Senin, Desember 22, 2008

SELAMAT TAHUN BARU ISLAM, 1430 H dan Tahun Baru Masehi 2009

SELAMAT TAHUN BARU ISLAM 1430 H


Kamis, Desember 18, 2008







Imam Syafi’i pernah ditanya apakah kemampuan akal itu merupakan potensi yang dibawa sejak lahir? Jawabannya, "Tidak, tapi akal itu adalah hasil dari pergaulan dengan banyak orang dan berdiskusi dengan mereka."
Berkata Ibnu Abbas ra, "Mengunyah garam dalam sebuah jama’ah masih lebih baik dari pada memakan puding dalam perpecahan."

Selasa, Desember 16, 2008

SYAIR SORE...




Renungan Sore


Mentari beranjak ke peraduan

Siang berganti malam menjelang....
Kulihat burung terbang melayang


Pohon-pohon tenang dan diam
Seakan bertasbih atas Kekuasaan

Dan Keagungan ALLAH AR-Rahman


Ya ALLAH ku pun dzikir pada Mu...

Agar Kau dekatkan hatiku...pada Mu...

Ya ALLAH limpahkanlah kurnia Mu...

Agar kurasakan cinta Mu....



ALLAH soreku ini atas fitrah Islam

Atas agama Nabi Mu, Muhammad...

Dan atas millah Nabi Ibrahim yang hanif...

Ya ALLAH selamatkanlah akhirku....


ALLAH soreku ini kuhitung amalku...

Yang telah kulakukan hari ini....

Terimalah kebajikanku, ampunkan dosaku...

Ya ALLAH kabulkanlah do'aku....


Amiiin

Dokumentasi Qur'ban Muara Gembong, Lazis 9 Des'08




"Ya Allah, terimalah Qur'ban kami.....jadikan ini sebagai penghibur dari kesusahan mereka...amiin"

Aksi Qur'ban Peduli Daerah Minus Muara Gembong 2008


Assalamu'alaikum....

Segala Puji hanya layak disandangkan kepada Yang Maha Pekasa dan Maha Penyayang, ALLAH SWT yang mengasihi para hamba-Nya. Sholawat kepada Muhammad SAW.

Catatan sore kali ini, berlatar perjuangan para pengurus masjid dan
Lazis Al-Furqaan UT dalam pelayanannya kepada umat yang terpinggirkan daerah minus timur United Tractors, daerah yang masih dalam satu wilayah, pesisir timur, pinggir kab. Bekasi, Muara Gembong , kampung Begedor.

Hari Selasa 9 Des'08 / 11Dzulhijjah 1429 H, setelah membantu pemotongan dimasjid Al-Furqaan tercinta. Ba'da dzuhur kami (Bp.Rukanda, Bp.Endang, Bp.Beta, Bp.Mirza dan saya sendiri/wawan s) berangkat menyusuri jalan yang tak mudah, bergelombang. Membawa 2 ekor sapi dan baju layak pakai sumbangan para donatur.

Inilah keasyikan tersendiri walau kami tempuh cukup lama (sampai dilokasi 16.30 an) tapi seperti Driver Peduli kali ini berujar "jakarta walau deket, ditempuh jadi Bete karena macetnya, tapi disini jauh tapi lancar, dihibur pemandangan hijau rerumputan dan padi terhampar luas seperti tanpa batas jadi tetep seneng ajah !!!" Subhanallah....inilah kata penuh semangat dari Pa'Endang. saya salut dengan beliau, pergi pulang tanpa lelah setia memimpin kendaraan kita.moga jadi Amal sholeh...amin.

Perhatian yang miris juga dari kondisi ekonomi masyarakatnya (Insya Allah nanti kita ada Follow Up Programnya) dari mandi, mencuci, minum bahkan pupi dilakukan disungai...Subhanallah mereka bisa bertahan dalam kondisi ini...bagaimana jika ini kita??? mari kita bersyukur atas ni'mat Allah yang telah kita nikmati sekarang !!!



Rumah2 penduduk terbuat dari anyaman bambu yang kumal, baju penduduk yang lusuh, tapi tidak mematahkan semangat mereka berjuang hidup. Rata2 mereka bekerja sebagai petani, peternak dan nelayan.
2 Mobil Rombongan...mereka sambut dengan gembiranya..., salah satu mobil kami yang mengangkut 2 ekor sapi (tim lapangan kita kerjasama dengan LAZ Pondok Zakat dan Masyarakat Setempat) melewati..gerombol anak kecil begitu riuh bahagia melihat.....Sapi...Sapi...Sapi...mereka bersorak sambil pesona riang tergambar diwajahnya.

Sungguh...tak terlukis bahagia dihati kami waktu itu....ya, walau kami membagi belum sebanyak ladang...moga bermanfaat kepada mereka, dan para Jama'ah Masjid Al-Furqaan mendapatkan keberkahan dari-Nya (khususnya para donatur Prodinsho/Lazis)..amin.Kututup malam itu, dipembaringan penuh lapang.....jam menunjukkan Tepat Jam22.30 sampai dirumah tinggalku.......dibilangan Jati Asih. Ampunkan dosaku Ya Allah dan Dosa2 Saudaraku...amiin.

Wassalamu'alaikum....

Lazis (Prodinsho) Masjid Al-Furqaan PT.United Tractors Tbk

Sang Dhoif. Best Sohib.

Wawan Setiawan

Jumat, November 07, 2008

PRO CARE " KESEHATAN DHUAFA "



Hari kamis malam tgl 6 November 2008, tepat jam 20.51, Dir Lazis Al-Furqaan Bp. Wawan Setiawan menyerahkan bantuan kesehtan perobatan Fauzan-2th kepada Bp. Suryadi dan istri, kontrakan dibilngan Jati Asih Bekasi, sudah beberapa kali berobat ke RS. Cipto JakPus, Alhamdulillah kondisi fauzan yang divonis dokter tumor leher, berangsur-angsur baik.

Marilah wahai saudaraku...kita bangun komunitas peduli, bergabunglah dalam "care community" LAZIS AL-FURQAAN.

INFO LEBIH LANJUT HUB :

SEKRETARIAT LAZIS AL-FURQAAN

Masjid Al-Furqaan United Tractors

Jl. Ry. Bekasi Km.22, Jakarta Telp. (021) 4605959, 4605979 Ext. 4110

Mobile. 021.68313425 / 0812.10.555.948

Selasa, November 04, 2008

JAUHILAH DENGKI...BERBAHAYA !!

DENGKI

Ada seorang lelaki yang setiap hari mengunjungi raja. Setelah bertemu raja, ia selalu berkata, "Orang yang berbuat baik akan mendapat balasan, dan orang yang berbuat buruk, cukup keburukan itu sebagai balasannya."

Ada seseorang yang dengki melihat keakraban lelaki itu dengan raja. "Lelaki itu memiliki kedudukan yang dekat dengan raja, setiap hari ia bertemu raja," pikir si pendengki dengan perasaan kurang senang. Si pendengki kemudian menemui raja dan berkata, "Lelaki yang setiap hari menemuimu, jika keluar dari sini selalu berbicara buruk tentang kamu. Ia juga berkata bahwa bau mulutmu busuk." Raja terdiam.

Sekeluarnya dari kerajaan, pendengki duduk di tepi jalan yang biasa dilalui oleh lelaki yang akrab dengan raja. Ketika si lelaki itu lewat dalam perjalanannya menemui raja. Ia menghadangnya, "Kemarilah, singgahlah ke rumahku."

Setelah temannya singgah ke rumahnya, si pendengki menawarkan bawang merah dan putih, dan memaksanya agar ia memakannya. Karena dipaksa, ia akhirnya mau juga memakannya untuk melegakan hati orang itu. Bau bawang merah dan putih itu tentu tidak mudah hilang.

Selesai berkunjung ke tempat si pendengki, lelaki itu sebagaimana biasa mengunjungi raja. Sewaktu berjabatan tangan dengan raja, ia menutup mulutnya agar raja tidak mencium bau mulutnya.
"Rupanya benar perkataan orang itu, ia benar-benar menganggap mulutku bau," pikir raja. Sang raja kemudian memikirkan suatu rencana jahat.
Lelaki itu kemudian duduk dan berkata sebagaimana biasa, "Orang yang berbuat baik akan mendapat balasan, dan orang yang berbuat buruk, cukup keburukan itu sebagai balasannya."

Setelah merasa waktu berkunjungnya sudah cukup, ia kemudian pamit kepada raja. Raja berkata, "Bawalah surat ini dan serahkanlah kepada fulan." Surat itu berisi, "Jika sampai kepadamu pembawa surat ini, maka sembelih dan kulitilah dia, kemudian isilah tubuhnya dengan jerami."

Lelaki tadi keluar membawa surat raja. Di tengah jalan ia dihadang oleh si pendengki.
"Apa yang kamu bawa?" tanyanya.
"Surat raja untuk fulan. Surat ini beliau tulis dengan tangannya sendiri. Biasanya beliau tidak pernah menulis surat sendiri, kecuali dalam urusan pembagian hadiah.".

"Berikanlah surat itu kepadaku, aku ini sedang butuh uang," pintanya. Ia kemudian menceritakan kesulitan hidupnya. Karena kasihan, surat itu kemudian ia serahkan kepada si pendengki.
Si Pendengki menerimanya dengan senang hati. Setelah sampai di tempat tujuan, ia menyerahkan surat itu kepada teman raja.
"Masuklah ke sini, raja menyuruhku membunuhmu," kata teman raja.
"Yang dimaksud bukan aku, coba tunggulah sebentar biar kujelaskan," katanya ketakutan.
"Perintah raja tak bisa ditunda," kata teman raja.

Ia lalu membunuh, menguliti dan mengisi tubuh si pendengki dengan jerami.

Keesokan harinya, lelaki itu datang sebagaimana biasa dan berkata, "Orang yang berbuat baik akan mendapat balasan, dan orang yang berbuat buruk, cukup keburukan itu sebagai balasannya." Raja heran melihatnya masih hidup. Setelah diselidiki, terbongkarlah keburukan si pendengki.

"Tidak ada sesuatu yang terjadi antara aku dengannya, hanya saja kemarin ia mengundangku kerumahnya dan memaksaku makan bawang merah dan putih. Waktu aku menemuimu kututup mulutku agar kamu tidak mencium bau tidak sedap dari mulutku. Sekeluarnya dari sini, ia menemuiku dan menanyakan titipanmu," lelaki itu kemudian menceritakan semua yang terjadi.

