِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ امَّتِهِمْ.


_"Agama itu adalah nasihat." Kami bertanya, "Nasihat untuk siapa?" Beliau menjawab, "Untuk Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, dan para pemimpin kaum muslimin, serta kaum awam mereka."_


(HR.Muslim no.55)


Imam Al Khathabi menjelaskan bahwa NASIHAT itu tonggak dan tiangnya agama. Beliau Rahimahullah mengomentari hadits makna tersebut : 


الْحَدِيث : اد الدِّين امه ال. لِهِ : الْحَجُّ اده .  


_"Makna hadits (agama adalah nasihat) adalah: tiang agama dan penyangganya adalah nasihat. Ini seperti sabdanya: haji adalah 'arafah artinya tiang dan ang paling penting dari haji adalah (wukuf) di Arafah.”_


(Dikutip An Nawawi, Syarh Shahih Muslim, 1/144)  


Maka, siapa pun yang menasihati kesalahan pemimpin dengan cara, argumentatif, maka dia santun terhadap agama. 


Kebalikannya, selalu menjadi pembela kebijakan yang salah dan mencekik dengan berbagai dalil-dalil, tidak peduli atau salah, asal bela saja, adalah perilaku menjilat yang terlarang. 


Nabi Shalallahu'Alaihi wa Sallam mengatakan:


«اسْمَعُوا، لْ اءُ؟ لَ لَيْهِمْ انَهُمْ لَى لْمِهِمْ لَيْسَ لَسْتُ لَيْسَ ارِدٍ لَيَّ الحَوْضََ»


_"Dengar, apakah Anda telah mendengar bahwa sebelumku nanti akan ada para pemimpin. Siapa yang kepada mereka, membenarkan kedustaan ​​mereka dan mendukung kezaliman mereka, maka dia bukan golonganku, aku juga bukan masuk golongannya. Dia juga tidak akan menemuiku di telaga." _


(HR. At Tirmidzi no. 2259, An Nasa'i no. 4208, Shahih)


Demikian. _Wallahul Muwaffiq Ilaa Aqwamith Thariq_.



Ust. H. Farid Nu'man Hasan