Mendengar jalannya cerita, tahulah raja bahwa orang itu ternyata dengki kepada sahabatnya. "Benar ucapanmu, orang yang berbuat baik akan mendapat balasan, dan orang yang berbuat buruk, cukup keburukan itu sebagai balasannya."

Kedengkian di hati orang itu telah membunuh dirinya sendiri. Dengki itu merusak amal Dengki memakan kebaikan seperti api memusnahkan kayu bakar. (HR Ibnu Majah) Kedengkian seseorang hanya akan berakibat buruk bagi orang itu sendiri.

Habib Muhammad bin Hadi bin Hasan bin Abdurrahman Asseqaf, Tuhfatul

Asyraf, Kisah dan Hikmah

Jumat, Oktober 31, 2008

PRO CARE "Kepedulian Kepada Saudara Muslim Irian Jaya"

Sepekan dari perjalanan, terombang ambing dilaut memakai kapal, tak menyurutkan langkah menggalang dana ke Jakarta. Dua orang musafir muslim ini adalah Bpk. Abu Bakar (30 th) dan Bpk. Harun Fatagar (41 th). Sebuah daerah terpencil di Irian Jaya, Desa Remu, Kec. Inanuwatan Kab. Sorong. Sebuah niat tulus ingin membangun masjid impian, didaerah terpencil pesisir Papua. Atas Nama Jama'ah Masjid Al-Furqaan United Tractors, Bpk. Wawan Setiawan Menyerahkan bantuan senilai Rp. 4. 747.000,- ( Empat Juta Tujuh ratus Empat puluh ribu rupiah ) Alhamdulillah...Semoga Membawa Keberkahan untuk kita..amin



Kamis, Oktober 23, 2008

PRO CARE LAZIS AL-FURQAAN

Malam dijalan tak menyurutkan langkahku, untuk berkunjung keseorang da'i yang pas2an hidupnya, pekerjaan nya hanya seorang ojek. tapi semangatnya tak menyurutkan ia berdakwah dilingkungannya. bertempat kampung bulak Jati Asih, Bekasi.
Tapi malang nian nasibnya mendapatkan cobaan dari Allah, Dokter memvonis anaknya yang paling bungsu, Fauzan 2th, tekena Tumor dilehernya...Innalillah...,
Duka menggelayuti wajah bapak ini, butuh perawatan medis tahap awal 6 Juta...kemana ia akan cari....
Mari selaku saudara seIman Lazis Al-Furqaan akan mewadahi pendaan ini...
Dana ini bisa diTransfer atas nama Wawan Setiawan, Bank Muamalat Cabang BSD, Rek: 303.09124.20
Semoga Allah melipatkan Rezki kita...amin

PROGRAM BEASISWA ANAK DHUAFA


LAZIS AL-FURQAAN bekerjasama dengan LAZIS ASTRA, menyalurkan beasiswa anak2 Dhuafa sekitar PT. United Tractors Tbk, Cakung & Bekasi. Program Beasiswa ini akan terus berlanjut seiring...dukungan para donatur...Terima kasih...Semoga Allah membersihkan jiwa dan hartanya...amin.

Rabu, Oktober 22, 2008

KAUM YANG PASTI DIHANCURKAN ALLAH SWT

HARUN YAHYA

Alqur'an mengisahkan kepada kita bahwa tidak ada perubahan dalam hukum Allah (sunnatullahA):“Allah dengan sekuat-kuat sumpah; sesungguhnya jika datang kepada mereka seorang pemberi peringatan, Dan mereka bersumpah dengan nama niscaya mereka akan lebih mendapat petunjuk dari salah satu umat-umat (yang lain). Tatkala datang kepada mereka pemberi peringatan, maka kedatangannya itu tidak menambah mereka kecuali jauhnya mereka dari (kebenaran), karena kesombongan (mereka) di muka bumi dan karena rencana (mereka) yang jahat. Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri. Tiadalah yang mereka nanti-nantikan melainkan (berlakunya) sunnah (Allah yang telah berlaku) kepada orang-orang yang terdahulu. Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penggantian bagi sunnah Allah, dan sekali-kali tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunnah Allah itu” (QS. Al-Faathir, 35:42-43).

Begitulah, “…sekali-kali kamu tidak akan mendapat penggantian bagi sunnah Allah…”. Siapapun yang menentang hukum Allah dan berusaha melawan-Nya akan terkena sunatullah yang sama. Pompeii, yang merupakan simbol dari degradasi akhlaq yang dialami kekaisaran Romawi, adalah pusat perzinaan dan homoseks. Nasib Pompeii mirip dengan kaum Nabi Luth.

Kehancuran Pompeii terjadi melalui letusan gunung berapi Vesuvius.Gunung Vesuvius adalah simbol negara Italia, khususnya kota Naples. Gunung yang telah membisu sejak dua ribu tahun yang lalu itu juga dinamai “The Mountain of Warning” (Gunung Peringatan). Tentunya pemberian nama ini bukanlah tanpa sebab. Adzab yang menimpa penduduk Sodom dan Gommorah, yakni kaum Nabi Luth as, sangatlah mirip dengan bencana yang menghancurkan kota Pompeii.Di sebelah kanan gunung Vesuvius terletak kota Naples, sedangkan kota Pompeii berada di sebelah timur gunung tersebut. Lava dan debu dari letusan maha dasyat gunung tersebut yang terjadi dua milenia yang lalu membumihanguskan penduduk kota. Malapetaka itu terjadi dalam waktu yang sangat mendadak sehingga menimpa segala sesuatu yang ada di kota termasuk segala aktifitas sehari-hari yang tengah berlangsung. Aktifitas yang dilakukan penduduk dan segala peninggalan yang ada ketika bencana terjadi kini masih tertinggal persis sama seperti ketika bencana tersebut terjadi dua ribu tahun yang lalu, seolah-olah waktu tidak bergeser dari tempatnya.

Pemusnahan Pompeii dari muka bumi oleh bencana yang demikian dasyat ini tentunya bukan tanpa maksud. Catatan sejarah menunjukkan bahwa kota tersebut ternyata merupakan pusat kemaksiatan dan kemungkaran. Kota tersebut dipenuhi oleh meningkatnya jumlah lokasi perzinahan atau prostitusi. Saking banyaknya hingga jumlah rumah-rumah pelacuran tidak diketahui. Organ-organ kemaluan pria dengan ukurannya yang asli digantung di pintu tempat-tempat pelacuran tersebut. Menurut tradisi ini, yang berakar pada kepercayaan Mithraic, organ-organ seksual dan hubungan seksual sepatutnya tidaklah tabu dan dilakukan di tempat tersembunyi; akan tetapi hendaknya dipertontonkan secara terbuka.Lava gunung Vesuvius menghapuskan keseluruhan kota tersebut dari peta bumi dalam waktu sekejap. Yang paling menarik dari peristiwa ini adalah tak seorang pun mampu meloloskan diri dari keganasan letusan Vesuvius. Hampir bisa dipastikan bahwa para penduduk yang ada di kota tersebut tidak mengetahui terjadinya bencana yang sangat sekejap tersebut, wajah mereka terlihat berseri-seri. Jasad dari satu keluarga yang sedang asyik menyantap makanan terawetkan pada detik tersebut. Banyak sekali pasangan-pasangan yang tubuhnya terawetkan berada pada posisi sedang melakukan persetubuhan. Yang paling mengagetkan adalah terdapat sejumlah pasangan yang berkelamin sama, dengan kata lain mereka melakukan hubungan seks sesama jenis (homoseks). Ada pula pasangan-pasangan pria dan wanita yang masih ABG. Hasil penggalian fosil juga menemukan sejumlah mayat yang terawetkan dengan raut muka yang masih utuh. Secara umum,urat muka mereka menunjukkan ekspresi keterkejutan, seolah bencana yang terjadi datang secara tiba-tiba dalam sekejab.Dalam konteks ni, terdapat aspek dari bencana tersebut yang sangat sulit untuk dimengerti.
Bagaimana bisa terjadi ribuan manusia tertimpa maut tanpa melihat dan mendengar sesuatu apapun?Aspek ini menunjukkan bahwa penghancuran Pompeii mirip dengan peristiwa-peristiwa adzab yang dikisahkan dalam Alqur'an, sebab Alqur'an secara khusus mengisyaratkan “pemusnahan secara tiba-tiba” ketika mengisahkan peristiwa yang demikian ini. Misalnya, “penduduk suatu negeri” sebagaimana disebut dalam surat Yaasiin ayat 13 musnah bersama-sama secara keseluruhan dalam waktu sekejap. Keadaan ini diceritakan sebagaimana berikut:
“Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan saja; maka tiba-tiba mereka semuanya mati.” (QS. Yaasiin, 36:29)
Di surat Al-Qamar ayat 31, pemusnahan dalam waktu yang singkat kembali disebut ketika kehancuran kaum Tsamud dikisahkan:“Sesungguhnya Kami menimpakan atas mereka satu suara yang keras mengguntur, maka jadilah mereka seperti rumput-rumput kering (yang dikumpulkan oleh) yang punya kandang binatang.”Kematian masal penduduk kota Pompeii terjadi dalam waktu yang sangat singkat persis sebagaimana adzab yang dikisahkan dalam kedua ayat di atas.Kendatipun semua peringatan ini, tidak banyak yang berubah di wilayah di mana Pompeii dulunya pernah ada. Distrik-distrik Naples tempat segala kemaksiatan tersebar luas tidaklah jauh berbeda dengan distrik-distrik bejat di Pompeii. Pulau Capri adalah tempat di mana para kaum homoseksual dan nudis (orang-orang yang hidup telanjang tanpa busana) tinggal. Pulau Capri diiklankan sebagai “surga kaum homoseks” di industri wisata. Tidak hanya di pulau Capri dan di Italia, bahkan hampir di seantero dunia, kerusakan moral tengah terjadi dan sayangnya mereka tetap saja tidak mau mengambil pelajaran dari pengalaman pahit yang dialami kaum-kaum terdahulu.
captions:(please refer to the Perished Nations book, 2nd edition, TaHa publisher)picture on page 57: Kemewahan dan kemakmuran kota Pompeii sebelum terjadinya bencana.picture on page 58: Mayat-mayat yang terawetkan hasil penggalian yang dilakukan di kota Pompeii.
picture on page 60 & 61: Pemandangan lain dari mayat-mayat manusia yang terawetkan di antara reruntuhan kota Pompeii.picture on page 62: Contoh yang mengisyaratkan betapa cepatnya peristiwa adzab yang terjadi.

Jumat, Oktober 17, 2008

Teh Che-Che Kirani dan KH.Yusuf Mansyur


Pengisi Acara Halal Bi Halal Astra Group di Masjid Astra Sunter


Kunjungan Kerja dan Undangan Halal Bi Halal Group Astra

Hari yang sepi..jam 17.45 hari kamis 16 Ok'08 di masjid Al-Furqaan UT, ku stop langkahku...memenuhi undangan,Ya Allah sebentar lagi adzan, ya...ku fikir sebaiknya langkah ku tahan khawatir tak ada yang adzan dimasjid yang megah ini, dua rekanku sudah jalan terlebih dahulu..., selesai sholat berjama'ah magrib, barulah meluncur kemasjid Astra Sunter menghadiri acara halal bi halal Astra Group tepat jam.19.35 tepat taujih Ust.Yusuf Mansur dimulai...Alhamdulillah...
disambut sahabat lama Bpk.Ganjar (pengurus harian Lazis Astra)..foto selesai acara..ciisss...smile...kaya bolang...he2..

Kunjungan Kerja ke LAZIS INDOSAT PUSAT

Hari Rabu, 15 Ok'08, Ba'da Survey seorang anak mustahik yang menderita tumor didaerah bekasi, ku meluncur ke Indosat Pusat dibilangan Jl.Merdeka, Monas JakPus, tepat jam 13.30 sampai dilokasi dan disambut pengurus harian Lazis INDOSAT Bpk. Arya, senyum sahabat lama tersimpul dari wajahnya dari kejauhan. di sekretariat Lazis Lt.24 kami sharing berbagai hal mengenai pengelolaan lembaga, diskusi memang agak alot, selesai jam 16.46 WIB. tepat jam 17.00 saya meluncur pulang dan sampai dirumah di Jati Asih Bekasi jam 19.20 Alhamdulillah dalam keadaan lelah mengelayuti badan seharian berkuda roda dua, ku berbaring memejamkan mata...sambil berdo'a "Ya Allah...terimalah amal sholeh saya hari ini...dan ampuni hamba atas dosa2 hari ini...amin".

KISAH SEJATI SEORANG LAKI2 MULIA

KISAH YUSUF DAN ZULAIHA

Sungguh berat malam yang panas itu dirasakan oleh Ra'il, wanita cantik yang biasa dipanggil dengan nama Zulaiha. Ia senantiasa mempercantik paras, menghias diri, dan memakai wangi-wangian. Kemudian berdiri, pagi dan petang, di beranda istananya di atas Sungai Nil, dalam kegelisahan yang tak jelas penyebabnya.

Angin sepoi bertiup tenang dan halus, seakan enggan mengusik ranting-ranting pohon bunga yang mengelilingi beranda istana itu, Zulaiha memandangi sungai dan airnya yang tenang, dan sesekali wajahnya menoleh ke atas, melihat bintang-bintang yang bertaburan di langit nan tinggi, mengelilingi bulan yang sebagian sinarnya terhalang oleh awan.

Sesaat kemudian, seorang pelayan menghampiri dengan segelas sari buah dingin untuknya, tetapi sang puteri menolak dan malah memerintahkan pelayan itu untuk kembali. Nafasnya semakin menyesakkan, serasa hampir-hampir mencekik lehernya. Dia sendiri tidak tahu apa yang digelisahkannya. Kecantikan? Bukan! Dia wanita tercantik di seluruh Mesir. Anak? Mungkin itu benar, sebab sampai saat ini ia belum dikaruniai seorang anak pun.
Sebenarnya ia dapat saja mengambil anak angkat yang disukainya, sebab ia orang terkaya di negeri itu. Tapi naluri keibuannya ternyata menentang niatnya. Dia ingin mengandung dan melahirkan puteranya sendiri, sebagaimana wanita-wanita lain. Tapi suratan takdir menghendaki lain, suaminya tidak kuasa mengubah impiannya menjadi kenyataan.
Berkecamuklah semua fikiran itu di kepalanya. Ia terlena dalam lamunannya, sampai suara halus suaminya tiba-tiba mengejutkan hatinya.
"Ra'il, isteriku yang cantik, bergembiralah!" Kata suaminya sambil menunjukkan sesuatu.
Zulaiha menoleh kepada suaminya, dan betapa terkejut ketika ia lihat suaminya datang bersama seorang anak kecil.
"Siapa namamu?" tanya Zulaiha. Dengan suara yang hampir-hampir tidak terdengar, anak itu menjawab, "Yusuf".
Al-Aziz, suami Zulaiha, kemudian mengikutinya dari belakang serta berkata, "Telah kubeli ia dari kafilah yang kutemui disebuah telaga di padang pasir. Berikanlah kepadanya tempat dan layanan yang baik, boleh jadi ia bermanfaat bagi kita, atau kita pungut ia sebagai anak".
Isteri al-Aziz tidak mengetahui takdir apa yang bakal terjadi antara dia dan anak itu di hari-hari yang akan datang. Yang jelas ia merasa senang atas kedatangan anak itu, dan hilanglah kesedihan yang selama ini menghimpit dadanya. Hari-hari berlalu. Yusuf semakin besar dan Menjadi dewasa. Wajahnya tampak semakin tampan. Isteri Aziz tidak mengerti kebahagiaan apa yang meresap di hatinya setiap kali ia memandang Yusuf, dan kesedihan yang menghantuinya ketika Yusuf
hilang dari pandangannya.

Setiap kali malam tiba, dan Yusuf pergi ke kamar tidurnya, Zulaiha merasa ada sesuatu yang mengusik lubuk jiwanya, sehingga kadang kala ia bangun meninggalkan suaminya yang sedang tidur, kemudian pergi ke pintu kamar Yusuf. Zulaiha berdiri di pintu kamar Yusuf beberapa saat. Dalam hatinya timbul keraguan: apakah sebaiknya ia masuk menemui Yusuf seperti yang diinginkannya, ataukah ia kembali ke tempatnya sendiri di samping suaminya.
Fikiran seperti itu selalu mengganggu hatinya semalaman, sampai cahaya matahari pagi terlihat masuk melalui jendela-jendela kamarnya. Jika sudah demikian, ia kembali ke kamar suaminya.
Setiap kali pandangannya bertemu dengan pandangan Yusuf, ia merasakan keinginan yang kuat untuk selalu berada dekat pemuda itu, dan tak ingin rasanya berpisah untuk selama-lamanya. Namun, hati kecilnya berkata bahwa Yusuf tidak memendam perasaan yang sama seperti perasaannya. Pertanyaan yang selalu mengusik kalbunya adalah: Apakah Yusuf mencintainya sebagaimana ia mencintai Yusuf? Apakah Yusuf memendam perasaan seperti yang dipendamnya? Meskipun hati kecilnya berkata bahwa Yusuf tidak menampakkan sikap seperti itu, ia tidak mahu mendengar jawaban itu.

Pada suatu petang, isteri Aziz merasa tidak kuasa lagi hanya berdiri di ambang cinta yang disimpannya kepada Yusuf. Ia kemudian berdiri dimuka cermin, mengagumi kecantikan parasnya, seraya berkata kepada dirinya sendiri, "Adakah, diseluruh Mesir ini, wanita yang kecantikannya melebihi kecantikanku, sehingga Yusuf menghindar dariku? Tidak boleh tidak, wahai, Yusuf, hari ini aku akan menjumpaimu dengan segala macam bujukan dan rayuan, sampai engkau tunduk kepadaku".
Kemudian ia membuka lemari, dan matanya mengamati setumpuk pakaian di dalamnya. Dipilihnya salah satu gaunnya yang paling indah, berwarna merah dengan model yang membangkitkan gairah laki-laki. Manakala gaun itu dikenakan, maka sebahagian auratnya yang seharusnya tersembunyi akan tampak.
Itulah yang justru dikehendakinya. Kemudian ia memakai wangi wangian disekujur tubuhnya, yang menyebabkan seorang lelaki akan bergairah kerana baunya.
Setelah itu, ia atur rambutnya seindah-indahnya dimalam yang sunyi itu. Setelah menyelesaikan dan menyempurnakan dandanannya, Zulaiha mengamati sekelilingnya, hingga ia benar-benar yakin bahawa tidak ada seorang pun pelayannya yang masih menunggunya di situ; semuanya sudah lelap di kamarnya masing-masing di kegelapan malam itu. Ia pun tahu bahawa suaminya sedang memenuhi panggilan seorang hakim Mesir dan sibuk dengan urusan-urusannya, sehingga tidak mungkin ia akan kembali sebelum fajar pagi tiba.
Setelah segalanya beres, pergilah ia menuju kamar Yusuf. Didapatinya pintu kamar itu tertutup dan lampunya sudah dimatikan. Dengan perlahan ia mengetuk; satu kali, dua kali ... dan tiga kali. Tak lama kemudian, Yusuf pun bangun menyalakan lampu dan membukakan pintu. Alangkah terkejutnya Yusuf ketika ia melihat isteri al-Aziz sudah berada di hadapannya. Tapi ia tidak berkata apa-apa kecuali hanya diam menunduk.
Tiba-tiba Zulaiha masuk ke dalam, mendekatinya dengan ramah, dan memegang tangannya sambil menutup pintu kamar. Zulaiha merasakan kegelisahan, ketakutan, dan tak kuasa menatap pandangan kedua mata Yusuf. Ia lalu berpaling ke arah Yusuf, sedangkan Yusuf selalu berusaha menjauh darinya.
Isteri al-Aziz kemudian berkata, "Apakah maksud semua ini, hai, Yusuf? Janganlah engkau menjauh dariku, sehingga aku binasa karena rindu kepadamu". Yusuf diam tanpa jawaban.
Isteri al-Aziz mendekatinya lagi seraya berkata, "Aduhai, Yusuf, betapa indahnya rambutmu!"
Yusuf menjawab, "Inilah sesuatu yang pertama kali akan berhamburan dari tubuhku setelah aku mati".
"Aduhai, Yusuf, betapa indahnya kedua matamu!" Bujuk isteri al-Aziz lagi.
"Keduanya ini adalah benda yang pertama kali akan lepas dari kepalaku dan akan mengalir di muka bumi!"
Isteri al-Aziz berkata lagi, "Betapa tampannya wajahmu, hai, Yusuf".
"Tanah kelak akan melumatnya," Jawab Yusuf.
Kemudian Zulaiha berkata kepadanya, "Telah terbuka tubuhku kerana ketampanan wajahmu".
"Syaitan menolongmu untuk berbuat hal itu!" Kata Yusuf.
"Yusuf! Bagaimanapun aku harus mendapatkan apa yang selama ini kudambakan, dan kini aku datang karenanya". Kata Zulaiha.
Yusuf menjawab: "Ke manakah aku akan lari dari murka Allah jika aku mendurhakaiNya?"

Isteri al-Aziz sadar bahwa Yusuf benar-benar tidak mau memenuhi apa yang ia inginkan.
Maka, ia pun lebih mendekat lagi, dan meletakkan badan Yusuf di atas dadanya. Ia berharap Yusuf akan tertarik kepadanya dan mau memenuhi keinginannya. Akan tetapi, di luar dugaannya, Yusuf malah menghindar darinya dan segera berlari hendak keluar dari kamar itu.
Isteri al-Aziz tak habis berfikir mengapa Yusuf sedemikian keras mempertahankan kesuciannya di hadapan wanita cantik yang telah siap melayaninya, bahkan lari menjauh darinya. Ia lalu mengejar Yusuf dari belakang untuk memaksanya. Ketika sudah sangat dekat, dipegangnyalah bahagian belakang baju Yusuf dan ditariknya kuat-kuat. Dengan penuh kemarahan, ia melarang Yusuf keluar dari kamar.
Akhirnya, Koyaklah bagian belakang baju Yusuf. Pada saat yang sama, tiba-tiba al-Aziz sudah berada dihadapan mereka berdua, bersama saudara sepupu Zulaiha.
Dengan serta merta isteri al-Aziz berkata: "Apakah hukuman bagi orang yang akan berbuat serong kepada isterimu, selain dipenjarakan atau (dihukum) dengan seksaan yang pedih?" Dengan perkataan itu, Zulaiha bermaksud menyatakan bahawa Yusuf telah berbuat yang melampaui batas atas dirinya.
Al-Aziz sangat marah atas terjadinya peristiwa memalukan itu. Karena tidak menduga hal itu dilakukan oleh Yusuf, seorang anak terlantar yang telah dibelinya, dipeliharanya, dan dikasihinya seperti kasih sayang seorang ayah kepada puteranya sendiri. Tidak mungkin hal itu bisa terjadi?

Yusuf sadar bahwa isteri al-Aziz telah berkata dusta tentang dirinya dan menuduhnya dengan tuduhan palsu. Maka, segeralah Zulaiha berkata kepada al-Aziz: "Dia menggodaku untuk menundukkan diriku (kepadanya)".
Allah ternyata menghendaki bebasnya Yusuf dari tuduhan wanita itu. Seorang bayi yang masih menyusu, anak salah seorang keluarga Zulaiha yang ketika itu datang ke istana, tiba-tiba berkata, "Jika bajunya koyak di bagian muka, maka wanita itulah yang benar dan Yusuf termasuk orang-orang dusta. Dan jika bajunya koyak di bahagian belakang, maka wanita itulah yang dusta dan Yusuf termasuk orang-orang yang benar".
Mendengar itu, segeralah al-Aziz menghampiri Yusuf untuk melihat bajunya. ketika didapatinya baju Yusuf koyak di bagian belakang (kerana tarikan isterinya), mengertilah al-Aziz akan pengkhianatan isterinya dan bersihnya Yusuf dari tuduhan itu. Kemudian ia berkata: "Sungguh, inilah tipu muslihatmu. Sungguh dahsyat tipu muslihatmu!"
Kemudian ia memandang Yusuf seraya berkata: "Hai, Yusuf, berpalinglah dari ini!" Maksud perkataan itu adalah agar Yusuf tidak memberitakan aib yang terjadi atas diri isterinya itu, sehingga tidak terdengar oleh orang ramai. Sedangkan kepada isterinya ia berkata: "Dan (kamu, hai isteriku) mohon ampunlah atas dosamu itu, kerana sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang berbuat salah". "Celakalah kamu, Yusuf!" Kata isteri al-Aziz dengan kemarahan yang memuncak, kerana Yusuf menolak kecantikan dan kebesarannya.
"Tidak! aku tak akan membiarkanmu, Yusuf. Bagaimana pun akan kucari jalan lain yang dapat mempedayakanmu, hingga kamu memenuhi apa yang kukehendaki..."
Hari-hari pun berlalu, dan al-Aziz yang kalah dalam urusan itu berusaha memohon kerelaan isterinya menghadapi kenyataan itu, sementara sang isteri menyanggahnya dengan dalih bahwa suaminya telah menjatuhkan martabat dan kemuliaannya.
Zulaiha tahu benar bahawa setiap kali ia menampakkan Kebenciannya kepada suaminya,sang suami benar-benar Berusaha mendekati dan membujuknya karena ia sangat mencintainya dan merasa lemah di hadapan kecantikan wajahnya dan ketinggian peribadinya, yang sebenarnya bersifat mulia.

Yusuf sendiri akhirnya berdiam sepanjang hari di dalam kamarnya, karena peristiwa aib itu terjadi di situ. Ia tidak keluar dari kamarnya kecuali ada suatu pekerjaan penting yang ditugaskan oleh tuannya, al-Aziz.
Hari-hari yang berat dan keras selalu menghantui isteri al-Aziz. Ia menanti datang suatu peluang untuk kembali melakukan tipu dayanya atas diri Yusuf, sebab apa yang baru terjadi itu justru menambah rasa cinta dan keinginan untuk berhubungan dengan Yusuf, meskipun secara terang-terang ia telah berdusta atas diri Yusuf untuk menghilangkan keraguan suaminya terhadapnya.

Hari demi hari dirasakan oleh isteri al-Aziz dengan berat dan terasa lambat berjalan. Di kota, beberapa peristiwa yang tak terduga telah terjadi.
Wanita-wanita di Mesir, ketika itu, tidak ada pembicaraan lain kecuali tentang peristiwa aib antara isteri al-Aziz dan Yusuf. Yang sungguh mengherankan, bagaimana peristiwa itu dapat tersebar di seluruh kota, padahal semua pihak di istana al-Aziz berusaha merahasiakannya.
Dugaan sementara dialamatkan kepada pelayan laki-laki istana dan sebahagian pelayan wanita yang masih ada hubungan keluarga dengannya. Besar kemungkinan, merekalah yang membocorkan rahsia itu.

Langit ibu kota Mesir penuh dengan gema kisah sekitar kejadian itu. Dalam setiap kelompok wanita, tidak ada masalah lain yang dibicarakan kecuali tentang isteri al-Aziz dan Yusuf, semuanya dicurahkan tanpa segan lagi. Akhirnya, sampailah berita yang menyakitkan itu ke telinga isteri al-Aziz. Dan tentu saja hal itu menimbulkan kemarahannya yang luar biasa.
Akan tetapi, apa hendak dikata, ia tidak dapat berbuat apa-apa kecuali menerima kenyataan itu dengan hati yang semakin pedih.

"Betapa perjalanan hidupku menjadi sepotong roti dalam mulut wanita-wanita kota yang dipenuhi cemuhan dan ejekan." Keluhnya dalam hati, "padahal, di hari-hari kemarin, tak seorangpun dari mereka berani menyebut namaku kecuali dengan segala penghormatan dan kemuliaan".
Kemudian ketenangan mulai meresap di hati isteri al-Aziz, setelah jiwanya tergoncang kerana kemarahan. Mulailah ia berbicara kepada dirinya sendiri:" Aku wanita, dan mereka pun wanita. Harus mereka terima hinaan sebagaimana hinaan yang mereka tujukan kepadaku. Jika mereka memperolok-olokku dengan lidahnya, maka sesungguhnya olok-olokku nanti lebih keras atas diri mereka..." Maka, keluarlah dia dari kamarnya menuju beranda istananya yang menghadap Sungai Nil. Di tepian sungai itu, ia mulai berfikir, sementara angin lembut menerpa pepohonan bunga yang mengelilingi istana, membuat
harum udara di sekitarnya. Isteri al-Aziz mulai merenung; fikirannya berputar ke sana kemari, mengikuti alunan ombak sungai yang tenang.
Tak lama kemudian, wajahnya tampak sedikit berseri, kemudian mulutnya tersenyum. Telah ditemukan satu cara untuk membereskan masalah itu. Ya, mengapa ia tidak menghentikan cemuhan wanita-wanita itu tentang dirinya dan Yusuf dalam suatu pertemuan terbuka? Mengapa ia tidak memanggil wanita-wanita itu untuk duduk bercakap-cakap seperti biasa ia lakukan sebelum ini, lalu ia perintahkan Yusuf keluar (menampakkan diri di hadapan mereka)? Nanti mereka akan sadar dan mengerti mengapa isteri al-Aziz jatuh hati kepada anak angkatnya.
Kemudian dipanggilnya semua wanita itu ke istana untuk bersukaria. Kepada mereka dipersembahkan berbagai macam buah-buahan, dan masing-masing diberi sebilah pisau sebagai alat pemotongnya. Akan dilihat oleh isteri Al-Aziz apa yang nanti bakal terjadi ketika Yusuf muncul secara tiba-tiba ditengah-tengah mereka.
Heranlah kebanyakan wanita bangsawan terhadap panggilan isteri al-Aziz itu. Mereka menyaksikan suasana yang lain dari biasanya. Ruangan istana, ketika itu, dihiasi dengan penuh kemegahan. Wanita-wanita yang hadir duduk di kursi yang indah. Di hadapan mereka masing-masing terdapat sepinggan buah segar dan sebilah pisau pemotongnya.
Semua pandangan hadirin ditujukan kepada barang-barang yang ada dalam ruangan istana itu. Semuanya diam membisu, tak ada yang berani berbicara dengan jelas tentang apa yang tersimpan di dada dan mulailah isteri Aziz membuka acara. Pembicaraan hanya berkisar tentang buah dan masalah-masalah pesta ria itu, sama sekali jauh dari masalah peristiwa dirinya dengan Yusuf. Ia berkata bahwa segala yang disediakannya kali ini dimaksudkan sebagai kejutan bagi wanita-wanita itu.
Di antara wanita-wanita yang hadir dalam jamuan itu, ada salah seorang yang menyindir. Dengan cara yang cerdik, ia berkisah kepada hadirin tentang seorang pemudi yang jatuh cinta, dan mati dalam kesedihan karena laki-laki yang meminangnya tewas di medan perang melawan musuh-musuh negerinya. Tetapi isteri al-Aziz, dengan lebih cerdik, mengalihkan pembicaraan ke masalah-masalah lain.
Kemudian ia berkata kepada Yusuf, "Keluarlah (tampakkanlah dirimu) kepada mereka."
Maka, keluarlah Yusuf dari tempatnya menuju jamuan wanita-wanita itu. Betapa terkejutnya wanita-wanita itu demi melihat ketampanan Yusuf. Mereka pada tercengang dan keheranan. Dan tanpa disadari, mereka memotong jari-jari mereka sendiri dengan pisau. Mereka mengira sedang memotong buah, padahal tidak dirasakan darah mengalir dari tangan mereka. Lama-kelamaan mereka baru ingat dan menyadari apa yang telah mereka lakukan, kemudian berkata, "Maha Besar Allah. Ini bukanlah manusia. Ia tiada lain adalah malaikat yang mulia".
Ketika itu wajah isteri al-Aziz menahan sedih dan duka. Berubahlah wajah nan cantik itu menjadi marah. Ia berkata seraya menunjuk kepada Yusuf: "Itulah orang yang menyebabkan aku di cela karena (tertarik) kepadanya, dan sesungguhnya aku telah menginginkan dirinya, tetapi ia menolak. Dan (sekarang) jika dia tidak mentaati apa yang kuperintahkan, nescaya ia akan dipenjarakan dan dia akan menjadi orang yang hina".

Yusuf mendengar apa yang dikatakan oleh isteri Aziz dengan sikap yang tenang dan tabah, di hadapan wanita-wanita kota. Ia pun mendengar keinginan setiap wanita yang hadir, sebagaimana keinginan isteri al-Aziz terhadapnya. Sambil berlindung kepada Allah, Yusuf berkata, "Tuhanku! Penjara lebih kusukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Allah hindarkan aku dari tipu daya mereka, tentulah aku tertarik kepada mereka. Dan tentulah aku termasuk orang yang jahil". Allah meneguhkan hamba-hamba-Nya yang mukmin serta berlindung dan berpegang dengan kebenaran yang diperintahkan oleh-Nya Maka, Tuhan memperkenankan doa Yusuf, dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya mereka.

Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar dan Yang Maha Mengetahui". Pulanglah wanita-wanita kota itu dengan tangan mereka berlumuran darah. Mereka semua akhirnya sedar bahawa Zulaiha, isteri al-Aziz, terhalang cintanya kepada Yusuf. Yusuf kemudian meninggalkan ruangan itu dan pergi ke kamarnya. Isteri al-Aziz tampak duduk sambil berfikir. Ia memang menghendaki kehinaan atas wanita-wanita yang menghina dirinya dengan Yusuf, dan hal itu telah selesai ia lakukan. Menanglah ia dengan suatu kemenangan yang dapat menyembuhkan sakit hatinya.
Akan tetapi, setelah ia lebih dalam berfikir, ia sadari bahwa perasaan yang ditanggungnya selama ini adalah suatu sebab yang berat baginya. Ia berbicara dengan dirinya sendiri:"Yusuf telah menghindar dariku dua kali; sekali dikamarnya dan sekali di hadapan wanita-wanita kota. Sesungguhnya wanita-wanita kota itu pun mencintai Yusuf sebagaimana aku, tetapi semuanya tidak memperoleh sesuatu darinya. Ancamanku kepadanya tidak ditakutinya. Celakalah kamu meskipun aku mencintaimu."
Pergilah isteri al-Aziz menemui suaminya. Al-Aziz kemudian bertanya tentang jamuan yang diadakannya. Isterinya menjelaskan bahwa jamuan itu hanya menambah keburukan baginya.
"Bagaimana hal itu bisa terjadi?" Tanya Al-Aziz. "Jika Yusuf tidak disembunyikan dari seisi istana dan kota, dia akan selalu berbicara tentang apa yang memburukkanku..." Jawabnya.
Maka, mendekatlah al-Aziz kepada isterinya seraya berkata. "Bagaimana engkau bisa rela dengan apa yang memburukkanmu?"
Gemetarlah badan wanita itu, dan kemudian berkata: "Kalau begitu, masukkanlah Yusuf ke dalam penjara, sehingga semua orang akan melupakannya".
Al-Aziz menyetujui usul isterinya itu. Tak lama kemudian, beberapa pengawal istana membawa Yusuf ke penjara. Tatkala Yusuf keluar dari pintu istana, isteri al-Aziz berdiri di belakang jendela kamarya sambil memandanginya. Ia merasa seolah-olah sebagian dari hatinya tercabut, meskipun dialah yang mendesak suaminya agar memasukkan Yusuf ke dalam penjara.
Tiap hari berlalu, dan kesedihan selalu mewarnai wajah isteri al-Aziz, sementara suaminya hanya bisa melihat hal itu dengan sikap diam dan tidak kuasa berbuat sesuatu. Wanita itu bertanya kepada dirinya sendiri: "Salahkah aku tatkala menyuruh al-Aziz memasukkan Yusuf ke dalam penjara? Ya, kuharamkan diriku melihat Yusuf... "Sekali lagi ia berfikir dalam kegelisahannya: "Tetapi, apakah aku bersalah dalam urusan itu?" Ia menyanggah dirinya sendiri untuk lepas dari azab, seperti seorang dermawan yang haus,tetapi tidak sanggup menjangkau air yang dipikul di bahunya sendiri.
Hari demi hari, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun berjalan tanpa sepi dari cerita isteri al-Aziz dengan Yusuf. Pada suatu hari, datanglah utusan raja, memerintahkannya untuk datang keistana. Isteri al-Aziz sangat heran, sebab hal itu belum terjadi sebelumnya. Ia bertanya kepada suaminya apa kira-kira yang menyebabkan sang raja memanggilnya ke istana. Al-Aziz menjawab, "Mungkin ada urusan yang berhubungan dengan Yusuf."
Mendengar nama Yusuf disebut lagi, lenyaplah segala dugaan. Tetapi, benarkah raja hanya berkehendak untuk berbicara dengannya tentang Yusuf?

Dengan penuh pertanyaan di benaknya, pergilah isteri al-Aziz menuju istana raja. Di sana didapatinya wanita-wanita yang telah memotong tangannya beberapa waktu yang lalu, semuanya menghadap Raja Mesir. Sementara itu, sang raja memandangi wajah para wanita itu satu persatu, kemudian mengajukan pertanyaan singkat kepada wanita-wanita itu: "Bagaimana keadaanmu ketika kamu menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadamu)?" Mereka menjawab serentak: "Kami tiada mendapati suatu keburukan padanya (Yusuf)".
Tiba-tiba, tanpa diminta oleh Raja, isteri al-Aziz berbicara. Ia merasa telah tiba saatnya untuk berbicara terus terang perihal itu, agar hilang semua beban dosa kerana tindakan aniayanya terhadap Yusuf. Di hadapan Raja, wanita-wanita kota,
dan seluruh yang hadir di situ, ia menerangkan: "Sekarang jelaslah kebenaran itu. Akulah yang menggodanya untuk menundukkan dirinya (kepadaku), dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang benar". (Yusuf berkata), "Yang demikian itu agar dia (al-Aziz) mengetahui bahwa sesungguhnya aku tidak berkhianat kepadanya dan bahwasanya Allah tidak merestui tipudaya orang-orang yang berkhianat. Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), kerana sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang".

Terjadi perbedaan pendapat tentang kehidupan perempuan itu selanjutnya. Sebahagian orang berpendapat bahawa sejak itu isteri al-Aziz hidup bersama kesedihan dan putus asa kerana ingatannya kepada Yusuf.
Sebahagian yang lain berpendapat bahawa isteri al-Aziz itu akhirnya pindah ke suatu tempat yang jauh, dan tiada kabar beritanya sama sekali. Yang jelas, kehidupan wanita itu menjadi terganggu, kerana cintanya kepada Yusuf.
Namun ada yang mengisahkan setelah peristiwa itu Zulaiha bertaubat kepada Allah S.W.T. Ketika Yusuf diutus menjadi Rasul dan penguasa menggantikan Al-Aziz, Nabi Yusuf berjumpa dengan Zulaiha yang ketika itu keadaannya sudah tua. Akhirnya Allah menjadikan Zulaiha muda remaja dan berkawin dengan Nabi Yusuf. Maka jadilah Zulaiha sebagai seorang wanita yang solehah yang sentiasa beramal kepada Allah S.W.T. (Kisah Zulaiha ini dapat di baca dalam Al-Quran surah Yusuf ayat 21-53)

Senin, Oktober 13, 2008

LEBIH CERIA PUKUL BEDUG...DUG...DUG..


MANA YANG PALING CERIA ??
BAJU PUTIH OKEH JUGA...

ceria halal bi halal...saritilawah...mba Ajeng...9!!

kebersamaan dengan Pa'Dwi

fose pasca hal bi hal, UT, 10 ok'08
semoga semua dalam keadaan sehat selalu..amin

EMPAT SERANGKAI Halal bi Halal...


Empat Serangkai UT...Ciiisss...Smile...

fose HALAL BI HALAL UT, Jum'at 10 Ok'08


Kenangan terasa indah jika penuh kebersamaan...maaf lahir batin...
menanti sholat jum'at di masjid Al-Furqaan.

Sabtu, Oktober 11, 2008

HAK YANG SERING TERABAIKAN....

6 Hak seorang muslim dari muslim lainnya :

6 Hak seorang muslim dari muslim lainnya :
1- Apabila engkau menjumpainya engkau berikan salam kepadanya.
2- Apabila iamengundangmu engkau memperkenankan undangannya.
3- Apabila ia meminta nasehat, engkau menasehatinya.
4- Apabila ia bersin dan memuji Allah, hendaklah engkau mentasymitkannya (berdoa untuknya).
5- Apabila ia sakit hendaklah engkau menjenguknya.
6- Apabila ia mati hendaklah engkau antarkan jenazahnya. (HR.Muslim dan Tirmizi).

1- Mengucapkan Salam
Islam datang untuk mempersatukan hati dengan hati, menyusun barisan dengan tujuan menegakkan bangunan yang tunggal dan menghindari factor-faktor yang dapat menimbulkan perpecahan, kelemahan, sebab-sebab kegagalan dan kekalahan. Sehingga mereka yang bersatu itu memiliki kemampuan untuk merealisasi tujuan luhur dan niat sucinya . Oleh karena itu awal pertemuan dengan sesama muslim agar hati mereka terikat satu dengan yang lainnya hingga timbulnya rasa saling menyinta dimulai dengan mengucapkan dan menyebarkan salam : Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhu.
Sabda Rasulullah SAW:
"Demi Dzat yang diriku dalam genggamanNya, mereka tidak
masuk surga sehingga mereka beriman, dan mereka tidak ber
iman sehingga mereka saling menyinta. Maukah kamu aku
tunjukkan sesuatu yang jika kamu mengerjakannya kamu sa-
ling menyinta? Sebarkan salam di kalangan kamu."
Salam yang merupakan alat penghormatan kaum muslimin lebih menegaskan bahwa agama mereka adalah agama damai dan aman, serta mereka adalah penganut salam (perdamaian) dan pencinta damai. Dalam hadis Rasulullah saw bersabda :
“Sesungguhnya Allah menjadikan salam sebagai penghormatan bagi umat kami dan jaminan keamanan untuk kaum zimmah kami.”
Dan seseorang tidak layak memulai pembicaraan kepada sesamanya sebelum ia memulainya dengan ucapan salam, karena salam adalah ungkapan rasa aman dan tidak ada pembicaraan sebelum adanya rasa aman. Rasulullah saw bersabda :
“Ucapkan salam sebelum memulai berbicara.”

2- Memenuhi Undangan
Seorang muslim yang mengundang saudaranya, maka ia berhak didatangi, oleh karena itu kewajiban yang diundang adalah mendatangi undangan tersebut sebagai mana sabda Rasulullah saw :
"Penuhilah undangan ini jika kamu diundang."
Undangan yang diberikan dari sesama muslim menunjukkan penghormatan dan perhatian yang besar kepada saudaranya yang diundang tersebut sehingga bagi yang tidak memenuhi undangan tentu saja menyebabkan kekecewaan. Mengabaikan undangan disamakan dengan pembangkangan kepada Allah dan Rasul, begitu juga sebaliknya saat seseorang yang datang tanpa diundang diumpamakan seperti pencuri, karena kedatangannya tidak diinginkan oleh yang mengundang seperti yang diriwayatkan oleh Abu Dawud
"Barangsiapa diundang kemudian dia tidak memenuhi undangan tersebut, maka ia telah membangkang pada Allah dan RasulNya. Dan barangsiapa masuk tanpa diundang, maka ia masuk sebagai pencuri."

3- Memberi Nasehat
Memberi nasehat kepada sudara muslim yang memintanya hendaklah dipenuhi. Karena nasehat ini dapat mendorong saudaranya kearah kebaikan. Nasehat yang tulus akan berbekas dan berpengaruh sehingga dapat masuk kedalam relung hati yang terbuka untuk menerimanya. Bagi yang menasehati saudaranya, hendaknya ia mengerjakan apa yang diucapkan, mengamalkan apa yang dinasehatkan, sebab nasehat yang tidak diamalkan dan tidak dijiwai tidak akan berbekas pada jiwa yang dinasehati. Dan sesungguhnya agama ini adalah nasehat sebagaimana sabda Rasulullah saw :
“Agama itu nasehat” Kami bertanya kepada beliau, “Nasehat kepada siapa ?” Beliau menjawab : “Terhadap Allah, Quran, RasulNya, pemimpin-pemimpin dan seluruh kaum Muslimin”.

4- Mendoakannya ketika bersin
Mendoakan saudara yang bersin merupakan wujud perhatian dan kasih sayang terhadap saudaranya, sebab tatkala saudaranya itu bersin dan mengucapkan pujian kepada penciptanya : “Alhamdulillah”, serta merta ia yang mendengarkannya menanggapi dengan mengucapkan “Yarhamukallah” (Semoga Allah memberimu Rahmat), ia merupakan ucapan simpati dan doa atas kondisi saudaranya yang senantiasa memuji Allah dalam setiap keadaan khususnya saat ia bersin. Maka mendoakan dengan Rahmat layak diberikan pada saudaranya yang telah memuji Allah tersebut. Saat mendapatkan doa Rahmat, maka saudaranya itu hendaknya juga membalas doa bagi yang telah mendoakannya dengan mengucapkan : Yahdini wayahdikumullah wa yuslih balakum” (Semoga Allah memberiku dan engkau petunjuk dan semoga Allah memperbaiki keadaanmu).
Doa tersebut cerminan telah terjalinnya ikatan hati antara sesama muslim yang senantiasa menghendaki kebaikan bagi saudaranya.

5- Menjenguknya ketika sakit
Merupakan kewajiban umat Islam untuk mengunjungi saudaranya yang sakit. Hal ini dapat meringankan beban derita sisakit yang merana sendirian dan merasa terasing. Kedatangannya hendaknya dapat meringankan beban sisakit dan dapat menghiburnya.
Abu Hurairah ra meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda :
“Sesungguhnya Allah berfirman pada hari kiamat : “Wahai bani Adam, Aku sakit dan kamu tidak menjengukKu. “Ia berkata : “Wahai Rabbku, bagaimana bisa aku menjengukMu sedang Engkau adalah Tuhan sekalian Alam ?” Allah menjawab “Tidakkah kamu mengetahui bahwa seorang hambaKu fulan sakit dan kamu tidak menjenguknya ? Tidakkah kamu mengetahui bahwa andaikata kamu menjenguknya, kamu mendapatiKu di sisinya ? (HR.Muslim).
Rasulullah saw memberikan motivasi kepada umatnya agar menjenguk orang sakit dengan menempatkannya di antara buah-buahan surga, sabda Rasulullah saw :
Sesungguhnya seorang muslim apabila menjenguk saudaranya sesama muslim, maka ia tetap berada di antara buah-buahan surga yang siap dipetik, sampai akhirnya ia kembali (HR.Muslim).
Sangat indah sekali ajaran Islam, setiap kebaikan yang dilakukan untuk orang lain tidak luput balasannya di sisi Allah swt.

6- Mengiringi jenazahnya
Persaudaraan sejati tidak sebatas pada alam dunia saja, saat ajal menjemput, saudaranya ikut berta’ziyah dan mengiringi jenazahnya dan menyaksikan jasad saudaranya dimasukkan kedalam liang lahat, iringan terakhir di dunia dan kelak akan berjumpa di surganya Insya Allah.
Allah swt bahkan akan memberikan pakaian kehormatan bagi mu’min yang berta’ziyah kepada saudaranya sebagaimana yang diriwayatkan Ibnu Majah dari Amr bin Haram : Tiadalah di antara mu’min berta’ziyah kepada saudaranya yang mendapat musibah, kecuali Allah mengenakan pakaian kehormatan pada hari kamat.

Sabtu, Oktober 04, 2008

SELAMAT IDUL FITRI 1429 H




::Kad Ucapan Raya Percuma

Selasa, September 30, 2008

SELAMAT TINGGAL RAMADHAN 1429 H......

Tetes air mata mengalir ketika lantunan takbir, tahmid, tahlil dikumandangkan...malam satu syawal...ya Allah teringat dosa yang telah kami perbuat...ya Allah apa Engkau terima amal ramadhan kami...ya Allah apa Engkau ampuni kami...ya Allah apa Engkau sampaikan pada ramadhan tahun depan...tak terasa air mata telah membasahi baju ini...ya Allah ku memohon pada-MU ya Allah...Ampuni segala dosa2 kami...panjangkanlah umur kami, ku ingin raih kenikmatan ibadah ramadhan kembali...aamiin ya Rabbal'alamin.

YA ALLAH AMPUNI KAMI.....SUCIKAN KAMI......



"Ya Allah Ramadhan kan hati saudaraku di sepanjang usia'nya. Rengkuh dia menjadi orang-orang yang lahir kembali setelah Ramadhan ini. Dan sampaikan rindunya untuk menghirup nafas di ramadhan tahun depan. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H !!!"
PENGURUS MASJID AL-FURQAAN & LAZIS ALFURQAAN
PT. UNITED TRACTORS TBK & AFFCO

::Kad Ucapan Raya Percuma

Minggu, September 14, 2008

prodinsho care di pesisir jakarta


indahnya berbagi

Senin, September 08, 2008

AKSI SOSIAL UNTUK KORBAN KEBAKARAN CIPINANG JAKARTA

YA ALLAH AMPUNI KAMI.....SUCIKAN KAMI......


SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1429 H

TAQOBBALALLAHU MINNA WAMINKUM

"YA ALLAH SAMPAIKANLAH UMUR KAMI PADA RAMADHAN MENDATANG..." ...AMIN...



AKSI SOSIAL LAZIS AL-FURQAAN

AKSI SOSIAL KERJASAMA DENGAN PKPU....SEMOGA SEDIKIT MENGURANGI BEBAN MEREKA...AMIN.

ETOS KERJA...DARI TUKANG BECAK !

FINANCIAL FREEDOM ala Tukang Becak vs Howard Schultz (Starbucks)

Perbedaannya akan bagaikan langit dan bumi. Berapa besar space yang ada "di dalam box" tsb ? Relatif Berapa besar space yang ada "di luar box" tsb ? WOW! No Limit

Coba kita lupakan segenap teori canggih dunia entrepreneurship (ttg modal usaha, skill, keberanian untuk memulai usaha, dst,dst). Sementara banyak orang yang masih harus bergelut dalam kesibukan bisnis setiap hari setelah 10 tahun berbisnis, mari kita simak kisah ilustrasi seorang TUKANG BECAK tamatan SD yang sudah mencapai "financial freedom" setelah bekerja hanya lebih kurang 5 tahun saja, dgn "passive income" Rp. 9 juta/bulan !!!

Becak ke-1 :
==> Seorang tukang becak memiliki becak motor dengan penghasilan bersih Rp. 60,000/hari (bekerja dari pagi hingga larut malam). Biaya hidupnya sekitar Rp.
30,000/hari. Lalu ia berjuang utk konsisten menabung Rp. 30,000/hari. Dalam tempo 400 hari, ia mampu membeli becak kedua yang harganya Rp. 12 juta/unit.

Becak Ke-2 :
==> Ia sewakan becak keduanya dengan tarif Rp. 30,000/hari. Sementara ia tetap menarik becak pertamanya. Sekarang ia bisa menabung Rp. 60,000/hari.
Dalam tempo 200 hari, ia mampu membeli becak ketiga.

Becak Ke-3 :
==> Ia sewakan becak ketiganya, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 90,000/hari. Dalam tempo 134 hari, ia membeli becak ke-4.

Becak Ke-4 :
==> Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 120,000/hari. Dalam tempo 100 hari, ia membeli becak baru lagi.

Becak Ke-5 :
==> Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 150,000/hari. Dalam tempo 80 hari, ia membeli becak baru lagi.

Becak Ke-6 :
==> Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 180,000/hari. Dalam tempo 67 hari, ia membeli becak baru lagi.

Becak Ke-7 :
==> Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 210,000/hari. Dalam tempo 57 hari, ia membeli becak baru lagi.

Becak Ke-8 :
==> Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 240,000/hari. Dalam tempo 50 hari, ia membeli becak baru lagi.

Becak Ke-9 :
==> Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 270,000/hari. Dalam tempo 45 hari, ia membeli becak baru lagi.

Becak Ke-10 :
==> Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 300,000/hari. Dalam tempo 40 hari, ia membeli becak baru lagi.

Setelah becak ke-10, ia berhenti menarik becak. Ia sewakan becak pertamanya ke orang lain. Ia lalu menggaji seorang "mandor" untuk mengurusi ke-10
becaknya. Ia PENSIUN. Kini ia menikmati penghasilan Rp. 300,000/hari, atau Rp. 9 juta/bulan (sebelum potong gaji sang mandor). Jika ditotal semua usahanya
tsb hanya dicapai dalam tempo 3,2 TAHUN SAJA.

============ =======
Tentu saja ini cuma sebuah ilustrasi, dengan menarik garis lurus dari sebuah bisnis. Katakanlah dalam tempo 10 tahun (bukan 3,2 tahun seperti dalam ilustrasi),
sang TUKANG BECAK mampu mencapainya. Ini LOGIS, dan bisa terjadi. Berapa banyak TUKANG BECAK di dunia yang seperti itu ?
Mungkin 1 banding 10 juta. Tetapi ADA.
Berapa banyak TUKANG BECAK di dunia yang menjadi tukang becak seumur hidupnya dan terus hidup susah ? Buanyyaaak sekali.
============ =========
Sekarang bandingkan dengan banyak profesional tamatan S1 ataupun S2, atau bandingkan dengan para pengusaha yang masih harus bergelut dengan kesibukan mencari nafkah setiap hari. Kontras sekali bukan....

THINK OUT OF THE BOX. Perbedaannya akan bagaikan langit dan bumi. Kunci kesuksesannya terletak pada "duplikasi". Ini rahasianya : "Jalankan bisnis yang mudah diduplikasikan, dan tidak perlu keterlibatan kita secara penuh dalam bisnis tsb". Cth : ikuti bisnis franchise yang berpotensi, beli asset lalu sewakan
asset tsb, dst.

KUNCI UTAMA LAINNYA adalah : Hidup hemat pada awalnya untuk menabung, uang tabungan di-investasikan untuk menghasilkan uang, lakukan terus
berulang2, setelah penghasilannya sudah cukup besar, barulah hidup bersenang2.

============ ========= ========
Mari berhitung matematika ...
Jika Anda diberikan 2 option kontrak kerja / kontrak bisnis berikut ini, mana yang Anda pilih ?
1). Kontrak 2 tahun, tidak dpt dibatalkan, penghasilan/ bulan Rp. 100 juta.

2). Kontrak 2 tahun, tidak dpt dibatalkan, penghasilan di bulan pertama cuma Rp. 1000, tapi berlipat dua setiap bulan.

Pilih mana ????
Jawabannya :
Option I : Penghasilan Rp. 100 juta/bln x 24 bln = Rp. 2,4 Milyar
Option II :
Bulan ke-1 : Rp. 1000
2. 2000
3. 4000
4. 8000
5. 16,000
6. 32,000
7. 64,000
8. 128,000
9. 256,000
10. 512,000
11. 1024,000
12. 2 juta
13. 4 juta
14. 8 juta
15. 16 juta
16. 32 juta
17. 64 juta
18. 128 juta
19. 256 juta
20. 512 juta
21. 1 milyar
22. 2 milyar
23. 4 milyar
24. 8 milyar
Jika Anda pilih option I, Anda kecolongan hampir 6 MILYAR !!!
Kita hanya diajari oleh guru di sekolah tentang teori2 Albert Eintein spt rumus kekuatan bom atom spt "E=MC2", dst. Tetapi tidak diajarkan bahwa "kekuatan
duplikasi" juga dikagumi oleh Albert Eintein, ilmuwan paling cemerlang abad 20, ia mengatakan "Kekuatan duplikasi adalah keajaiban dunia ke delapan".
============ ========= ==
FINANCIAL FREEDOM ALA HOWARD SCHULTZ (pemilik Starbucks) ?
Bayangkan seorang pengusaha jenius sekaliber Schultz ( ia baru dijuluki pengusaha jenius setelah sukses, tetapi saat pertama kali menawarkan ide bisnis menjual
segelas kopi seharga puluhan ribu rupiah, ia diteriakin GILA dan ditolak ratusan orang). Ia mampu mengubah produk komoditas murah (kopi) menjadi produk
eksklusif (customer-experienc e) berharga luar biasa mahal. Ia pandai pula mendapatkan dana segar nan murah melalui GO PUBLIC. Ia pandai pula memanfaatkan
media sebagai "public relation" untuk mempromosikan Starbucks. Ia pandai pula membangun partnership dgn perusahaan global spt Pepsi, dst.
Hasilnya LUAR BIASA. Dengan kekuatan "KONSEP DUPLIKASI", kedai kopi pertama yang dibangun Schultz tahun 1985, menjelma menjadi lebih dari 10,000 toko di tahun 2006, tersebar di seluruh dunia. Dan terus berlipat GANDA setiap tahun sampai sekarang.... . Schultz lalu memutuskan untuk PENSIUN. Di tahun 2000, ia menggaji seorang "mandor" utk mengurus jaringan Starbucks nya di seluruh dunia. Tentu saja sang mandor disebut dengan istilah keren "CEO" bernama Orin C. Smith.
Baik sang TUKANG BECAK maupun SCHULTZ sama2 mencapai "financial freedom". Yang satu pencapaiannya hanya kelas regional, yang satu lagi kelas dunia......
Sedangkan milyaran penduduk dunia tidak pernah mencapai "financial freedom", walaupun hanya di kelas regional saja....
============ ======
Bila sang TUKANG BECAK tamatan SD mampu melakukannya, seorang tamatan S1 secara logika pasti bisa melakukannya dengan hasil 3 kali lipat lebih banyak
(SD ke S1 kan ada 3 tahap, yakni SMP, SMU, baru Universitas) .

Mari kita ambil hikmahnya. Seandainya salah satu dari kita bisa memanfaatkan hikmah tsb dgn TAKE ACTION, semoga financial freedom bisa tercapai dalam 5 tahun mendatang... .

Bila Anda bermurah hati, artikel ini bisa dikutip utk disharing ke berbagai pihak, teman2 Anda, rekan2 kerja, famili2, ataupun disharing pada milis2 lainnya.
SEmoga bermanfaat bagi kita semua. Semoga kisah Starbucks2 lain bermunculan di bumi Indonesia dalam 5 tahun mendatang... .
"Maka bertasbihlah pada Allah pada petang hari dan pagi hari"                             ( Qs.Ar-Ruum:17")

KHATAM AL-QUR'AN MUDAH KOK....

Nuzulul Qur'an Sebagai Peringatan atau Pelajaran



Pada bulan Ramadhan banyak umat Islam yang menggelar

acara peringatan Nuzulul Qur'an. Untuk itu perlu

kiranya kali ini menyoroti masalah Nuzulul Qur'an,

hukum memperingatinya dan fungsi utama diturunkannya

Al-Qur'an.



Syekh Shafiyur Rahman Al-Mubarakfuriy (penulis Sirah

Nabawiyah) menyatakan bahwa para ahli sejarah banyak

berbeda pendapat tentang kapan waktu pertama kali

diturunkannya Al-Qur'an, pada bulan apa dan tanggal

berapa, paling tidak ada tiga pendapat :



Pertama: Pendapat yang mengatakan bahwa Nuzulul Qur'an

itu ada pada bulan Rabiul Awwal,



Kedua: Pendapat yang mengatakan bahwa Nuzulul Qur'an

itu pada bulan Rajab,



Ketiga: Pendapat yang mengatakan bahwa Nuzulul Qur'an

itu pada bulan Ramadhan.



Yang berpendapat pada bulan Rabiul Awwal pecah menjadi

tiga, ada yang mengatakan awal Rabiul Awwal, ada yang

mengatakan tanggal 8 Rabiul Awwal dan ada pula yang

mengatakan tanggal 18 Rabiul Awwal (yang terakhir ini

diriwayatkan dari Ibnu Umar radhiallaahu anhu).



Kemudian yang berpendapat pada bulan Rajab terpecah

menjadi dua. Ada yang mengatakan tanggal 17 dan ada

yang mengatakan tanggal 27 Rajab (hal ini diriwayatkan

dari Abu Hurairah radhiallaahu anhu -lihat Mukhtashar

Siratir Rasul, Syaikh Abdullah bin Muhammad bin Abdul

Wahhab An-Najdy, hal.75 -).



Al Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani di dalam Fathul Bari

berkata bahwa: Imam Al-Baihaqi telah mengisahkan bahwa

masa wahyu mimpi adalah 6(enam) bulan.



Maka berdasarkan kisah ini permulaan kenabian dimulai

dengan mimpi shalihah (yang benar) yang terjadi pada

bulan kelahirannya yaitu bulan Rabiul Awwal ketika

usia beliau genap 40 tahun. Kemudian permulaan wahyu

yaqzhah (dalam keadaan terjaga) dimulai pada bulan

Ramadhan.



Sesungguhnya kita menguatkan pendapat yang mengatakan

bahwa Nuzulul Qur'an ada pada bulan Ramadhan karena

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, artinya, "Bulan

Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan

(permulaan) Al-Qur'an" (Al-Baqarah:185 ).

Dan Allah berfirman, artinya, "Sesungguhnya Kami telah

menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan"

(Al-Qadr :1).



Seperti yang telah kita maklumi bahwa Lailatul Qadr

itu ada pada bulan Ramadhan yaitu malam yang

dimaksudkan dalam firman Allah yang artinya:

"Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang

diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi

peringatan" (Ad-Dukhaan:3 ).



Dan karena menyepinya Rasulullah Shallallahu alaihi

wasallam di gua Hira' adalah pada bulan Ramadhan, dan

kejadian turunnya Jibril as adalah di dalam gua Hira'.

Jadi Nuzulul Qur'an ada pada bulan Ramadhan, pada hari

Senin, sebab semua ahli sejarah atau sebagian besar

mereka sepakat bahwa diutusnya beliau menjadi Nabi

adalah pada hari Senin. Hal ini sangat kuat karena

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam ketika ditanya

tentang puasa Senin beliau menjawab: "Di dalamya aku

dilahirkan dan di dalamnya diturunkan (wahyu) atasku"

(HR. Muslim).



Dalam sebuah lafadz dikatakan "Itu adalah hari dimana

aku dilahirkan dan hari dimana aku diutus atau

diturunkan (wahyu) atasku"(HR. Muslim, Ahmad, Baihaqi

dan Al-Hakim).



Akan tetapi pendapat ketiga inipun pecah menjadi lima,

ada yang mengatakan tanggal 7 (hari Senin), ada yang

mengatakan tanggal 14 (hari Senin), ada yang

mengatakan tanggal 17 (hari Kamis), ada yang

mengatakan tanggal 21 (hari Senin) dan ada yang

mengatakan tanggal24 (hari Kamis).



Pendapat " 17Ramadhan" diriwayatkan dari sahabat

Al-Bara' bin Azib dan dipilih oleh Ibnu Ishaq,

kemudian oleh Ustadz Muhammad Huzhari Bik.



Pendapat " 21Ramadhan" dipilih oleh Syekh

Al-Mubarakfuriy, karena Lailatul Qadr ada pada malam

ganjil, sedangkan hari Senin pada tahun itu adalah

tanggal7 ,14 , 21 dan28 .



Sedangkan pendapat " 24Ramadhan" diriwayatkan dari

Aisyah, Jabir dan Watsilah bin Asqo' , dan dipilih

oleh Ibnu Hajar Al-Haitamiy, ia mengatakan: "Ini

sangat kuat dari segi riwayat".



Karena itu memperingati peristiwa turunnya Al-Qur'an

pertama kali tidaklah penting, sebab di samping hal

itu tidak dicontohkan oleh Rasulullah, para sahabatnya

dan para tabi'in, Al-Qur'an diturunkan tidaklah untuk

diperingati tetapi untuk memperingatkan kita.



Peristiwa Nuzulul Qur'an bukanlah diharapkan agar

dijadikan sebagai hari raya oleh umat ini, yang

dirayakan setiap tahun, karena Islam bukanlah agama

perayaan sebagaimana halnya agama-agama lain."



Islam tidak memerlukan polesan, tidak perlu dibungkus

dengan perayaan-perayaan yang membuat orang-orang

tertarik kepadanya. Karena itu pesta hari raya tahunan

di dalam Islam hanya ada dua yaitu Idul Fitri dan Idul

Adha.



Jadi turunnya Al-Qur'an bukan untuk diperingati setiap

tahunnya, melainkan untuk memperingatkan kita setiap

saat.



Allah Subhanahu wa Ta'ala menegaskan, artinya: "Alif

Lam Mim Shaad. Ini adalah sebuah kitab yang diturunkan

kepadamu, maka janganlah ada kesempitan di dalam

dadamu karenanya, supaya kamu memberi peringatan

dengan kitab itu (kepada orang kafir) dan menjadi

pelajaran bagi orang-orang yang beriman" (Al-A'raaf:1

-2).



Bukan Cara Salafus Shalih

Memperingati peristiwa turunnya Al-Qur'an bukanlah

cara orang-orang shaleh yang muttaqin. Akan tetapi

jejak ulama-ulama salaf adalah membaca Al-Qur'an,

membaca dan membaca lagi. Allah Subhaanahu Wa Ta'ala

berfirman, artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang

selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat, dan

menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami anugerahkan

kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan,

mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan

merugi" (Faathir:29 ).



Apalagi di bulan Ramadhan, bulan Al-Qur'an ini, Umar

radhiallaahu anhu berkata: "Seandainya kita bersih,

tentu akan merasa kenyang dari kalam Allah.

Sesungguhnya aku amat tidak suka manakala datang

sebuah hari sementara aku tidak membaca Al-Qur'an."



Karena itu beliau tidak meninggal dunia sehingga

mushafnya sobek karena seringnya dibaca. Dan ketika

menjadi imam pada shalat shubuh beliau sering membaca

surat Yusuf yang terdiri dari 111 ayat tertulis dalam

13 halaman, yang berarti satu sepertiga juz.



Hal ini tidak mengherankan karena khalifah kedua Umar

bin Khatthab radhiallaahu anhu ketika memimpin shalat

shubuh juga selalu membaca surat-surat yang bilangan

ayatnya lebih dari 100 ayat seperti surat Al Kahfi (

11halaman), surat Maryam ( 7halaman) dan surat Thaha

(10 halaman).



Begitulah generasi Qur'ani sangat mencintai Al-Qur'an.

Mereka tidak pernah merayakan peristiwa Nuzulul Qur'an

tetapi shalatnya membaca ratusan ayat, sementara kita

sebaliknya.



Shalat tarawih di jaman salaf rata-rata membutuh-kan

waktu 5 jam, dan kadang-kadang semalam suntuk, yang

berarti setiap satu rakaat tarawih (dari sebelas

rakaat) membutuhkan waktu 40 menit. Bahkan para

sahabat banyak yang shalat sambil bersandar dengan

tongkat karena terlalu lamanya berdiri.



Mengkhususkan Membaca Al-Qur'an

Para tabi'in dan tabi'ittabi'in, karena begitu

memahami arti dari Ramadhan, bulan Al-Qur'an, dan

begitu kuatnya dalam mencintai Al-Qur'an, maka bila

bulan Ramadhan tiba mereka mengkhususkan diri untuk

membaca Al-Qur'an seperti yang dilakukan oleh Imam

Az-Zuhri dan Sufyan Ats-Tsauri. Sehingga dalam satu

bulan khatam Al-Qur'an berpuluh puluh kali. Imam

Qatadah umpamanya, di luar Ramadhan khatam setiap

tujuh hari, di dalam Ramadhan khatam setiap tiga hari,

dan di sepuluh hari terakhir khatam setiap hari.

Sementara Imam Syafi'i di luar Ramadhan setiap hari

khatam sekali, dan di dalam Ramadhan setiap hari

khatam dua kali. Itu semua di luar shalat.



Begitulah ulama Ahlus Sunah tidak pernah merayakan

Nuzulul Qur'an, namun setiap hari khatam Al-Qur'an,

ada yang sekali dan ada yang dua kali. Sementara kita

sebulan Ramadhan jika khatam sekali saja maka sudah

puas dan gembira. Itupun bisa dihitung dengan jari.



Bahkan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah selama di dalam

penjara, dari tanggal 7 Sya'ban 726 H sampai wafatnya

22 Dzulqa'dah 728 H, selama2 tahun 4 bulan beliau

telah mengkhatamkan Al-Qur'an bersama saudaranya

Syeikh Zainuddin Ibnu Taimiyah sebanyak 80 kali

khatam, yang berarti rata-rata setiap 10 hari khatam

satu kali. Semoga Allah merahmati kita bersama mereka

dan semoga kita bisa meneladani Rasulullah n, dan para

sahabatnya, dan para ulama salaf dalam mencintai

Al-Qur'an dan di dalam tata cara ibadah lainnya. Amin.

Penulis: (Abu Hamzah As-Sanuwi,LC, M.Ag)

Selasa, Juli 15, 2008

SYAIR SEORANG HAMBA...



Allahumma taqobbal minna shiyamana, wa qiyamana, wa sujudana, wa tilawatana, wa shodaqona.Taqobbalallahu minna wa minkum kullu aamin wa antum bi khoir.

"Jika hati adalah air,jangan biarkan menjadi keruh jika hati adalah awan,jangan biarkan menjadi mendung"

Secercah asa syawal bangkitkan jiwa baru mengakhiri juang raga & qalbu, sebagai bekal tuk berlaga kembali di arena fana penuh debu.

If ther’s a day, there must be a night, if there is a black, there must be a white, if a white, if there a mistakes, there must be forgiveness.

Menyambung kasih, merajut cinta, beralas ikhlas, beratap doa, semasa hidup bersimbah khilaf, menghirup diri dibasuh maaf MINALAIDZIN WAL FAIDZIN Mohon maaf lahir dan bathin

If wrong couldn’t be right, might be forgiveness could make it healed.Taqabballahu minna wa minkum, selamat idul fitri 1429 H.

Bila ada janji tak setepat waktu sholat tiba
Bila ada serangkai kata dusta
Bila ada prasangka tak seindah nada
Bila aku teman,sahabat atau keluarga yang tak sebaik suara adzan bergemah
Bila ada kata lara yang masih membekas dihati nanda
Bila hati tak sebening emun pagi
Bila wajah tak secerah mentari
Bila ada tingkah laku tak sebaik bacaan qur’ani
Bersikan jiwa dan
Sucikan hati
Di hari yang fitri ini
Tak ada kata yang baik dan bijaksana selain..........:

"Allahumma taqobbal minna shiyamana, wa qiyamana, wa sujudana, wa tilawatana, wa shodaqona.Taqobbalallahu minna wa minkum kullu aamin wa antum bi khoir. Mohon maaf lahir dan bathin.Selamat Idul Fitri 1429 H !!!"

#pengurus lazis (prodinsho) al-furqaan#
ILHAM, IVAN S.P., ARUM.T, WAWAN SETIAWAN, BUDI SUDJIARTO.



::Kad Ucapan Raya Percuma